Waspadai Infeksi Telinga Karena Pilek

Oleh: Morinaga Platinum

Ikatan Dokter Anak Indonesia merilis informasi bahwa ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) yang memberikan manifestasi pilek rentan dialami Si Kecil yang berusia antara 6-23 bulan. Ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna. Meski kebanyakan kasus pilek Si Kecil dapat sembuh sendiri, tetapi jika tidak tertangani dengan baik pilek bisa menyebabkan infeksi telinga.

Otitis media adalah infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah. Semua orang bisa mengalami otitis media tetapi kondisi ini lebih banyak terjadi pada Si Kecil yang berusia di bawah 10 tahun dan pada bayi usia 6-15 bulan.

Si Kecil yang mengalami otitis media biasanya memerlihatkan gejala antara lain sering menggaruk telinga, rewel, dan sulit tidur di malam hari. Demam juga bisa muncul pada Si Kecil yang mengalami infeksi telinga bersamaan dengan ISPA. Rasa sakit atau tidak nyaman akibat otitis media terjadi karena peradangan dan penimbunan cairan di telinga bagian tengah. Cairan yang terperangkap kemudian menjadi tempat strategis untuk kuman berkembang biak.

Sebagian besar kasus otitis media akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Untuk meredakan demam atau mengurangi sakit, Bunda bisa memberikan Si Kecil parasetamol. Namun, apabila gejala tidak membaik dalam waktu tiga hari, mengalami nyeri hebat pada telinga, keluar cairan dari telinga maka segera bawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa.

Konfirmasi diagnosis otitis media dilakukan setelah dokter memeriksa telinga Si Kecil menggunakan otoskop (alat periksa yang dilengkapi lampu dan kaca pembesar pada bagian ujungnya). Dokter akan mendeteksi cairan pada telinga bagian tengan dan tanda-tanda infeksi seperti gendang telinga membengkak, terbentuknya lubang pada gendang telinga, serta munculnya cairan pada kanal telinga. Apabila diagnosis sudah dikonfirmasi dan penyebab otitis media adalah infeksi bakteri maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk penanganannya.

Agar Si Kecil terhindar dari otitis media maka Bunda harus menjaga agar ia tidak terkena pilek. Wah, rasanya, kok, mustahil, ya? Tenang, Bunda tetap bisa mencegah Si Kecil tertular pilek dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Jauhkan Si Kecil dari orang-orang yang sedang sakit
  • Biasakan keluarga, terutama Si Kecil, mencuci tangan setiap kali selesai beraktivitas
  • Cukupi kebutuhan nutrisinya dengan memberikan Si Kecil makanan yang bervariasi. Jangan lupa untuk menambahkan nutrisi yang mengandung nukleotida serta laktoferin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi seperti pilek.

Tak hanya 3 kiat di atas, Bunda juga bisa mengajarkan etika batuk dan bersin pada Si Kecil yaitu dengan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin menggunakan tisu sekali pakai atau siku bagian dalam. Ini akan membantu memutus rantai penularan batuk dan pilek di lingkungan Si Kecil.

Milestone Lainnya