Pemberian Susu Formula untuk Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

ASI adalah makanan terbaik untuk Si Kecil. Keunggulan ASI sebagai nutrisi Si Kecil telah banyak diteliti dan dibuktikan oleh dunia medis, ini alasannya WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif untuk Si Kecil hingga usianya 6 bulan yang kemudian dilanjutkan bersamaan dengan makanan pendamping ASI hingga usia Si Kecil berusia 2 tahun.

Tentunya Bunda ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Tetapi apa daya, ada beberapa keadaan yang membuat pemberian ASI tidak mungkin dilakukan karena kondisi Bunda atau pun Si Kecil. Misalnya apabila Bunda mengalami penyakit berat seperti eklampsia, kanker dan lain-lain. Pada Si Kecil, ada kondisi tertentu yang menyebabkan ia tidak bisa atau tidak cukup hanya mendapatkan ASI saja misalnya ia memiliki kelainan genetik di mana tubuhnya tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mencerna susu, contohnya galaktosemia (keadaan di mana tubuh tidak bisa mencerna satu jenis gula yang disebut galaktosa). 

Apabila kondisi Bunda atau Si Kecil menyebabkan pemberian ASI terhambat, dokter spesialis anak harus memeriksa kondisi dan melakukan penilaian apakah perlu diberikan susu formula.

Jika susu formula harus diberikan sebagai tambahan asupan, Bunda harus memerhatikan tata cara pembuatan dan pemberiannya agar manfaatnya bisa dirasakan maksimal.

Persiapan

Pastikan semua peralatan, seperti botol susu dan dot, dalam keadaan steril. Cuci bersih semua perlengkapan dengan air dan sabun kemudian sterilkan dengan menggunakan sterilizer. Bunda juga bisa mensteril perlengkapan tersebut dengan menuangkan air panas mendidih ke dalam botol dan dot kemudian diamkan selama 10 menit. Ini harus dilakukan agar tidak ada kuman pada perlengkapan Si Kecil.

Saat akan membuat susu, rebus air minum hingga mendidih. Tuangkan air tersebut ke dalam botol susu. Apabila masih terlalu panas, Bunda bisa campur dengan air minum yang bersuhu lebih dingin. Tuangkan susu bubuk dengan sendok takar yang tersedia dalam kemasan, sesuai dengan petunjuk. Susu dalam sendok takar harus dalam keadaan rata, bukan membubung.

Memberikan susu

Aduk hingga susu bubuk larut merata. Sebelum memberikannya pada Si Kecil, coba teteskan sedikit ke punggung tangan untuk memastikan suhunya tidak terlalu panas. Berikan susu dengan memosisikan bagian bawah botol susu lebih tinggi daripada dot agar dot selalu penuh susu. Ini dilakukan agar meminimalkan udara yang mungkin terisap oleh Si Kecil.

Susu formula biasanya diberikan tiap tiga jam sekali. Pada masa pertumbuhan cepat atau growth spurt Si Kecil akan meminta susu lebih sering. Apabila Bunda melihat tanda-tanda ia ingin menyusu, segera berikan padanya.

Seberapa banyak, sih, jumlah susu yang harus dikonsumsi Si Kecil per harinya? Simak panduannya berikut ini:

  • Pada hari ketiga Si Kecil hanya dapat meminum 30 ml susu sekali minum.
  • Sejak akhir minggu pertama hingga beberapa minggu setelahnya, umumnya Si Kecil sudah dapat meminum 60 ml susu dalam sekali minum.
  • Saat usianya 1-2 bulan, Si Kecil dapat mengonsumsi 75-100 ml susu. Dalam 24 jam ia dapat mengonsumsi susu sebanyak 450-735 ml.
  • Saat Si Kecil berusia 2-6 bulan, ia dapat meminum 100-210 ml dalam sekali minum. Perlu diingat ini sangat bervariasi untuk setiap individu.
  • Ketika usia mencapai 6 bulan, ia dapat meminum 210-240 ml sekali minum. Total susu yang dikonsumsi dalam 24 jam mencapai 900 ml.
  • Saat Si Kecil sudah diberikan makanan pendamping, jumlah susu yang diminumnya otomatis akan berkurang menjadi 600 ml dalam 24 jam.

Apabila pemberian susu formula adalah sebagai tambahan nutrisi, Bunda harus ingat bahwa itu hanya solusi sementara saja agar Bunda tetap semangat memberikan ASI makanan terbaik untuk Si Kecil.

Milestone Lainnya