Kapan ke Dokter Jika Si Kecil Diare dan Demam?

Oleh: Morinaga Platinum

16 September 2020

Gangguan kesehatan yang rentan dialami Si Kecil adalah gangguan pada pencernaan, salah satunya yakni diare. Berdasarkan data dari Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, prevalensi diare pada anak usia 1-4 tahun berada pada angka 12,8% dan 10,6% anak usia di bawah 1 tahun di Indonesia. Pengertian diare adalah frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan biasanya (lebih dari tiga kali sehari) dengan konsistensi tinja atau feses yang lunak dan cenderung encer.

 

Penyebab Diare pada Anak

Diare menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak pada balita. Sekitar 780.000 anak setiap tahunnya menjadi korban. Penyebab diare akibat infeksi virus adalah yang paling sering ditemui. Diare yang disebabkan oleh infeksi virus dapat memicu munculnya demam, nyeri perut, mual, turunnya nafsu makan, dan dehidrasi.

Terdapat banyak kasus anak demam dan diare. Anak demam dan diare umumnya disebabkan oleh infeksi rotavirus. Munculnya demam karena tubuh melawan infeksi yang sedang terjadi di dalam tubuh. Perlu Bunda cermati bahwa tingginya suhu demam tak bisa dijadikan acuan untuk tingkat keseriusan penyakit yang diderita.

Penyebab diare lainnya pada Si Kecil dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri, parasit, malnutrisi, keracunan makanan, alergi makanan, penyakit radang usus, penyakit celiac, dan penyakit Crohn.

Kebanyakan kasus diare bisa sembuh dengan sendirinya. Diare pada Si Kecil biasanya berlangsung sekitar 5-7 hari. Namun, bukan berarti Bunda menjadi tidak waspada. Bunda harus melakukan tindakan agar penyakit tersebut tidak bertambah parah karena daya tahan tubuh Si Kecil masih belum sekuat orang dewasa.

 Baca juga: Kiat Asupan Nutrisi Tambahan untuk Daya Tahan Tubuh Si Kecil

 

Perawatan anak demam dan diare di rumah:

Anak demam dan diare memerlukan perhatian khusus agar terhindar dari resiko diare yang semakin parah, berikut hal yang harus Bunda perhatikan jika Si Kecil mengalami demam dan diare:

 

  • Perbanyak asupan cairan

 

Cukupi kebutuhan cairan Si Kecil dengan banyak minum air putih agar ia terhindar dari dehidrasi, terlebih jika Si Kecil mengalami demam disertai diare. Sebaiknya, Bunda tidak memberikan jus buah saat Si Kecil diare, karena dapat membuat Si pencernaan Si Kecil semakin tidak nyaman. Hindari memberikan jus buah pada Si Kecil saat ia diare karena dapat membuat kondisi tersebut semakin parah. Pemberian larutan rehidrasi oral (oralit) atau dapat melalui injeksi maupun infus. Selain oralit, Bunda bisa memberikan larutan air dengan campuran gula dan garam sebagai penanganan darurat pengganti oralit.

 

  • Makanan

 

Pada saat diare, Si Kecil harus tetap makan. Bunda bisa memberikan bubur untuk Si Kecil  atau makanan berkuah hangat, atau Bunda juga dapat memberikan alternatif makanan untuk anak diare lainnya, seperti “BRAT: Bread, Rice, Applesauce, Toast” yaitu roti tawar, nasi putih, apel, dan roti panggang.

 

Kapan harus bawa Si Kecil ke dokter saat diare?

Bila saat ini Si Kecil berusia di bawah 5 tahun, lalu mengalami diare disertai demam lebih dari 40,5° Celsius, atau Si Kecil berusia kurang dari enam bulan dan mengalami diare disertai demam hingga 38° Celsius, segera bawa ia ke dokter, karena kondisi tersebut berpotensi tinggi membuat Si Kecil mengalami dehidrasi.

Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan. Gejalanya antara lain pusing, badan lemas, wajah pucat dan bibir kering. Dehidrasi berlebih dapat membuat paru-paru menjadi syok dan menimbulkan stres pada jantung, hal ini bisa menyebabkan kematian.

Bawa Si Kecil ke dokter jika ditemukan gejala diare ini:

  • Mengalami diare lebih dari tiga hari
  • Mengalami diare disertai demam
  • Muntah kehijauan atau kekuningan
  • Muntah lebih dari tiga kali
  • Si Kecil menolak minum atau makan
  • Tidak buang air kecil selama 6-12 jam
  • Buang air besar disertai darah
  • Terdapat nyeri perut lebih dari dua jam
  • Terdapat ruam kemerahan di kulit
  • Kulit tidak elastis ketika dicubit
  • Urin berwarna kuning pekat

Diare dan demam tidak selalu menjadi sinyal pasti Si Kecil dalam bahaya. Namun, kondisi tersebut tidak bisa disepelekan. Apabila Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa ia ke dokter agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.

 

Jaga Kesehatan Saluran Pencernaan Si Kecil

Agar saluran pencernaan Si Kecil terjaga kesehatannya, Bunda harus memastikan agar makanan dan minuman yang ia konsumsi bersih serta mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Bunda bisa memilih produk yang mengandung probiotik Bifidobacterium longum BB536 yang berfungsi untuk meningkatkan penyerapan nutrisi dan mencegah infeksi saluran napas, Bifidobacterium breve M-16V untuk mencegah diare dan infeksi saluran cerna, Bifidobacterium infantis M-63 untuk mengurangi gejala alergi dan meningkatkan penyerapan nutrisi, serta prebiotik GOS.

Kombinasi tiga bakteri baik tersebut akan membuat pencernaan Si Kecil lebih kuat sehingga tidak rentan diare serta mengalami sembelit. Tak hanya itu saja, penyerapan nutrisi pun akan lebih maksimal. Pilih juga asupan yang mengandung prebiotik GOS untuk Si Kecil. Kandungan prebiotik GOS dapat membantu meningkatkan populasi bakteri baik dalam saluran cerna, jadi kesehatan saluran cerna Si Kecil lebih optimal.

 

 Baca juga: Pencernaan Sehat: Awal Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil

 

Bunda bisa memberikan Si Kecil susu Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus untuk mendapatkan segala kebaikan dari tiga bakteri baik dan prebiotik GOS. Susu pertumbuhan ini juga mengandung sinergi nutrisi, prebiotik GOS dan probiotik Triple Bifidus untuk mendukung Faktor Pertahanan Tubuh Ganda, Faktor Kecerdasan Multitalenta dengan kandungan AA dan DHA-nya yang berperan untuk mempercepat daya tangkap, serta Kolin untuk memperkuat daya ingat. 

Terdapat pula kandungan Nukleotida dan Zinc yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Semakin lengkap dengan 9 vitamin dan 5 mineral yang mudah diserap tubuh sebagai pendukung Faktor Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil.

Nah, Bun, demam dan diare bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih agar mengurangi risiko penularan terhadap penyakit, maka kesehatan Bunda dan Si Kecil akan lebih terjaga. Jangan lupa untuk membiasakan Si Kecil mencuci tangan tiap kali selesai beraktivitas ya, Bun. Periksakan juga kesehatan keluarga secara rutin untuk mengetahui informasi kesehatan terkini.

Salam sehat selalu untuk Bunda dan Si Kecil. :)

Milestone Lainnya