Yuk, Catat Pentingnya Memahami Karakteristik Anak Usia Dini!

Morinaga Platinum ♦ 27 Sepember 2021

Bunda pasti memahami bahwa setiap anak memiliki karakter berbeda-beda dengan kebutuhan yang berbeda pula. Dengan mengenal karakteristik anak usia dini, Bunda menjadi paham cara membimbing Si Kecil agar tumbuh dan berkembang dengan optimal di periode emasnya.

Tingkat kecerdasan Si Kecil berkembang dengan pesat pada periode emas tumbuh kembangnya. Hal ini disebabkan Si Kecil belajar benar-benar dari nol. Usia yang disarankan untuk mendapatkan stimulasi kecerdasan adalah dari lahir hingga usia enam tahun. Hal ini dikarenakan sel-sel otak pada rentang usia tersebut lebih cepat terhubung sehingga kecerdasannya lebih cepat juga terbentuk. 

Untuk itu, Bunda harus memahami pengertian anak usia dini itu sendiri. Tak lupa, Bunda juga harus mengenal karakteristik anak usia dini dan perkembangan anak-anak yang berada dalam rentang usia ini. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

 

Pengertian Anak Usia Dini

Dikutip dari Jurnal Kebidanan Universitas Indonesia,  berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2013, anak usia dini adalah bayi yang baru lahir hingga anak-anak yang belum genap berusia 6 tahun. Dalam pemantauan tumbuh kembangnya, kelompok usia ini dibagi lagi menjadi janin dalam kandungan sampai lahir, lahir sampai dengan usia 28 hari, usia 1 sampai 24 bulan, dan usia 2 sampai 6 tahun.

Dari segi pendidikan, usia dini ini merupakan masa keemasan dalam perkembangan otak anak sehingga Si Kecil harus diberi rangsangan atau stimulus yang tepat. Oleh karena itu, orang tua wajib memahami karakteristik anak usia dini demi memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Baca Juga: Kecerdasan Interpersonal: Karakteristik & Cara Mengembangkannya

 

Karakteristik Anak Usia Dini

Masa usia dini merupakan masa kecil saat anak memiliki ciri khas dalam bertingkah laku. Bentuk tubuhnya yang mungil dan tingkah lakunya yang lucu, membuat orang dewasa merasa senang, gemas dan terkesan. Namun, terkadang juga membuat orang dewasa merasa kesal saat tingkah laku anak berlebihan dan tidak bisa dikendalikan.

Hal ini disebabkan karena masa usia dini adalah masa perkembangan dan pertumbuhan yang akan membentuk kepribadiannya ketika dewasa. Seorang anak belum mengerti apakah yang ia dilakukan itu berbahaya atau tidak, bermanfaat atau merugikan, serta benar maupun salah. Hal yang terpenting bagi mereka adalah ia merasa senang dan nyaman dalam melakukannya.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas awal Bunda sebagai orang tua untuk mengenal karakteristik anak usia dini agar bisa membimbing dan mengarahkan anak dalam beraktivitas, supaya yang dilakukannya tersebut dapat bermanfaat bagi dirinya. 

Pengalaman-pengalaman yang diperoleh anak secara tidak langsung akan tertanam pada diri seorang anak. Untuk itu sebagai orang tua dan pendidik wajib mengerti karakteristik-karakteristik anak usia dini, supaya segala bentuk perkembangan anak dapat terpantau dengan baik. Dikutip dari Jurnal Institut Agama Islam Negeri, berikut ini adalah beberapa karakteristik anak usia dini menurut para ahli:

1. Unik

Karakteristik anak usia dini yang pertama adalah unik. Hal ini dikarenakan sifat anak itu berbeda satu sama lainnya. Anak memiliki bawaan, minat kapabilitas, dan latar belakang kehidupan masing-masing baik dari bimbingan lingkungannya maupun genetik bawaan dari orang tuanya.

2. Egosentris

Karakteristik anak usia dini lainnya adalah egois. Anak lebih cenderung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang, pengetahuan dan kepentingannya sendiri. Bagi anak sesuatu itu penting, sepanjang hal tersebut terkait dengan dirinya. Selain itu, mereka juga menganggap apapun yang disukai dan diinginkan menjadi miliknya.

3. Aktif dan Energik

Seorang anak lazimnya senang melakukan beragam aktivitas. Selama terjaga dalam tidur, anak seolah-olah tidak pernah lelah, tidak pernah bosan, dan tidak pernah berhenti dari melakukan aktivitas. Terlebih lagi kalau anak dihadapkan pada suatu kegiatan yang baru dan menantang. Tentu, dia tidak akan berhenti sebelum kelelahan. Si Kecil yang sangat aktif tentu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup.

