Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Begini Tahapan dan Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Morinaga Platinum ♦ 14 April 2022

Orang tua perlu mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal. Apalagi di era serba instan seperti sekarang, dimana gaya hidup masyarakat pun mulai berubah. Sangat penting untuk memahami proses mengoptimalkan pertumbuhan fisik juga perkembangan motorik Si Kecil. Tentunya dengan penyesuaian terhadap kondisi seperti sekarang. 

Tahapan Tumbuh Kembang Anak Berdasarkan Usia

Agar bisa mengetahui bagaimana cara optimal dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil maka dibutuhkan pengetahuan yang memadai. Bunda harus memahami seperti apa tahap pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil berdasarkan usianya. Berikut ini adalah tahapan tumbuh dan kembang anak sesuai usia:

Usia 0-1 tahun

Di awal kehidupannya, Si Kecil mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu, ia membutuhkan stimulasi yang tepat agar tumbuh kembangnya berjalan dengan optimal.  Namun, perlu diketahui dulu bahwa setiap anak akan menunjukkan proses pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda.

 

Si Kecil akan mulai duduk tegap tanpa bantuan, merangkak, berdiri, juga berjalan. Selain itu, pada usia ini Si Kecil juga sudah bisa mengenali orang-orang yang ada di sekitarnya. Kemampuannya dalam berbicara juga semakin berkembang meskipun baru mulai 1 hingga 2 kata saja. 

Usia 1-3 tahun

Memasuki usia 1 tahun, perkembangan Si Kecil akan jauh lebih pesat. Ia mulai mengenal lebih banyak hal dan kemampuannya semakin bertambah. Si Kecil sudah bisa berjalan, berlari, melompat, dan lain sebagainya. Selain itu, ia juga sudah mulai bisa mengontrol dan menunjukkan emosi dalam dirinya. 

 

Memasuki usia 1 sampai 3 tahun, biasanya Si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda suka tantrum dan sering mengamuk. Ini disebabkan oleh perkembangan emosinya yang semakin matang. Ia semakin paham terhadap hal yang diinginkan dan berusaha untuk memperjuangkan keinginan tersebut. 

 

Mulai menginjak usia 2 tahun ke atas, Si Kecil bisa mulai diperkenalkan dengan huruf dan angka. Ini akan sangat membantunya untuk bisa mengembangkan keterampilan membaca dan menulis secara optimal. Pada tahap ini badan Si Kecil juga semakin bertambah tinggi sehingga bisa Bunda pantau melalui grafik pertumbuhan IDAI. 

Usia 3-12 tahun

Lepas dari usia 3 tahun, Si Kecil akan terus tumbuh semakin besar dan tinggi. Kemampuan kognitifnya juga semakin berkembang sehingga ia akan semakin pandai mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Di tahap ini Bunda harus terus memberikan pendampingan kepada Si Kecil serta tidak memaksakan keinginan orang tua kepada anak. 

 

Memasuki usia sekolah Si Kecil juga akan terus bertumbuh dan berkembang hingga masuk usia sekolah. Masa-masa ini mungkin akan berlalu dengan begitu cepat tanpa Bunda sadari. Namun, orang tua tak boleh mengabaikannya begitu saja. Dibutuhkan pendampingan yang optimal agar Si Kecil bisa terus berkembang serta bertumbuh ke arah yang positif. 

 

Pemantauan perkembangan Si Kecil mulai dari usia 0 - 12 tahun harus dilakukan secara cermat. Sebagai orang tua, Bunda perlu memberikan dukungan optimal agar Si Kecil bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Orang tua juga harus mengemban tugas baru, yakni mengajari kebiasaan baik yang berlaku di lingkungan sekitar kepada Si Kecil agar terhindar dari perilaku menyimpang.

