Kenali Risiko Menggunakan Baby Walker

Oleh: Morinaga Platinum

Ketika Si Kecil mulai memerlihatkan ketertarikan untuk menarik dirinya ke posisi berdiri, biasanya orangtua mulai menggunakan alat bantu yang dikenal dengan istilah baby walker. Alat bantu yang dimaksud berbentuk kursi dengan penyangga melingkar di sekeliling Si Kecil dengan roda di bawahnya. Harapannya, baby walker akan melatih gerakan motorik Si Kecil yang akan memicu dirinya lebih cepat berjalan.

Tetapi kini baby walker tidak banyak diminati lagi. Terutama setelah banyak riset atau data memerlihatkan bahayanya penggunaan alat bantu tersebut. Salah satunya adalah yang didasarkan pada data dari American Academy of Pediatrics (AAP). Tercatat sekitar 8800 Si Kecil berusia di bawah 15 bulan mengalami kecelakaan akibat penggunaan baby walker sehingga harus dirawat di unit gawat darurat. AAP kemudian melarang penggunaan baby walker sebagai alat bantu berjalan Si Kecil.

Sebenarnya apa saja risiko dari penggunaan baby walker?

  • Si Kecil bisa menggapai tempat yang lebih tinggi sehingga memiliki kesempatan untuk mengambil barang yang mungkin berbahaya untuk dirinya, misalnya gunting atau wadah berisi cairan panas
  • Si Kecil jatuh dan mengalami cedera kepala
  • Risiko patah tulang

Penggunaan baby walker juga tidak efektif membuat Si Kecil cepat berjalan. Ia malah jadi malas karena dengan hanya mendorong sedikit saja sudah bisa bergerak ke mana-mana karena adanya roda. Selain itu, baby walker hanya melatih otot betis saja padahal yang penting untuk Si Kecil berjalan adalah peranan otot paha dan pinggul. Dengan menggunakan baby walker, ia juga tidak bisa mempelajari keseimbangan tubuh.

Melihat beragam risiko penggunaan baby walker sebaiknya Bunda urungkan niat menggunakannya. Latih Si Kecil dengan mengajarkannya berjalan sambil memegang kedua tangannya. Biarkan ia bebas mengeksplorasi area bermainnya, tanpa disadari dengan berpegangan pada kaki meja atau kursi, ia belajar berdiri dan kesimbangan. Lalu tak lama, setelah kakinya kuat, ia akan berjalan.

Bermain juga merupakan salah satu cara menstimulasi Si Kecil untuk berjalan. Misalnya dengan bermain lempar-tangkap. Meski ia masih merangkak saat ingin menggapai benda yang Bunda lempar tetapi lambat laun ia akan tertantang untuk melakukan sesuatu yang lebih. Untuk ide permainan kreatif lain yang bisa membantu mengembangkan kemampuan motorik, Bunda bisa mengakses Morinaga Multiple Intelligence Play Plan.

Agar Si Kecil tidak bosan, cari beberapa permainan berbeda yang tidak hanya menstimulasi kemampuan motoriknya saja dan buat rencana bermain. Ini akan membantu Bunda mengasah seluruh potensi Si Kecil hingga optimal.

Selamat berlatih!

Milestone Lainnya