Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Tanda Anak Tidak Cocok Minum Susu Formula & Cara Mengatasinya

Morinaga Platinum ♦ 9 Februari 2022

Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan terbaik bagi bayi sejak lahir hingga berusia 2 tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi rekomendasi bahwa sebaiknya pemberian ASI eksklusif untuk bayi diberikan sampai berusia 6 bulan. Namun, masih ada sebagian Ibu yang belum bisa memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya karena kondisi tertentu. Dengan kondisi tersebut, maka susu formula bisa menjadi alternatif.

Meskipun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil, ternyata tidak semua susu formula yang beredar di pasaran cocok untuk bayi. Oleh karena itu, Bunda wajib mengetahui apakah si kecil cocok dengan susu formula yang diberikan. Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukan bahwa bayi tidak cocok dengan susu formula yang dikonsumsi. 

 

Tanda Si Kecil Tidak Cocok Minum Susu Formula

Beberapa bayi berisiko tidak cocok dengan suatu jenis susu formula. Ketidakcocokan ini bisa disebabkan oleh alergi susu formula terkait protein yang terkandung di dalamnya atau intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa merupakan reaksi yang diakibatkan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa, gula alami dalam susu. Beberapa tanda bayi tidak cocok susu formula antara lain:

1. Muntah Berlebihan

Semua bayi gumoh karena sistem pencernaan mereka kurang berkembang. Bila Si Kecil gumoh lebih dari 2 sendok makan setiap kali minum susu formula, maka Bunda perlu berkonsultasi ke dokter, sebab bisa jadi Si Kecil mengalami intoleransi susu formula. Akan tetapi, selama Si Kecil kesayangan Bunda tidak menurun beratnya dan buang air kecil setidaknya sekali setiap enam jam, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

2. Kenaikan Berat Badan Sangat Lambat

Melacak penambahan berat badan dan buang air kecil dapat berguna dalam mengukur kondisi bayi secara keseluruhan. Jika berat badan Si Kecil tidak bertambah seperti yang diharapkan, segera diskusikan dengan dokter anak.

3. Ekstra Rewel Setelah Minum Susu

Sebenarnya, ada banyak alasan mengapa Si Kecil menangis. Walau begitu, saat Si Kecil tidak dapat dihibur selama atau setelah minum sufor, maka intoleransi susu formula perlu dicurigai sebagai penyebabnya.

4. Tinja Berdarah

Mengetahui ada darah di feses Si Kecil memang jadi pemandangan menakutkan. Salah satu penyebab tinja berdarah adalah alergi terhadap susu sapi yang jadi sumber protein susu formula. Oleh karenanya, begitu mendapati feses berdarah, segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

5. Sembelit Parah

Bila Si Kecil mendapat asupan susu formula, maka umumnya akan buang air besar sekali sehari. Kadang juga, Si Kecil bisa buang air besar sekali dalam dua hari. Hanya saja, jika Si Kecil mengejan, mengeluarkan tinja yang keras dan kecil, atau menderita kram perut yang menyakitkan, kemungkinan ia mengalami konstipasi. Penangan terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.

6. Gejala Alergi

Sejumlah bayi akan mengalami alergi susu saat pertama kali mengkonsumsinya. Alergi susu ini bisa bervariasi. Biasanya, gejala alergi muncul dalam beberapa hari. Sejumlah gejala alergi susu yang umum dijumpai pada bayi adalah ruam kulit, muntah, dan gatal-gatal. Jika Si Kecil kesayangan Bunda mengalami salah satu dari gejala reaksi alergi ini, segera hubungi dokter.

7. Diare pada Bayi

Sebenarnya, bayi dapat mengalami diare karena berbagai alasan dan tidak semuanya terkait dengan susu formula. Namun, feses yang encer, terutama jika mengandung darah, bisa menjadi tanda intoleransi protein susu.

Gejala-gejala ini dapat muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah bayi minum susu formula. Bila muncul gejala-gejala tersebut pada bayi, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik. 

 

Tips Mengatasi Bayi yang Tidak Cocok Minum Susu Formula

Perlu digarisbawahi, pemberian susu formula tidak boleh sembarangan, sehingga berkonsultasi dengan dokter sangat disarankan. Saran medis bersifat krusial saat memberikan sufor, baik yang berbahan dasar susu sapi atau yang berbahan kedelai. 