Baca juga: Kenali Tahap Tumbuh Kembang Anak & Gangguan yang Perlu Diwaspadai

Indikator Tumbuh Kembang Anak

Agar bisa mengetahui apakah Si Kecil bertumbuh dan berkembang dengan lancar, maka Bunda perlu tahu apa saja indikatornya. Tinggi dan berat badan menjadi indikator utama dalam proses pertumbuhan. Sejak usia 0 bulan, Si Kecil perlu dibawa ke posyandu sehingga bisa terus dipantau pertambahan bobot tubuh juga tinggi badannya. 

 

Sebagai referensi, berikut ini merupakan beberapa indikator pertumbuhan bayi di 1 tahun pertamanya yang dilansir dari Pregnancy Birth and Baby:

  • Panjang badan naik 50% dari ukuran ketika si kecil lahir.
  • Berat badan naik hingga tiga kali lipat berat badan ketika lahir.
  • Lingkar kepala mengalami kenaikan sekitar 10 cm.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Si Kecil

Setiap anak bisa mengalami pertumbuhan juga perkembangan yang berbeda. Proses tumbuh kembang Si Kecil ternyata memang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak:

1. Asupan nutrisi

Nutrisi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Dengan nutrisi yang cukup, maka tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal. 

 

2. Pengaruh lingkungan

Lingkungan ternyata juga memberikan dampak yang besar terhadap tumbuh kembang anak. Jika anak tumbuh di lingkungan yang baik, maka seluruh perkembangan anak akan lebih optimal, baik dari segi fisik maupun mental. 

3. Jenis kelamin

Perkembangan anak juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Umumnya, anak laki-laki lebih cepat berjalan ketimbang bicara. Sebaliknya, anak perempuan akan lebih dulu bisa bicara ketimbang berjalan. Meskipun demikian, hal ini juga tergantung dari stimulasi dan pola asuh orang tua.

 

4. Keluarga

Pola asuh serta stimulasi yang diberikan oleh orang tua dalam keluarga, secara tidak langsung juga berdampak pada tumbuh kembang anak. Jika keluarga memberikan stimulasi sesuai dengan usia, maka Si Kecil akan memiliki perkembangan yang baik.

 

Jadi, jangan pernah menyamakan pertumbuhan dan juga perkembangan Si Kecil satu sama lain. Setiap anak bisa menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Tidak perlu saling membandingkan apalagi menjelekkan. Tetap berikan dukungan terbaik bagi Si Kecil agar bisa menunjukkan grafik perkembangan yang optimal sesuai tahap usia. 

 

Jika anak mengalami keterlambatan perkembangan, maka bisa dilihat kembali faktor apa yang berpengaruh. Konsultasi dengan dokter juga bisa jadi solusi apabila memang Bunda merasa sudah sangat cemas pada perkembangan Si Kecil. Kuncinya sabar dan ikuti saja proses yang dilalui Si Kecil serta jangan menuntut terlalu banyak di luar kemampuannya. 

Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Sebagai orang tua, sangat penting bagi Bunda untuk mengetahui berbagai gangguan tumbuh kembang anak. Dilansir dari Mayo Clinic, terdapat beberapa contoh gangguan pertumbuhan yang sering terjadi, antara lain:

1.Si Kecil terlambat berjalan

Dalam kondisi normal, ketika sudah menginjak usia 8 bulan ke atas seharusnya Si Kecil sudah menunjukkan usaha untuk mulai belajar berjalan. Bunda perlu khawatir jika Si Kecil belum juga berjalan ketika menginjak usia 24 bulan.

2. Speech delay 

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan Si Kecil mengalami speech delay atau gangguan keterlambatan bicara. Misalnya seperti kurangnya dorongan atau stimulasi dari orang tua, kelainan organ bicara, atau terlalu banyak memberikan akses ke televisi atau gadget.

3. Gangguan spektrum autisme

Tanda-tanda atau gejala dari gangguan autisme kerap kali muncul pada masa tumbuh kembang anak. Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, GSA (gangguan spektrum autisme) adalah kondisi kelainan otak dimana Si Kecil menjadi sulit untuk bicara maupun berinteraksi, sulit memahami situasi, hingga menunjukkan tindakan emosi yang berlebihan. 

4. Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD)

Gangguan Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) biasanya muncul selama masa kanak-kanak, kemudian bertahan sampai Si Kecil tumbuh dewasa. ADHD adalah kondisi dimana Si Kecil mengalami gangguan pada otak yang tidak bisa bekerja seperti seharusnya. 

 

Berdasarkan keterangan Center for Disease Control and Prevention (CDC) penderita ADHD memiliki kecenderungan untuk menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

 

  • Sulit untuk fokus
  • Bicara berlebihan / Terlalu banyak bicara
  • Memiliki sifat tidak sabaran ketika menunggu giliran
  • Lebih suka menyendiri
  • Bandel ketika diberi arahan oleh orang lain
  • Sulit bermain dengan tenang

5. Bipolar

Bipolar adalah jenis gangguan tumbuh kembang anak yang berkaitan langsung dengan perubahan mood/perasaan, kemudian diiringi dengan perubahan tingkat aktivitas, energi, serta pola tidur yang tidak lazim.

Baca juga: Tanda Bahaya Gangguan Tumbuh Kembang Si Kecil

Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Meskipun dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun sebenarnya Bunda juga tetap punya andil besar dalam mengoptimalkan pertumbuhan Si Kecil. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan guna mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil:

  • Pastikan Asupan Nutrisi Tercukupi

Langkah paling penting dan utama dalam mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil adalah memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pastikan ia mendapatkan asupan nutrisi lengkap dan seimbang. Buat kombinasi menu makanan dari bahan-bahan yang kaya akan gizi. Jika perlu, Si Kecil juga bisa mengonsumsi vitamin sesuai dengan rekomendasi dokter.

  • Lakukan Permainan Menyenangkan

Cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah bermain bersama Si Kecil. Lakukan permainan yang bisa mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan. Minimalisir gadget dan ajak Si Kecil bermain di luar. Sediakan mainan-mainan edukatif yang bisa membantunya untuk belajar. Ada banyak sekali jenis permainan yang bisa dilakukan bersama Si Kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya. Misalnya dengan bermain puzzle alphabet, lego, atau stacking toys. 

  • Berikan Stimulasi

Adanya stimulasi dari orang tua juga sangat dibutuhkan dalam proses bertumbuh dan berkembang pada anak. Bunda sebaiknya memberi stimulasi secara rutin agar kemampuan Si Kecil semakin meningkat. Stimulasi ini bisa diberikan sesuai perkembangan di setiap tahap usia. Misalnya, ketika Si Kecil sudah masuk usia 9 bulan dan bisa berdiri tegak, maka bisa mulai distimulasi untuk berjalan. 

  • Biarkan Anak Bersosialisasi

Ajaklah Si Kecil untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Biarkan ia bermain dengan anak-anak lain seusianya. Hal ini akan sangat membantu Si Kecil untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan sesuai tahap usia. Hindari membatasi Si Kecil dalam berinteraksi. Sebagai orang tua, Bunda hanya perlu memberikan pendampingan atau pengawasan selama Si Kecil berinteraksi dengan lingkungan.

  • Penuhi Kasih Sayang

Anak yang mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tua akan lebih mudah untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal. Jadi, pastikan untuk selalu memberikan kasih sayang lebih kepada Si Kecil. Berikan apresiasi setiap kali ia mencapai tahap perkembangan yang baru. Ingat, hindari menuntut mereka untuk selalu menuruti apa yang Bunda inginkan ya!

 

Proses tumbuh kembang anak akan menjadi momen penting yang tak boleh dilewatkan. Orang tua sebaiknya terus memberikan dukungan dan mengawasi sampai mana grafik pertumbuhan serta perkembangan buah hati tercinta. Jika ada gangguan tumbuh kembang maka bisa segera dikonsultasikan pada ahlinya agar mendapat solusi yang tepat.  Semoga bermanfaat, Bun!

Lihat Artikel Lainnya