Temukan Nutrisi Penunjang Kecerdasan Si Kecil di Sini

Oleh: Morinaga Platinum

Tentunya sudah menjadi harapan tiap orangtua anaknya tumbuh menjadi pribadi yang aktif, sehat, dan cerdas. Agar sel-sel otak berkembang optimal selain pola pengasuhan yang baik dan stimulasi yang sesuai usia dari lingkungan, dibutuhkan pula nutrisi yang tepat.

Sel otak dan saraf berkembang sangat pesat dalam 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil atau dikenal juga dengan istilah periode emas. Olehnya, Ayah dan Bunda harus pastikan kebutuhan nutrisinya selalu terpenuhi dengan zat gizi yang tepat. Tak hanya pada periode emas saja, makanan bergizi harus terus diberikan karena ketika Si Kecil memasuki usia sekolah perkembangan otaknya meningkat tajam. Pemberian nutrisi tepat dapat menunjang fungsi otak, memori, dan konsentrasi anak.

Menurut Bethany Thayer, MS, RD, ahli gizi di Detroit, Amerika Serikat yang juga bertindak sebagai juru bicara American Dietetic Association (ADA), otak adalah organ tubuh yang selalu lapar. Otak juga merupakan organ tubuh yang pertama kali menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu, Bunda harus detail memersiapkan menu makanan Si Kecil. Pastikan makanannya sarat akan gizi. Beberapa jenis nutrisi yang baik untuk perkembangan otak antara lain:

Kolin

Kolin adalah salah satu kelompok dari vitamin B yang penting bagi fungsi otak. Kolin memainkan peranan yang penting dalam pembentukan memori pada Si Kecil, karena merupakan salah satu komponen esensial dalam pembentukan selubung sel. Tidak hanya itu, kolin berperan penting sejak pembentukan otak janin dalam kandungan, yang dapat mempengaruhi kemampuan Si Kecil untuk belajar dan menyimpan memori kelak. Karena fungsinya tersebut, kolin sering disebut sebagai “vitamin memori”.

National Academy of Sciences, Amerika Serikat merekomendasikan kebutuhan harian kolin Si Kecil berdasarkan kelompok usia, yaitu:

200 mg untuk anak usia 1-3 tahun

250 mg untuk anak usia 4-9 tahun

375 mg untuk anak usia 9-13 tahun

440 mg untuk anak perempuan usia 14-18 tahun

550 mg untuk anak laki-laki usia 14-18 tahun

Menyajikan makanan yang kayak kolin tidak sulit, kok, Bunda. Kolin banyak ditemukan dalam beragam jenis makanan antara lain kuning telur, kacang kedelai, gandum, daging sapi, daging ayam, hati, kembang kol, susu, kacang, kentang, dan tomat. Satu buah kuning telur mengandung kurang lebih 112 mg kolin dan 2 sendok makan selai kacang mengandung 20 mg kolin.

Asam Lemak Esensial

Situs foodforthebrain.org melansir bahwa 60 persen bobot otak terdiri dari lemak. Jadi jangan heran jika defisiensi jenis lemak tertentu bisa berdampak negatif bagi kecerdasan dan perilaku Si Kecil. Apa saja asam lemak yang dibutuhkan oleh otak agar bekerja optimal?

Asam lemak esensial adalah jenis asam lemak yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, oleh karena itu hanya bisa didapat dari makanan dan suplemen. Asam lemak ini memiliki fungsi penting dalam pertumbuhan sel saraf dan otak.

Asam lemak esensial terdiri dari dua jenis, yaitu omega-6 (asam linoleat) dan omega-3 (asam linolenat). Omega-6 terdapat pada minyak sayur, seperti minyak jagung, minyak kacang kedelai, minyak biji bunga matahari, serta kacang dan biji-bijian.

Sementara itu omega-3 terdiri dari tiga jenis asam lemak, yaitu asam alfa linolenat (ALA), asam dokosaheksaenoat (DHA), dan asam eikosapentaenoat (EPA). ALA terdapat banyak di dalam tumbuhan, seperti biji rami, kacang kenari, dan kacang kedelai. Sementara itu, DHA dan EPA terdapat terutama pada ikan laut, seperti salmon, makarel, dan sarden.

Bagi ibu hamil, omega-3 berperan dalam perkembangan dan kebutuhan gizi bagi janin. Konsumsi asam lemak essesial oleh ibu hamil akan berdampak pada berat badan janin dan juga ukuran (panjang) badan janin yang dikandungnya. Defisiensi asam lemak esensial pada awal kehamilan dapat mengganggu kesehatan perkembangan plasenta dan akibat selanjutnya mengganggu perkembangan janin dan saraf.

Berikut adalah saran asupan harian:

Usia 1-3 tahun: 7 gram omega-6 dan 700 mg omega-3

Usia 4-8 tahun: 10 gram omega-6 dan 900 mg omega-3

Sebagai contoh, berikut adalah kandungan omega-3 dalam bahan makanan sehari-hari:

1 sendok teh minyak jagung/canola mengandung 411 mg

1 butir telur: 100 mg

114 gram tahu: 300 mg

28 gram salmon: 425 mg

Contoh kandungan omega-6 dalam bahan makanan sehari-hari:

1 sendok teh minyak biji bunga matahari: 3 gram

1 sendok teh minyak jagung: 2,4 gram

1 sendok teh minyak kacang kedelai: 2,3 gram

Zat Besi

Zat besi merupakan mineral penting yang dapat membantu anak agar selalu berenergi dan berkonsentrasi di sekolah. Kekurangan zat besi diketahui sebagai penyebab dari menurunnya fungsi kognitif, kemampuan berbahasa, dan perkembangan motorik dari anak. Itulah alasannya mengapa Bunda harus pastikan untuk mencukupi kebutuhan zat besi Si Kecil dengan menyajikan daging sapi, hati, kacang hitam, tomat, paprika, bayam, brokoli, dan stroberi.

Berikut adalah angka kecukupan harian zat besi bagi anak:

Usia 1-3 tahun: 7 mg

Usia 4-8 tahun: 10 mg

Ternyata menyiapkan makanan penunjang kecerdasan Si Kecil tidak sesulit yang dibayangkan. Banyak bahan makanan kaya akan nutrisi yang dibutuhkan otak untuk berkembang yang bisa Bunda olah. Jangan lewatkan masa penting pertumbuhan Si Kecil karena masa ini tidak akan terulang lagi.

Milestone Lainnya