15 Jenis Imunisasi Pada Anak dan Waktu Pemberiannya

Morinaga Platinum ♦ 1 Agustus 2017

Imunisasi atau vaksinasi adalah cara medis mencegah penyakit menular yang diterapkan dengan memberikan vaksin sehingga seseorang resisten terhadap penyakit tersebut. Si Kecil akan diberikan vaksin yang berisi jenis bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan guna merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi di tubuhnya. Imunisasi berjasa dalam menurunkan dan menghilangkan berbagai penyakit menular seperti cacar monyet, pertusis, polio, campak dan lain-lain. 

Si Kecil yang mendapatkan imunisasi akan lebih kebal terhadap penyakit. Kalaupun sampai jatuh sakit, gejala yang ia rasa lebih ringan dibandingkan anak lain yang tidak mendapatkan imunisasi.

Setiap tahun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan jadwal imunisasi baru. Dan pada 2020 kemarin, IDAI mengeluarkan jadwal 15 jenis imunisasi yang harus diberikan kepada Si Kecil usia 0 sampai 18 tahun. Jenis imunisasi terus mengalami revisi sesuai dengan kondisi di lapangan. Apa saja imunisasi yang dibutuhkan Si Kecil agar ia mendapatkan perlindungan yang optimal dan bagaimana waktu pemberiannya? 

Simak di bawah ini:

1. DTP

Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak yang berumur lebih dari 7 tahun, dapat diberikan vaksin Td yang perlu dilakukan booster setiap 10 tahun. Apabila Si Kecil demam setelah melakukan vaksin DTP, simak artikel berikut ini untuk penanganannya: Cara Mengatasi Bayi Demam Setelah Imunisasi

2. BCG

Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, namun lebih baik bila diberikan pada umur 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin.

3. Polio

Vaksin polio oral (OPV-0) harus diberikan pada saat lahir atau saat bayi sudah pulang ke rumah. Vaksin polio selanjutnya (polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster) dapat diberikan dalam bentuk OPV yang diberikan lewat mulut atau IPV yang diberikan secara disuntikkan dalam otot. Namun, sebaiknya paling sedikit diberikan 1 dosis IPV.

4. Campak

Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan pada umur 24 bulan, apabila MMR sudah diberikan pada 15 bulan.

5. Hepatitis B

Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian vitamin K (untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K). Bila bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan juga immunoglobulin hepatitis B (HBIg) yang disuntikkan pada ekstremitas (tungkai) yang berbeda.

6. Pneumokokus (PCV)

  • Bila diberikan pada umur 7-12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan (ditambah booster pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)
  • Bila diberikan pada umur lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali (ditambah booster minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)
  • Bila diberikan pada anak di atas 2 tahun, cukup diberikan 1 kali

7. Rotavirus

  • Monovalen (vaksin yang menggunakan satu strain virus) diberikan 2 kali: Dosis pertama diberikan pada umur 6-14 minggu, dosis kedua harus diberikan minimal setelah 4 minggu (sebaiknya selesai sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu)
  • Pentavalen (vaksin yang menggunakan lima strain virus)  diberikan 3 kali: Dosis pertama diberikan pada umur 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga harus diberikan minimal setelah 4-10 minggu, dosis ketiga diberikan pada umur kurang dari 32 minggu

Itulah beberapa jenis imunisasi yang penting untuk diberikan kepada Si Kecil. Lalu bagaimana jika pemberian imunisasinya terlambat? Untuk mengetahui jawabannya, baca artikel berikut yuk: Jadwal Imunisasi Anak dan Manfaatnya

8. Varisela

Dapat diberikan setelah anak berumur 12 bulan (namun sebaiknya diberikan pada umur sebelum masuk sekolah dasar). Bila diberikan pada anak berumur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

9. Influenza

Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak berumur kurang dari 9 tahun, diberikan dua kali dengan interval minimal 4 minggu.

10. MR/MMR

Vaksin MR berfungsi untuk mencegah campak, sedangkan MMR bisa juga mencegah penyakit gondongan. Vaksin MR diberikan di usia 9 bulan. Pada usia 5 -7 tahun diberikan MR atau MMR.

11. JE

Vaksin Ensefalitis Jepang atau JE adalah vaksin yang memberikan Si Kecil perlindungan terhadap infeksi peradangan otak yang diakibatkan virus JE. Vaksin ini diberikan mulai umur 9 bulan dan dapat diberikan booster 1-2 tahun kemudian.

12. Hepatitis A

Vaksin Hepatitis A mencegah terjadinya infeksi virus Hepatitis A. Diberikan 2 dosis mulai umur 1 tahun, lalu dosis yang kedua diberikan dalam kurun waktu 6 sampai 12 bulan kemudian.

13. Tifoid

Vaksin Tifoid dilakukan untuk mencegah demam tifoid. Vaksin tifoid polisakarida diberikan mulai umur 2 tahun dan diulangi setiap 3 tahun.

14. Dengue

Vaksin dengue adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah demam berdarah. Vaksin ini diberikan pada anak usia 9 sampai 16 tahun.

15. Human Papiloma Virus (HPV)

Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Vaksin HPV bivalen (vaksin yang menggunakan dua strain virus) diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen  (vaksin yang menggunakan empat strain virus)  dengan interval 0, 2, 6 bulan.

Jadi, agar proses tumbuh kembang Si Kecil optimal selain memastikan asupan nutrisinya cukup dan mendapatkan stimulasi yang tepat, ia juga butuh perlindungan dari imunisasi. Untuk informasi lebih lanjut seputar imunisasi, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter atau pusat kesehatan terdekat.

Lihat Artikel Lainnya