Manfaat Menjaga Asupan Kolin dan Zat Besi Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Ayah dan Bunda mana yang tidak ingin mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil? Proses tumbuh kembang Si Kecil sangat ditentukan oleh pemenuhan nutrisi baik dan juga stimulasi yang tepat sesuai usia. Meski demikian, masalah gizi bahkan gizi buruk masih menjadi masalah di banyak negara, termasuk Indonesia. Menurut Riset Dasar Kesehatan yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan pada 2013 lalu, angka balita kekurangan gizi di Indonesia ada 19.6% atau sekitar 4.6 juta jiwa.

Pembentukan kemampuan kognitif, motorik, dan komunikasi serta sosial anak merupakan proses yang berkelanjutan. Sinaps saraf akan semakin lengkap terhubung dengan dukungan nutrisi baik seimbang dan stimulasi tepat. Apakah Bunda sudah mengetahui nutrisi penting apa saja yang harus dikonsumsi Si Kecil agar pembentukan sarafnya maksimal?

The National Academy of Medicine secara resmi menyatakan bahwa kolin adalah zat gizi penting untuk tubuh pada 1998. Manfaat kolin antara lain adalah membantu fungsi sel otak serta berperan penting untuk perkembangan dan aktivitas otak secara menyeluruh. Saat Si Kecil masih dalam kandungan, ia akan mendapat asupan kolin dari Bunda, yang berguna untuk pembentukan otak dan memorinya. Kolin juga menurunkan risiko kelainan tabung neural pada janin serta menurunkan produksi homosistein (radikal bebas yang berbahaya untuk tubuh).

Pada 2014 lalu Bruce C. Kennedy, ahli neuroscience dari University of Minnesota, membuat penelitian terhadap dampak pemberian suplementasi kolin. Penelitian tersebut memerlihatkan bahwa pemberian suplementasi kolin selama masa kehamilan dan neonatus (0-28 hari) dapat meningkatkan memori jangka panjang. Bunda bisa mendapatkan kolin dari makanan seperti salmon, telur, daging ayam, daging sapi, dan hati ayam.

Nutrisi lain yang juga penting untuk tumbuh kembang Si Kecil adalah besi. Beberapa manfaat besi antara lain membentuk hemoglobin sebagai komponen sel darah merah dalam tubuh, mengatur hormon dalam aliran darah, menunjang fungsi otot, dan meningkatkan fungsi otak. Besi juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Jika kebutuhan tubuh akan besi tidak tercukupi, maka risiko terjadinya beberapa kelainan seperti anemia mikrostik (kondisi di mana kadar sel darah merah rendah akibat kekurangan zat besi di dalam tubuh), terganggunya perkembangan sinaps sel otak, gangguan kognitif, serta terhambatnya pembentukan selubung saraf akan meningkat.

Berikut adalah dosis rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk pemberian suplementasi zat besi Si Kecil, prioritas usia balita (0-5 tahun) terutama 0-2 tahun:

Usia

Dosis Besi Elemental

Lama Pemberian

0-2 tahun

2 mg/kg BB/hari

Usia 4 bulan-2 tahun, setiap hari

2-5 tahun

1 mg/kg BB/hari

2x per minggu selama 3 bulan berturut-turut, setiap tahun

Zat besi bisa didapat dengan menyajikan makanan yang terbuat dari daging merah, kuning telur, ikan, kacang-kacangan, atau hati ayam untuk Si Kecil. Bunda juga bisa memberikan susu atau makanan yang telah difortifikasi (ditambahkan) zat besi atau suplemen.

Dengan memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi seimbang yang cukup dan stimulasi tepat, Bunda telah mendukung proses tumbuh kembangnya agar berjalan optimal.

Milestone Lainnya