Dampak Negatif Kurang Gizi untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Asupan gizi buruk pada 1000 hari pertama kehidupan, sejak pembuahan di dalam rahim hingga Si Kecil berusia 2 tahun, dapat membuat Si Kecil mengalami gangguan kesehatan, baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang. Di Indonesia sendiri kasus gizi buruk tercatat masih banyak terjadi. Data Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013 memerlihatkan prevalensi gizi buruk pada balita di Indonesia adalah sebanyak 19.6 persen.

Badan kesehatan dunia, WHO, merekomendasikan pemberian ASI eksklusif untuk Si Kecil yang baru lahir hingga ia berusia 6 bulan. Menurut tulisan yang dipublikasikan situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI dapat mencegah kurang gizi karena mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan Si Kecil dengan tepat.

Pada saat Si Kecil berusia 6 bulan, ia tetap bisa diberikan ASI hingga usia 2 tahun dengan diselingi Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang diberikan dalam jumlah dan tekstur yang disesuaikan dengan usia serta kemampuan Si Kecil. Di atas usia 2 tahun, Si Kecil tetap harus mendapatkan asupan bergizi tinggi hingga ia tumbuh besar karena proses tumbuh kembang akan berjalan optimal apabila kebutuhan gizi dan stimulasinya terpenuhi dengan baik.

Apa yang akan terjadi apabila Si Kecil tidak mendapatkan asupan gizi yang ia butuhkan? Si Kecil akan berisiko mengalami kurang gizi atau malnutrisi. Gejala kurang gizi antara lain berat dan tinggi badan tidak sesuai dengan usia Si Kecil serta mengidap penyakit yang disebabkan oleh defisiensi gizi tertentu.

Mengapa kurang gizi bisa terjadi? Penyebabnya ada beberapa faktor antara lain kemiskinan, politik, perubahan iklim, penyakit, kebersihan air, sanitasi yang buruk dan lain-lain. Lantas, apa saja, sih, dampak buruk dari kurang gizi? Simak penjelasannya di bawah ini:

Kemampuan motorik mengalami keterlambatan

Si Kecil yang mengalami kurang gizi berarti tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup sebagai sumber energi. Ini artinya ia berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kemampuan motorik.

Daya tahan tubuh menurun

Kurang gizi tentunya berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh sehingga Si Kecil rentan terkena beragam penyakit. Apabila terjadi, tumbuh kembang Si Kecil bisa terhambat. Penyakit yang muncul jika tidak segera diatasi hingga tuntas bisa berakibat fatal.

Terhambatnya pertumbuhan fisik

Dampak langsung dari kurang gizi yang terlihat jelas adalah berat dan tinggi badan Si Kecil tidak sesuai dengan usianya. Umumnya, hal ini disebabkan oleh tidak tercukupinya kebutuhan Si Kecil atau penyerapan vitamin dan mineral yang tidak sempurna.

Pertumbuhan otak terhambat

Untuk berkembang, otak membutuhkan nutrisi-nutrisi penting seperti asam lemak omega-3 dan 6, yodium, juga zat besi. Apabila Si Kecil mengalami kurang gizi maka berarti ia tidak mendapatkan mineral yang dibutuhkannya tersebut. Ini akan memengaruhi perkembangan fungsi otaknya.

Tentunya harapan Bunda, Si Kecil tumbuh dan berkembang secara optimal. Pastikan Bunda memberikannya asupan gizi yang ia butuhkan yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Pilih makanan yang kaya akan zat gizi penting untuk tumbuh kembang seperti kolin, DHA, probiotik dan prebiotik, kalsium serta vitamin D. Kreatif dalam memberikan variasi makanan juga bisa menambah nafsu makan Si Kecil. Kalau perlu, Bunda bisa membuat jadwal makan yang disarankan untuk balita yaitu tiga kali makan besar yang diselingi dua kali sesi camilan.

Dengan memastikan asupan gizi Si Kecil sesuai kebutuhan, Bunda sudah memberikan dukungan 100 persen pada proses tumbuh kembangnya agar berjalan optimal.

Milestone Lainnya