Bila Si Kecil mengalami gejala tidak cocok susu formula dan Bunda masih memberi asupan ASI, segera lakukan diet bebas susu atau produk olahan susu. Jika Si Kecil mengalami intoleransi laktosa, maka hindari atau batasi semua produk makanan-minuman yang mengandung laktosa.

Bunda dapat memeriksa label makanan untuk memastikan tidak terdapat kandungan laktosa atau susu. Perhatikan apakah terjadi gejala intoleransi laktosa saat memberikan suatu makanan baru untuk anak.

Selain itu, Si Kecil juga dapat diberikan produk susu yang bebas laktosa. Bila sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), maka Si Kecil bisa ditambah asupan makanan yang menjadi sumber kalsium, vitamin A, vitamin B, vitamin D, fosfor, dan nutrisi lain. Semua asupan makanan tersebut bisa didapatkan di sayuran hijau, jus buah, tahu, brokoli, salmon, buah jeruk, dan sumber makanan lain.

 

Aturan Terbaik Memilih Susu Formula Terbaik untuk Si Kecil

Setiap bayi punya keunikannya sendiri-sendiri, sehingga dibutuhkan susu formula yang berbeda-beda. Karenanya, Bunda harus memastikan bahwa susu formula yang dipilih sesuai untuk bayi dan usia Si Kecil. Bunda perlu memastikan susu formula yang dikonsumsi tidak membuat alergi Si Kecil. Sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat memilih susu formula adalah:

  1. Pastikan bahan dasar susu tersebut, apakah kedelai atau susu sapi.
  2. Pastikan memiliki nutrisi lengkap untuk tumbuh kembang Si Kecil. Sejumlah nutrisi terbaik yang sebaiknya ada di susu formula adalah:
  3. Protein untuk menjaga daya tahan tubuh dan juga meningkatkan imunitas Si Kecil.
  4. AA (Arachidonic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid) yang berperan membentuk jaringan otak Si kecil, meningkatkan kecerdasan, serta mempercepat daya tangkapnya.
  5. Prebiotik untuk sistem pencernaan Si Kecil
  6. Probiotik untuk menyehatkan saluran cerna, mencegah serangan bakteri, dan memperkuat sistem imun tubuh,
  7. Alfa Laktalbumin untuk perkembangan otak dan mempercepat proses pemahaman pada Si Kecil.
  8. Pastikan sesuai umur Si Kecil
  9. Pastikan Bunda mengecek tanggal kadaluarsa produk.
  10. Pastikan kemasan dan wadah dalam kondisi baik dan tertutup rapat serta dalam kondisi baik.

Berkonsultasilah dengan tenaga medis jika Bunda memiliki pertanyaan lebih mendalam saat memilih atau saat ingin mengganti susu formula.

 

Lantas, Bagaimana Aturan Dalam Memberikan Susu Formula Untuk Si Kecil?

Sebelum memberikan bayi susu formula, disarankan untuk memperhatikan waktu pemberian, kebersihan botol, cara menyimpan susu formula, dan lainnya. Berikut ini sejumlah faktor yang perlu diperhatikan saat memberi asupan susu formula:

1. Frekuensi dan Jumlah

Susu formula kurang dapat dicerna bayi, sehingga Si Kecil hanya perlu diberikan susu formula beberapa kali, tidak sesering menyusu dengan ASI. Pemberian susu formula dilakukan secara bertahap menyesuaikan ukuran lambung bayi.

Melansir laman Kids Health, bayi yang baru lahir dapat mengkonsumsi sufor sebanyak 45-90 ml sekali minum. Dalam beberapa minggu pertama, bayi baru lahir bisa mengkonsumsi susu tiap 3-4 jam sekali setiap harinya. Apabila Si Kecil tidur lebih dari 4-5 jam dan melewati jadwal minum susu, maka Bunda disarankan untuk membangunkannya. Setelah bangun, tawarkan susu pada Si Kecil kesayangan.

