Manfaat Protein untuk Otak Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Orangtua mana yang tidak ingin proses tumbuh kembang anaknya berjalan optimal sehingga Si Kecil tumbuh menjadi individu aktif, sehat, dan cerdas? Selain stimulasi tepat sesuai usia yang diberikan secara rutin, nutrisi seimbang juga dibutuhkan agar sel-sel otak dan saraf berkembang dengan optimal.

Salah satu zat gizi yang dibutuhkan agar perkembangan otak optimal adalah protein. Sebenarnya apa saja manfaat protein untuk otak Si Kecil? Simak penjelasannya di bawah ini:

Neurotransmitter

Otak yang cerdas artinya antar-sel otak terjadi hubungan atau komunikasi yang aktif. Koneksi antar-sel otak terjadi melalui neurotransmitter dan proteinlah zat yang menyusun neurotransmitter tersebut. Sebagai contoh, protein tryptophan membantu otak memproduksi neurotransmitter serotonin yang membantu mengontrol suasana hati, nafsu makan, dan pola tidur. Sedangkan protein tyrosine menunjang otak dalam produksi norepinefrin yang berperan dalam mengontrol detak jantung serta tekanan darah. Protein juga berperan dalam menjaga alur kerja neurotransmitter agar fungsi otak berjalan baik.

Protein meningkatkan kemampuan belajar Si Kecil

Asupan makanan kaya protein akan membantu Si Kecil berpikir jernih, lebih fokus dalam memproses informasi sehingga kemampuan belajarnya akan meningkat. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral and Brain Functions pada 2008 memerlihatkan bahwa anak-anak yang kurang asupan proteinnya memiliki skor IQ rendah, mempunyai masalah perilaku dan gangguan fungsi kognitif lainnya.

Seberapa banyak protein yang dibutuhkan otak Si Kecil untuk berkembang? Untuk Si Kecil yang berusia 6 bulan, jumlah yang direkomendasikan adalah 1,12 gram untuk setiap kilogram berat badannya. Seiring bertambahnya usia, kebutuhannya perlahan menurun. Untuk Si Kecil usia 10 tahun, kebutuhan proteinnya adalah 0,74 gram untuk tiap kilogram berat badannya.

Bunda bisa memenuhi kebutuhan protein Si Kecil dengan menyajikan makanan yang kaya protein baik hewani maupun nabati. Contoh protein hewani yang bisa diberikan antara lain telur, daging merah, susu dan produk olahannya, serta ikan. Sedangkan protein nabati bisa didapat dari kacang-kacangan seperti kacang kedelai, tahu, tempe dan kacang merah.

Sekarang Ayah dan Bunda jadi semakin menyadari pentingnya asupan protein dalam menu keseharian Si Kecil agar proses perkembangan otaknya optimal. Jadi, pastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi yang ia butuhkan agar bisa tumbuh menjadi individu yang sehat dan cerdas.

Milestone Lainnya