Yuk, Latih Si Kecil Agar Cepat Berjalan Sendiri!

Oleh: Morinaga Platinum

Rasanya gemas, ya, melihat Si Kecil sudah mahir berdiri sendiri namun tak kunjung melangkahkan kakinya. Berjalan adalah tahap perkembangan Si Kecil yang akan mengubah hidupnya. Dengan berjalan, ia lebih bebas mengeksplorasi lingkungannya. Sebagian besar Si Kecil sudah bisa berjalan saat berusia satu tahun, tetapi rentang waktu normal Si Kecil bisa mulai berjalan adalah pada usia 9-18 bulan.

Ternyata, ada banyak hal yang bisa dilatih Bunda untuk memersiapkan Si Kecil bisa berjalan, lho. Latihan berikut ini sudah bisa dilakukan sejak Si Kecil berusia 6 bulan:

Perbanyak tummy time Si Kecil

Tummy time adalah waktu yang digunakan Si Kecil untuk telungkup sambil melatih tangan dan kakinya untuk menggapai suatu benda. Sesi ini penting agar otot leher dan punggung Si Kecil kuat. Otot tersebut berguna sebagai penyangga tubuhnya saat berjalan.

Ajak Si Kecil bermain lempar-tangkap mainan

Begitu Si Kecil bisa duduk sendiri tanpa disangga, ajak ia bermain lempar-tangkap mainan. Permainan ini akan melatih keseimbangan tubuhnya serta melatih koordinasi antara tubuh dan tangan.

Biarkan ia mengeksplorasi lingkungannya

Hindari terlalu banyak menggendong Si Kecil. Biarkan ia banyak bermain di lantai yang dialasi karpet atau matras. Dengan digendong ia tidak akan bisa melatih kekuatan otot-otot tubuhnya. Ia pun tidak akan terlatih menyangga dirinya sendiri.  

Sebagian besar Si Kecil mengalami tahapan merangkak. Tahap ini adalah masa perkembangan yang sangat menarik untuknya karena ia bisa bergerak ke mana pun ia suka. Selama ia mengeksplorasi hal yang tidak membahayakan, biarkan Si Kecil melakukannya. Menggapai kaki meja atau memegangi kursi dapat menjadi latihan untuk ia berdiri sendiri. Ini juga menjadi tanda awal yang menunjukkan bahwa sebentar lagi ia siap berjalan.

Gunakan meja, kursi, atau alat dorong lain untuk membantunya

Saat Si Kecil mulai mencoba berdiri atau berjalan, sebaiknya gunakan meja, kursi, atau alat dorong lain seperti troli mainan sebagai sarana penopang tubuhnya. Latihan berjalan dengan mendorong sesuai dengan postur tubuh yang normal. Hindari penggunaan baby walker karena selain tidak efektif dalam melatih Si Kecil berjalan, angka kecelakaan sebagai akibat dari penggunaan baby walker cukup tinggi. Ini alasannya mengapa The American Academy of Pediatrics mengeluarkan larangan penggunaan alat bantu tersebut sejak beberapa tahun lalu.

Biarkan Si Kecil tanpa alas kaki saat berada di dalam rumah

Penggunaan alas kaki dapat menghambat Si Kecil melatih keseimbangan dan sensasi rasa di kakinya. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk menggunakan alas kaki yang ringan, terbuat dari bahan yang adem, dan memiliki sol karet untuk mencegah terpeleset bila sedang bepergian dan perlu menggunakan alas kaki.

Selain latihan di atas, Si Kecil membutuhkan nutrisi yang akan membantunya menjaga kepadatan tulang juga gigi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bunda bisa memberikannya nutrisi yang mengandung kalsium dan vitamin D.

Stimulasi Si Kecil untuk berjalan bisa dilakukan dengan bermain. Si Kecil umumnya suka sekali dengan pesawat. Bunda bisa buat pesawat terbang karton yang terbuat dari gulungan tisu dan karton duplex. Kemudian setelah selesai, terbangkan pesawat tersebut. Si Kecil akan penasaran dan bergerak untuk mencapainya. Bunda bisa mencari inspirasi ide kreatif bermain lain guna merangsang perkembangan motorik Si Kecil di Morinaga Play Plan. Buat rencana bermain agar Si Kecil tidak bosan dengan aktivitas yang itu-itu saja dan seluruh potensi kecerdasannya bisa terasah maksimal.

Sekarang Bunda sudah tahu cara melatih Si Kecil berjalan dengan mudah dan benar. Selamat berlatih, ya!

Milestone Lainnya