Sikapi Batuk pada Si Kecil dengan Bijak

Oleh: Morinaga Platinum

Batuk adalah kondisi yang umum dialami oleh Si Kecil. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna sehingga lebih rentan mengalami berbagai infeksi. Batuk sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala yang sifatnya melindungi tubuh. Secara alami, tubuh kita merespon adanya benda asing dalam paru-paru (seperti dahak atau debu) dengan batuk. Ini dimaksudkan agar benda asing itu keluar dan tidak menyumbat saluran pernapasan.

Meski dalam kebanyakan kasus yang terjadi, batuk dapat sembuh sendiri tetapi bukan berarti Bunda bisa menyepelekan gejala tersebut. Apa yang harus dilakukan saat Si Kecil batuk?

Perhatikan kapan Si Kecil mulai batuk

Ini penting diketahui agar dokter bisa memprediksi kemungkinan penyebab batuk. Berdasarkan masa berlangsungnya, batuk dibagi ke dalam dua jenis yaitu akut (di bawah 3 minggu) dan kronis (di atas 3 minggu). Batuk akut disebabkan oleh infeksi virus pada saluran napas bagian atas dan bawah. Sedangkan batuk kronis bisa menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius. 

Perhatikan karakteristik batuk

Bagaimana karakteristik batuk Si Kecil? Berdahak atau tidak? Apa warna dahaknya? Apakah batuk terdengar seperti menggonggong? Karakteristik batuk penting diketahui agar dokter dapat memprediksi penyebab batuk.

Adakah faktor pencetus batuk?

Biasanya batuk pada Si Kecil yang memiliki alergi atau asma disebabkan oleh adanya faktor pencetus, seperti debu, dingin, makanan tertentu, atau bulu hewan. Hindari faktor pencetus tersebut agar gejala batuk akibat alergi tidak kambuh lagi.

Cermati gejala lain yang menyertai batuk

Batuk sering kali diikuti oleh gejala lain, seperti pilek, nyeri saat menelan, demam, sesak napas, dan sebagainya. Penyebab utama batuk bisa ditentukan dari gejala-gejala lain yang menyertainya.

Ajarkan etika batuk pada Si Kecil

Batuk paling sering disebabkan oleh infeksi kuman yang mudah sekali menyebar. Untuk itu, Bunda harus mengajarkan Si Kecil untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu sekali pakai atau siku bagian dalam saat ia batuk. Biasakan juga agar Si Kecil memakai masker saat batuk. Ini akan mencegah penularan kepada anggota keluarga atau teman-temannya.

Istirahatkan Si Kecil dan berikan makan-minum yang cukup

Kurangi aktivitas Si Kecil, biarkan ia banyak istirahat dulu. Selain itu, cukupi kebutuhan nutrisinya dengan memberikannya makanan yang beragam terutama nutrisi yang mengandung laktoferin sehingga daya tahan tubuhnya meningkat. Asupan cairan hangat juga dapat membantu mengencerkan dahak yang menempel pada saluran pernapasan. Hal ini penting untuk proses penyembuhannya.

Penyebab batuk pada Si Kecil tidak hanya satu. Untuk mengetahuinya, dokter harus melakukan wawancara dan pemeriksaan menyeluruh. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab batuk. Bunda tidak harus berlebihan menanggapi batuk tetapi jangan juga menyepelekannya. Lakukanlah langkah-langkah di atas jika Si Kecil batuk untuk mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.

Milestone Lainnya