6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini yang Wajib Bunda Ketahui

Morinaga Platinum ♦ 25 Agustus 2021

Proses tumbuh dan berkembangnya anak menjadi hal yang paling diamati Bunda sebagai orang tua. Tidak hanya dapat diamati, Bunda kini bisa membantu Si Kecil agar tumbuh menjadi pribadi yang baik dengan cara mengetahui dan memperhatikan dengan seksama berbagai macam aspek perkembangan anak dari usia dini. Selain fisik, banyak hal lain yang dapat mempengaruhi perkembangan anak seperti kejiwaan, hal-hal yang bersifat sosial, hingga mental. Oleh karena itulah, dirasa penting bagi Bunda untuk mengetahui aspek-aspek apa saja yang dapat mempengaruhinya agar dapat mengambil langkah yang tepat untuk membantu perkembangan Si Kecil. Lalu, apa saja sih aspek dalam perkembangan anak usia 0-6 tahun? Yuk cari tahu bersama!

Mengenal Perkembangan Anak

Bunda masih terasa asing dengan kata perkembangan anak? Tidak perlu khawatir dan malu mengakuinya karena lebih baik mengetahuinya terlambat daripada tidak sama sekali. Secara umum, perkembangan anak dapat didefinisikan sebagai proses Si Kecil mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Pada proses perkembangan ini, Si Kecil yang awalnya masih bergantung kepada orang tua dapat berubah menjadi pribadi yang mandiri.

 

Aspek-aspek Perkembangan Anak

Tidak hanya pengetahuan umum, siapa sangka ternyata aspek-aspek perkembangan anak usia dini juga masuk dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2013 yakni (1) Nilai Agama dan Moral, (2) Fisik-Motorik, (3) Kognitif, (4) Bahasa, (5) Sosial-Emosional, dan (6) Seni. 6 aspek perkembangan anak usia dini ini akan kita bahas bersama lengkap dengan contohnya agar Bunda lebih mengerti. Yuk simak!

Nilai Agama dan Moral

Aspek yang pertama dan yang paling utama untuk diajarkan kepada Si Kecil adalah nilai agama dan moral. Hal ini berfokus dalam menanamkan nilai-nilai dasar, norma-norma yang berlaku hingga kesadaran. Si Kecil perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini.

Tidak hanya itu, belajar agama dan moral banyak manfaat serta menanamkan sikap-sikap baik pada Si Kecil seperti menolong sesama, bersikap jujur, sopan, menghormati orang yang lebih tua, hingga toleransi dengan penganut agama yang berbeda. Harapannya, Si Kecil akan tumbuh dengan persepsi yang tepat dan benar. Oleh karena itulah, orang tua memiliki peran penting dalam memulainya sedari dini.

Fisik-Motorik

Sesuai dengan namanya, aspek fisik motorik ini merupakan segala sesuatu yang langsung berhubungan dengan perkembangan tubuh di kecil. Apa saja?

  • Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan. Hal ini meliputi berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala yang sesuai dengan ukuran anak seumuran. Selain itu, perilaku keselamatan ini meliputi kemampuan hidup Si Kecil yakni bersih dan juga sehat untuk keselamatan diri sendiri.
  • Si Kecil juga memiliki motorik halus baik yang meliputi kemampuan mereka dalam menggunakan alat untuk ekspresi diri dan juga eksplorasi seperti menggunakan pensil, bermain dengan boneka dan lain sebagainya.
  • Tidak hanya itu, Si Kecil juga perlu memiliki motorik kasar yang baik. Hal ini meliputi kemampuan tubuh dalam berkoordinasi antar anggota tubuh seperti menjaga keseimbangan, lincah, dan juga lentur sesuai peraturan. Bunda dapat melatih motorik kasar Si Kecil dengan mengajak mereka berolahraga.

Kognitif

Aspek perkembangan kognitif berhubungan erat dengan akal dan pikiran sehingga jangan heran jika pertumbuhan pada area ini memiliki jangkauan yang sangat luas. Banyak pelajaran penting yang akan didapatkan oleh Si Kecil, beberapa diantaranya:

  • Mampu berpikir logis dengan mengenal perbedaan, klasifikasi, perencanaan, pola, sebab akibat dan inisiatif
  • Si Kecil dapat menyebutkan, mengenal, dan juga menggunakan lambang-lambang seperti abjad dan angka. Tidak hanya itu, tahap ini juga akan membantu Si Kecil untuk menggambarkan ulang banyak hal yang pernah mereka lihat.
  • Pembelajaran yang paling penting adalah Si Kecil dapat belajar memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan fleksibel, praktis, dan juga diterima secara sosial. Si Kecil juga dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka dapatkan baik di sekolah maupun rumah.

Bahasa

Bahasa menjadi aspek perkembangan anak yang bisa Bunda amati dan latih. Si Kecil dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan. Tidak sampai di situ, bahasa juga meliputi bagaimana cara Si Kecil berbahasa dengan baik seperti tanya jawab, memahami bentuk dan juga bunyi dari masing-masing huruf juga angka. 

Sosial-Emosional

Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri Si Kecil juga orang sekitar. Berbagai macam hal yang masuk dalam aspek ini adalah sebagai berikut:

  • Si Kecil akan lebih senang jika bermain dengan teman sebayanya, memahami perasaan, merespon pembicaraan, berbagai mainan dengannya, mendengarkan ucapannya, hingga belajar menghargai hak dan pendapat orang lain sehingga Si Kecil akan tetap berlaku sopan.
  • Tidak hanya itu, aspek ini juga mengajarkan Si Kecil arti dari tanggung jawab, hak-hak, hingga aturan bagi mereka dan orang lain. 
  • Selain hubungan dengan orang lain maupun teman sebayanya, hal ini akan membantu Si Kecil untuk memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan mereka, mengendalikan diri, hingga menyesuaikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain

Seni

Aspek terakhir pada perkembangan anak adalah seni. Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Si Kecil akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian seperti musik, lukisan, kerajinan, drama dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Itulah beberapa aspek perkembangan anak usia dini yang wajib untuk diketahui. Berdasarkan berbagai aspek inilah, Bunda dapat memutuskan dan mengambil langkah yang tepat sehingga Si Kecil dapat berkembang dengan baik. Menerapkan aspek-aspek tersebut sedini mungkin dapat membantu mereka tumbuh dengan pribadi yang sehat baik jasmani maupun rohani. 

Salah satu cara yang bisa Bunda terapkan dalam memantau perkembangan anak adalah dengan memanfaatkan tool Morinaga MI Play Plan (MIPP). Selain memantau perkembangan anak, tool ini juga bisa Bunda gunakan untuk mengidentifikasi kecerdasan yang dominan mana yang tidak dimiliki oleh Si Kecil serta Bunda dapat melakukan stimulasi melalui ide permainan sesuai dengan kecerdasan Si Kecil.

Jika Bunda sudah mengetahui kecerdasan mana yang dimiliki Si Kecil, selanjutnya Bunda dapat menstimulasi kecerdasan tersebut secara konsisten dengan kembali menggunakan layanan Morinaga MI Play Plan (MIPP) beberapa bulan lagi. Dengan demikian Si Kecil dapat tumbuh menjadi Generasi Platinum.

Lihat Artikel Lainnya