Cara Praktis Latih Si Kecil Bicara

Oleh: Morinaga Platinum

Komunikasi adalah salah satu aspek kecerdasan yang harus dimiliki oleh Si Kecil. Melalui komunikasilah ia dapat memperbanyak kosa kata dan mengembangkan daya tangkap serta daya ingatnya. Dalam teori kecerdasan majemuk Howard Gardner, komunikasi yang baik masuk ke dalam kecerdasan linguistik.

Teori kecerdasan majemuk tersebut dijadikan dasar pembuatan situs tumbuh kembang Morinaga Multiple Intelligence Play Plan. Menurut Morinaga Multiple Intelligence Play Plan, kecerdasan linguistik adalah kecerdasan yang menekankan kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca, dan menulis.

Meski perkembangan Si Kecil tidak bisa disamakan dengan anak lain seusianya tetapi Bunda harus tahu parameter perkembangan kemampuan. Berikut adalah tahapan bicara Si Kecil dari usia ke usia:

  • 2 bulan: Umumnya Si Kecil sudah bisa “cooing” seperti “aaaa”, “ooo”.
  • 6-9 bulan: Si Kecil sudah mulai bisa bicara meracau atau mengulang suku kata sama seperti “ma-ma” atau “pa-pa”. Mulai usia 6 bulan, ia sudah bisa menoleh ketika dipanggil. Jika belum, perlu Bunda periksa apakah Si Kecil memiliki masalah pendengaran atau tidak.
  • 12 bulan: Ia sudah bisa mengucapkan “mama”, “papa” serta mengeluarkan satu atau dua kata yang memiliki arti.
  • 24 bulan: Si Kecil sudah bisa menggabungkan dua kata, misalnya “buku mama”.

Lalu, bagaimanakah cara melatih Si Kecil agar ia mampu berkomunikasi dengan baik? Lakukan beberapa kiat berikut ini:

Rajin mengajak Si Kecil berkomunikasi

Stimulasi bicara sebaiknya dilakukan sejak Si Kecil masih bayi. Ajak ia berinteraksi di mana pun dan kapan pun. Misalnya saat ia sedang memegang suatu benda, ajak ia berbicara dengan menjelaskan nama benda tersebut. Bunda juga bisa mengajaknya untuk mengetahui nama-nama benda yang ada di sekeliling Si Kecil dengan cara menunjuk dan memberitahu namanya. Aktivitas ini diharapkan bisa membantu Si Kecil agar lebih komunikatif.

Latihan dengan cara menyenangkan

Bermain adalah salah satu cara menstimulasi kecerdasan Si Kecil. Ia akan lebih tanggap dalam mendengarkan dan menanggapi apa yang sedang Bunda coba ajarkan. Rangsang kemampuan bicara Si Kecil dengan mendongengkan cerita sederhana. Gunakan boneka tangan supaya lebih seru. Si Kecil akan lebih bersemangat meniru apa yang diucapkan oleh Bunda. Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyanyi untuk Si Kecil. Ia akan terbiasa mendengarkan dan cepat atau lambat akan mencoba meniru lirik lagu yang Bunda lafalkan.

Hindari penggunaan bahasa bayi

Biasakan Si Kecil untuk mengucapkan kata-kata sesuai dengan pelafalan yang benar. Contoh: koreksi Si Kecil apabila ia mengucapkan “mam” untuk menyebukan kata “makan”.

Untuk ragam ide-ide kreatif bermain yang bisa mengasah kecerdasan linguistik Si Kecil, Bunda bisa melihatnya di situs tumbuh kembang Morinaga Multiple Intelligence Play Plan. Contoh permainan yang bisa dilakukan adalah “Telepon Kaleng” dan “Membuat Lukisan Hujan”. Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan fasilitas identifikasi kecerdasan majemuk untuk mengetahui kecerdasan lain Si Kecil agar bisa diberikan stimulasi secara optimal.

Tak hanya itu, dukungan terhadap proses belajar bicara Si Kecil juga bisa diberikan melalui pemenuhan kebutuhan gizinya. Berikan nutrisi yang mengandung omega-3, omega-6, kolin, dan alfa-laktalbumin yang akan menunjang perkembangan otak dan sel saraf Si Kecil.

Pastikan Bunda menemani Si Kecil bermain dan belajar hal-hal baru. Sebagian besar keterlambatan tumbuh kembang Si Kecil dapat diatasi bila ditangani sejak dini.

Milestone Lainnya