Kenali Bermacam Gangguan Pertumbuhan Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Mungkin Bunda sering mendapat komentar mengenai pertumbuhan Si Kecil. Tak jarang orang membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Teman sebaya Si Kecil tampak lebih tinggi dibandingkan dirinya. Apakah ada yang salah? Bisa ya, bisa juga tidak. Anak memang tubuh dengan kecepatan masing-masing. Beberapa anak mungkin tumbuh lebih lambat karena faktor keturunan, sementara sebagian lainnya memang memiliki gangguan pertumbuhan yang sesungguhnya.

Salah satu masalah sering yang dikhawatirkan Ayah dan Bunda adalah gangguan pertumbuhan. Hal tersebut bisa membuat Si Kecil tidak mencapai tinggi, berat, dan kematangan seksual secara normal. Beberapa hal yang dapat memengaruhi pertumbuhan Si Kecil antara lain nutrisi, genetik, dan hormon. Apa saja gangguan yang dapat timbul masa pertumbuhan? Simak berikut ini:

Gagal Tumbuh

Apabila berat badan dan tinggi badan Si Kecil terus menerus terlihat lebih lambat dibandingkan usianya, maka patut dicurigai ia mengalami gagal tumbuh. Kondisi ini umumnya terjadi pada batita. Gagal tumbuh sering kali disebabkan oleh nutrisi yang tidak baik atau gangguan makan. Namun, juga bisa diakibatkan oleh infeksi dan gangguan pencernaan.

Kelainan Genetik

Banyak kondisi genetik yang bisa menjadi penyebab gangguan pertumbuhan, antara lain:

  • Sindrom Down. Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan kromosom 21. Si Kecil dengan sindrom ini memiliki fitur wajah khas, termasuk hidung datar, lidah menonjol keluar, telinga kecil, dan mata sipit dengan sudut tengah mata membentuk lipatan.
  • Sindrom Turner. Kondisi ini terjadi karena kromosom X yang abnormal, oleh karenanya terjadi pada anak perempuan. Selain perawakan pendek, anak perempuan yang mengalami sindrom ini biasanya mengalami keterlambatan perkembangan seksual.
  • Sindrom Marfan. Sindrom ini merupakan kelainan genetik yang membuat seseorang terlihat tinggi dengan tangan dan kaki yang panjang. Gangguan jantung dan mata seringkali menjadi kondisi yang menyertai sindrom ini.
  • Akondroplasia. Akondroplasia merupakan suatu kondisi yang paling sering menyebabkan gagal tumbuh dan perawakan pendek (kerdil). Akondroplasia diakibatkan oleh gangguan genetik pada tulang dan jaringan ikat yang terjadi sejak di kandungan. Si Kecil dengan akondroplasia memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional; lengan dan kaki terlihat pendek meski ukuran badan normal, serta kepala sedikit besar dengan kening yang menonjol. Tinggi maksimal orang yang mengalami kondisi ini hanya sekitar 1.2 meter.

Gangguan Hormon

Gangguan pada hormon tiroid yang menyebabkan kondisi hipotiroidisme dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Pada kondisi hipotiroidisme, kelenjar tiroid gagal menghasilkan hormon tiroid yang cukup bagi tubuh, sehingga pertumbuhan Si Kecil terlihat sangat lambat.

Meski Si Kecil akan tumbuh dan berkembang dengan kecepatannya sendiri, bukan berarti Bunda tidak perlu mengamatinya. Apabila Bunda merasa khawatir dengan tumbuh kembang Si Kecil, diskusikan dengan dokter spesialis anak agar bisa segera didapatkan solusinya. Penanganan secara dini akan membuat gangguan pertumbuhan yang dimiliki Si Kecil bisa diatasi dengan baik. 

Milestone Lainnya