4 Hal yang Bisa Bunda Lakukan Saat Si Kecil Batuk

Oleh: Morinaga Platinum

Batuk, meski sering sekali dialami oleh Si Kecil, bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari gangguan kesehatan. Malah, batuk sebenarnya bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yaitu sebagai cara mengeluarkan benda asing yang ada di saluran napas. Bisa dikatakan batuk adalah refleks melindungi paru-paru yang terjadi bila ujung serabut saraf saluran napas teriritasi sesuatu, misalnya lendir.

Batuk bisa berlangsung hingga 2-3 minggu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis bahwa batuk akut pada Si Kecil memiliki batasan waktu 3 minggu. Penyebab batuk akut yang paling sering dialami Si Kecil adalah infeksi saluran napas akut (ISPA). Umumnya, ISPA disebabkan oleh infeksi virus. Selain batuk akut, ada jenis lain yaitu batuk kronis yang penyebab terseringnya adalah alergi.

Walau umumnya dapat sembuh sendiri, tetapi pada saat Si Kecil batuk ia akan merasa tidak nyaman, gelisah saat tidur malam, nafsu makan menurun karena tenggorokan sakit, hingga muntah karena terprovokasi batuk. Tentu hal-hal tersebut sangat menganggu aktivitas sehari-harinya. Berikut ini adalah beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mengurangi batuk:

Minum Banyak Cairan Terutama Yang Hangat

Infeksi saluran napas atas umumnya menyebabkan produksi dahak meningkat. Dahak akan mengiritasi dan menyebabkan batuk. Minum banyak cairan, terutama yang hangat, akan membantu mengencerkan lendir dan menjaga mukosa mulut serta saluran napas agar tidak kering.

Tinggikan Posisi Kepala

Ketika Si Kecil tidur, sebaiknya posisi kepala lebih tinggi dari biasanya. Ini akan memudahkannya bernapas saat batuk.

Minum Madu

Madu sebenarnya lebih efektif dalam mengatasi batuk pada Si Kecil ketimbang obat batuk yang dijual bebas di pasaran. Madu mengandung 181 zat natural yang memiliki kemampuan antioksidan dan antimikrobial. Kombinasi di antaranya dapat membuat madu menjadi obat alami yang efektif. Namun, hindari memberikan madu pada Si Kecil yang masih berusia 1 tahun karena adanya risiko keracunan makanan yang serius yakni infant botulism.

Cukup Makan-Minum dan Istirahat

Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi bakteri atau virus.  Jadi, batasi aktivitas Si Kecil. Biarkan ia beristirahat total. Selain itu, pastikan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik. Untuk menunjang daya tahan tubuhnya agar lebih kuat terhadap infeksi seperti pilek, berikan nutrisi yang mengandung nukleotida serta laktoferin.

Batuk harus disikapi tepat. Lakukan perawatan mandiri di rumah untuk membantu melegakan pernapasan Si Kecil. Tetapi, jika batuk tak kunjung sembuh dan disertai dengan gejala-gejala lain seperti sesak napas, dehidrasi, demam semakin parah, segeralah bawa Si Kecil ke dokter.

Milestone Lainnya