Ciptakan Sesi Belajar Seru untuk Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Pada saat kehamilan Bunda memasuki usia 3-4 bulan sel-sel otak janin sudah mulai terbentuk. Kemudian setelah Si Kecil lahir ke dunia hingga usianya 3 tahun sel otaknya bertambah hingga mencapai milyaran, namun antar sel-sel tersebut belum terhubung. Saat kehamilan berusia 6 bulan, hubungan antar-sel dibentuk sehingga muncul rangkaian fungsi-fungsi otak. Kualitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak tersebut ditentukan oleh stimulasi yang dilakukan oleh Ayah, Bunda atau lingkungan Si Kecil.

Semakin bervariasi stimulasi yang diberikan maka hubungan antar-sel otak akan semakin kompleks. Semakin sering dan teraturnya stimulasi diberikan, semakin kuat pula hubungan antar-sel otak tersebut. Kemudian, semakin kompleks dan kuat hubungan antar-sel otak, semakin tinggi dan bervariasilah kecerdasan Si Kecil di kemudian hari. Apabila Bunda melakukan banyak variasi stimulasi, besar kemungkinan Si Kecil akan memiliki kecerdasan majemuk (multiple intelligences).

Nah, agar fungsi otak Si Kecil berkembang secara optimal maka harus dilakukan stimulasi setiap hari pada semua sistem indera, motorik kasar, motorik halus, serta pada kemampuan komunikasinya. Bermain adalah stimulasi paling mudah yang bisa Bunda lakukan bersama Si Kecil. Dengan bermain, Si Kecil bisa mengekspresikan diri dan merangsang imajinasi.

Aktivitas bermain seperti apa yang disarankan untuk menstimulasi Si Kecil? Pastinya aktivitas tersebut harus memiliki aturan, tidak hanya sekadar bermain saja. Aktivitas bermain harus melibatkan interaksi dengan Bunda, pengasuh, atau teman sebaya agar kemampuan interaksi sosial Si Kecil juga terasah.

Belajar sambil bermain dengan melakukan aktivitas yang kreatif sangat membantu perkembangan otak Si Kecil. Bunda bisa menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada di rumah untuk dikreasikan menjadi barang yang baru misalnya kertas origami, kotak bekas susu, gulungan tisu, atau busa. Aktivitas yang dilakukan bisa menggambar, menempel, mewarnai, atau membuat sesuatu.

Berikut adalah beberapa contoh aktivitas kreatif yang bisa Bunda kerjakan bersama Si Kecil:

  • Membuat robot atau gitar dengan menggunakan kotak bekas susu.
  • Membuat boneka dengan menggunakan gulungan tisu bekas atau botol minuman. Si Kecil bisa menggambar wajah boneka dan bajunya. Untuk rambut, bisa menggunakan kapas atau benang wol. Setelah selesai, buat sandiwara dengan cerita yang dibuat bersama Bunda.
  • Membuat hiasan dinding yang terbuat dari daun berwarna-warni. Kumpulkan daun yang berguguran di taman rumah. Lebih variatif bentuknya, lebih bagus. Celupkan daun ke dalam cat kemudian tempel di kertas.
  • Membuat makanan bersama Si Kecil, misalnya donat. Biarkan ia menjadi asisten Bunda menghitung takaran bahan-bahan, mencampurnya, hingga memilih

Bagaimana, Bunda? Cukup bisa memberikan ide untuk belajar dengan kreatif bersama Si Kecil, kan? Jika Bunda ingin mendapatkan ide-ide lainnya langsung saja lihat laman berikut. Di sana, Bunda bisa menyortir aktivitas sesuai dengan usia Si Kecil. Ingat, Bunda, apa pun aktivitasnya buatlah suasana belajar sambil bermain menyenangkan bagi Si Kecil.

Milestone Lainnya