Gigi Anak Patah? Bunda, Begini Cara Menanganinya.

Morinaga Platinum ♦ 1 April 2017

Salah satu skenario yang harus dihadapi orang tua adalah menangani situasi dan kondisi gigi Si Kecil patah. Aktivitas Si Kecil yang kebanyakan melibatkan fisik seperti olahraga, bersepeda, atau lainnya dapat menimbulkan risiko patahnya gigi anak. Untuk itu, membekali diri dengan informasi dan pengetahuan bagaimana caranya menangani kasus darurat seperti ini dapat meminimalkan kerusakan permanen pada Si Kecil.

Penyebab Gigi Patah

Keadaan patahnya gigi dapat meliputi beberapa gigi, dan lokasinya pun bervariasi. Namun gigi depan merupakan gigi yang paling sering patah pada anak. Kondisi gigi atas yang lebih maju atau protrusif, dan keadaan gigi yang memiliki kelainan struktur sehingga gigi menjadi lemah seperti hipoplasia email (gangguan pembentukan email), juga bisa membuat resiko gigi patah menjadi lebih besar.

Benturan pada area wajah dan bibir yang dialami Si Kecil dan menyebabkan gigi patah mencakup beberapa kondisi di bawah ini:

  1. Patah pada bagian mahkota gigi
  2. Patah pada mahkota sampai ke akar
  3. Patah pada bagian akar gigi
  4. Patah pada bagian mahkota gigi dan mengenai  kamar saraf (pulp).
  5. Terlepasnya gigi dari kantongnya

Benturan dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Bila gigi Si Kecil mendapat benturan atau pukulan telak berarti ini termasuk benturan langsung. Dan apabila bagian wajah seperti dagu yang mengalami benturan dan menyebabkan gigi rahang atas dan gigi bawah beradu sehingga menjadi patah, maka kondisi itu merupakan patahnya gigi secara tidak langsung.

Pertolongan Pertama Untuk Menangani Gigi Patah

Jika Si Kecil mengalami patah gigi karena benturan, segera bawa ia ke dokter gigi agar meminimalkan dampak kerusakan dan peluang keberhasilan langkah penanganan semakin besar. Untuk pertolongan pertama, Bunda bisa lakukan cara berikut ini:

  1. Jangan panik dan tetaplah tenang. Jika Bunda panik, Si Kecil akan menangkap sinyal ini dan menangis kencang. Pada saat menangis, air liur Si Kecil akan banyak keluar dan bisa membuat darah (jika ada) mengalir hebat.
  2. Ajak Si Kecil berkumur dengan air hangat
  3. Berikan kompres dingin pada area wajah Si Kecil yang mengalami cedera. Ini dapat mengurangi pembengkakan.
  4. Ambil patahan gigi, jangan langsung dibersihkan tetapi masukkan ke dalam susu. Susu memiliki banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kondisi patahan gigi.

Tak ada salahnya Bunda menyimpan nomor telepon dokter gigi anak langganan di rumah. “Semua cedera yang berkaitan dengan gigi, seringan apa pun, harus diperiksa oleh dokter gigi anak karena bisa saja ada cedera lain yang tidak dipahami oleh orang awam. Misalnya gigi hanya patah sedikit tetapi ternyata memengaruhi kondisi akar gigi,” tukas Edward H. Moody, Jr. D. D. S, vice president American Academy of Pediatric Dentistry.

Saat membawa Si Kecil ke dokter gigi, pastikan orang tua tetap tenang, agar anak tidak merasa takut untuk pergi ke dokter gigi. Berikan ia penjelasan kalau ini adalah cara yang tepat untuk mengobati giginya yang patah.

Lihat Artikel Lainnya