Bayi usia satu bulan punya kecenderungan akan menghabiskan susu sebanyak 90-120 ml setiap kali menyusui. Setiap harinya, bayi usia 1 bulan menyusui setiap 4 jam sekali. Begitu menginjak usia enam bulan, bayi dapat minum sekitar 180-230 ml susu formula tiap 4-5 jam sekali, sebab kapasitas lambungnya sudah lebih besar. Pemberian jumlah susu formula di anak usia ini disesuaikan dengan keadaan bayi yang sudah mulai mengonsumsi makanan padat atau belum.

Kendati begitu, sebaiknya tidak terpaku dengan batasan ini karena kebutuhan setiap bayi berbeda-beda. Sebagai patokan dasar, bayi baru lahir hingga usia 1 bulan pertama butuh 90-120 ml susu formula. Kebutuhan ini lalu meningkat sebanyak 30 ml per bulan hingga 210-240 ml setiap kali minum susu. Bayi sebenarnya bisa mengatur asupannya dari hari ke hari untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga biarkan Si Kecil memberi tahu terkait kecukupan susu formula yang diberikan.

2. Botol

Selalu jaga kebersihan botol yang akan digunakan. Peluang susu formula terpapar kuman dan bakteri lebih besar dibandingkan ASI sehingga menjadi kurang steril.

Pembersihan botol susu harus benar, termasuk kebersihan tutup botol dan dot. Bersihkan dengan air hangat dan sabun setiap setelah dan sebelum botol digunakan.

Bunda tidak boleh sembarangan memilih botol susu yang akan digunakan. Pilih botol berlabel BPA-free, serta terbuat dari plastik polietilen dan polipropilen yang aman untuk Si Kecil.

3. Cara Membuat

Pastikan kebersihan tangan sebelum membuat susu formula untuk Si Kecil. Baca dan ikuti setiap langkah demi langkah bagaimana menyajikan susu yang tertera di kemasan. Perhatikan juga jumlah takaran sendok bubuk susu serta takaran air yang digunakan. Pastikan juga, Bunda memakai air bersih dan aman. Sebagai informasi tambahan, sufor yang terlalu encer atau terlalu kental tidak disarankan dikonsumsi Si Kecil.

4. Penyimpanan

Susu formula dapat disimpan di lemari es untuk mencegah bakteri tumbuh. Jika ditemukan tanda susu formula basi, jangan berikan kepada bayi.  Susu basi dapat berdampak pada kesehatan bayi dan bisa membahayakan. 

Jika susu formula tidak langsung diminum oleh bayi, segera dinginkan dan letakkan di wadah yang tertutup rapat. Lalu, simpan wadah tersebut di dalam kulkas dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.  Berikan kembali sufor yang sudah di dalam kulkas sesegera mungkin. Durasi maksimal sufor ada di dalam kulkas dan diberikan kembali ke Si Kecil adalah 24 jam. Bila sudah lebih dari 24 jam, segera buang sufor tersebut.

Bila susu berada di suhu kamar, maka hanya mampu bertahan selama kurang lebih satu jam. Setelah satu jam, sebaiknya jangan berikan lagi kepada bayi. Susu formula yang tersisa dan tidak dihabiskan, sebaiknya juga dibuang saja karena kemungkinan terdapat bakteri yang sudah mengkontaminasi.

5. Membeli Susu

Saat membeli susu, Bunda perlu memperhatikan tanggal kadaluarsa. Jangan sampai membeli susu yang telah lewat tanggal kadaluarsa atau waktu kadaluarsanya sisa beberapa bulan lagi. Bunda dapat memperhatikan keutuhan kemasan dengan memilih yang masih bagus dan tidak rusak.

Setelah dibeli, simpan susu dengan baik di tempat yang sejuk. Tempat penyimpanan yang panas atau dingin dapat membuat nutrisi dalam susu menjadi berkurang. Jaga agar kemasan susu selalu tertutup rapat karena jika terlalu lama terbuka menyebabkan udara bisa masuk, membuat susu menggumpal dan merusaknya.

Bunda, itulah beberapa tanda yang akan dialami anak jika tidak cocok minum susu formula. Jika si kecil mengalami alergi susu sapi, berikut cara mengenali gejala dan penanganan alergi susu sapi yang bisa Bunda lakukan. 

Lihat Artikel Lainnya