Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Salah satu kemampuan Si Kecil yang banyak dinanti Ayah dan Bunda adalah ketika ia mengucapkan kata pertamanya. Tetapi bagaimana jika Si Kecil tidak kunjung mengeluarkan sepatah kata pun? Meski kenyataannya linimasa tumbuh kembang anak berbeda satu dengan yang lainnya namun keterlambatan yang terjadi dalam pencapaian suatu kemampuan penting seperti berbicara bisa membuat Bunda was-was. Lalu, bagaimana caranya tahu ciri-ciri Si Kecil yang memiliki keterlambatan dalam berbicara?

Untuk mengetahui apakah Si Kecil mengalami terlambat bicara atau tidak, sebaiknya Bunda kenali dulu tahapan perkembangan bicara normal pada anak:

Usia 0-6 bulan

Saat lahir, Si Kecil hanya bisa menangis untuk menyatakan keinginannya. Pada usia 2-3 bulan, ia mulai mendengarkan suara Bunda dengan seksama, melihat wajah Bunda saat Bunda berbicara, dan juga merespons jika mendengarkan musik. Lalu kemampuan Si Kecil berkembang, ia dapat bersuara sederhana seperti ‘aaah’ dan ‘uuuh’ yang dikenal dengan istilah cooing. Ia juga akan mulai bereksperimen dengan membuat suara-suara aneh. Begitu memasuki usia 6 bulan, ia akan mulai mengasah kemampuan berbicara dengan mengatakan satu suku kata, seperti ‘ma-ma’ atau ‘pa-pa’. Ia juga sudah bisa memberikan respons ketika namanya disebut.

Usia 6-12 bulan

Pada usia ini, Si Kecil mulai mengerti nama orang dan benda serta konsep dasar seperti ya, tidak, atau habis. Ia akan mulai babbling dengan intonasi atau nada bicara seperti Ayah dan Bunda. Ia juga semakin mantap mengucapkan kata sederhana seperti mama atau papa meskipun belum paham artinya. Mulai usia 9 bulan, Si Kecil sudah bisa mengerti beberapa perintah sederhana, misalnya “Lihat itu.” Ia juga akan mulai menggunakan isyarat jika menginginkan sesuatu. Saat ulang tahunnya yang pertama, Si Kecil akan mengerti kira-kira 70 kata.

Usia 12-18 bulan

Pada usia ini, Si Kecil sudah bisa berkata 3-6 kata dengan memahami artinya. Dapat mengangguk atau menggelengkan kepala saat ditawarkan sesuatu. Ia akan mulai membeo, mengikuti kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya. Tapi seringkali hanya diucapkan bagian depan atau belakangnya saja, misalnya “num” untuk “minum”.

Usia 18-24 bulan

Si Kecil akan mengalami lonjakan bicara. Ia akan mampu berbicara satu kalimat sederhana yang terdiri dari setidaknya dua kata. Sebanyak 50% kata-katanya sudah dapat dimengerti pada usia 2 tahun.

Waspadai jika Si Kecil mengalami salah satu dari kondisi berikut:

  • Tidak menoleh jika dipanggi namanya dari belakang saat usia 6 bulan, serta tidak ada babbling di usia tersebut.
  • Tidak menunjukkan ekspresi wajah hingga usia 12 bulan. Tidak bisa menunjuk apa yang ia inginkan pada usia 12 bulan.
  • Tidak bisa berkata apa pun hingga usia 16 bulan.
  • Tidak ada kata yang dimengerti saat anak berusia 2 tahun.

Keterlambatan bicara bisa disebabkan oleh beberapa hal:

  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan pada otak
  • Gangguan pada organ mulut sehingga Si Kecil sulit melafalkan kata-kata

Apabila Bunda mencurigai Si Kecil mengalami keterlambatan bicara, segera berkonsultasi kepada dokter spesialis anak. Pemeriksaan yang dilakukan mungkin membutuhkan pendekatan dari beberapa disiplin ilmu kedokteran misalnya dokter THT dan psikolog anak. Pemeriksaan sejak dini akan menentukan penanganan yang akan ditempuh agar kemampuan bicara dan bahasa Si Kecil bisa dimaksimalkan.

Milestone Lainnya