4. Rasa Ingin Tahu yang Kuat

Karakteristik anak usia dini yang membuat Bunda juga harus ikut belajar adalah rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Hal ini dikarenakan anak cenderung memperhatikan, membicarakan, dan mempertanyakan berbagai hal yang sempat dilihat dan didengarnya, terutama terhadap hal-hal baru. Bunda dan Ayah tentu harus siap meladeni pertanyaan tiada henti akan ketertarikan Si Kecil pada suatu hal.

5. Eksploratif

Selain aktif dan energik, anak biasanya memiliki jiwa petualang. Rasa keingintahuan anak yang besar akan mendorong Si Kecil menjelajah, mencoba, dan mempelajari hal baru. Tetap temani Si Kecil dalam mengeksplorasi lingkungannya ya, Bun! Sebab dengan bimbingan yang tepat, Si Kecil dapat mengembangkan hal baru dan mengembangkan imajinasinya. Si Kecil juga akan senang bercerita pada siapapun mengenai hal baru tersebut.

6. Spontan

Spontan adalah salah satu karakteristik anak usia dini yang Bunda harus pahami. Si Kecil cenderung menampilkan dan merefleksikan apa yang ada dalam perasaan dan pikirannya sehingga tidak ada yang ditutupi.

Anak usia dini tak pandai berpura-pura, Bunda. Biasanya mereka cenderung bersikap spontan dan apa adanya. Anak juga tak akan berpikir untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, tanpa memperdulikan pendapat orang lain.

7. Imajinasi yang Tinggi

Anak adalah gudang imajinasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan anak senang dengan hal-hal yang imajinatif. Si Kecil tidak hanya senang dengan cerita-cerita khayal yang disampaikan oleh orang lain, tetapi dia sendiri juga senang bercerita kepada orang lain. Sehingga tidak perlu menganggap anak tidak jujur ya, Bun. Agar Si Kecil tak salah persepsi dengan pikirannya, Bunda perlu membimbingnya dan mengingatkan hal-hal yang sebenarnya.

8. Mudah Frustasi

Karakter anak usia dini lainnya adalah anak masih mudah marah dan frustasi bila menghadapi sesuatu yang tidak memuaskan. Dia mudah menangis dan marah bila keinginannya tidak terpenuhi. Selain itu, Si Kecil mudah kehabisan kesabaran terhadap sesuatu yang dianggapnya sulit.Saat sesuatu membuat anak tak suka, Si Kecil pasti akan segera meninggalkannya dan mencari hal baru yang lebih menyenangkan.

9. Kurang Pertimbangan

Seiring dengan karakteristik anak usia dini yaitu sifat spontan yang dimilikinya, anak juga cenderung tak mempertimbangkan tindakannya. Jika ingin sesuatu, Si Kecil akan melakukannya saat itu juga meskipun hal tersebut akan melukainya. Kurangnya pertimbangan dalam melakukan sesuatu, dapat membahayakan dirinya Bun! Oleh sebab itu, berikan arahan yang tepat mengenai apa yang ingin dilakukan.

10. Senang dengan Pengalamannya

Bergairah untuk belajar dari pengalaman, yaitu anak senang melakukan berbagai aktivitas yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku pada dirinya sendiri. Si Kecil akan gemar berceloteh dan menirukan beragam suara binatang sambil berekspresi setiap mendapatkan pengalaman baru. Saat kemampuannya semakin berkembang, Si Kecil akan mulai membentuk lebih banyak kalimat setiap kali berbicara.

Baca Juga: Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil dengan Nutrisi dan Stimulasi

11. Pandai Bersosialisasi

Karakteristik anak usia dini dalam bersosialisasi akan semakin menunjukkan minat terhadap teman. Hal ini ditunjukkan Si Kecil dapat diajak bekerja sama dan berhubungan dengan teman-temannya. Seiring bertambahnya usia, karakteristik ini akan berkembang hingga dewasa kelak.

12. Tidak Fokus

Umumnya, anak usia dini mudah terdistraksi oleh hal lain. Rentang perhatian anak usia dini tidak terlalu panjang, biasanya hanya berkisar 10 menit saja. Oleh sebab itulah mengapa Si Kecil terus bergerak, berceloteh dan tidak fokus pada kegiatan yang membutuhkan ketenangan. Apalagi jika kegiatan yang dilakukan terlalu membosankan menurutnya, dia akan mudah teralihkan pada hal lain yang lebih menyenangkan.

13. Mudah Lupa

Pada dasarnya, Si Kecil mengetahui kegiatan apa yang sedang dilakukan atau informasi apa yang sudah diberitahukan kepadanya. Namun, Si Kecil hanya akan mengingat objek yang menarik perhatiannya, mengetahui bagian tubuh, serta menjadi akrab dengan siapa saja yang menjadi anggota keluarganya. Meskipun rentang ingatan anak usia dini masih terbatas, Bunda bisa membantunya dengan mengingatkannya berulang kali.

Dikutip dari Jurnal Institut Agama Islam Negeri, selain karakter-karakter anak usia dini di atas, ada pula pandangan karakteristik anak usia dini menurut Montessori yaitu sejak lahir sampai usia 3 tahun, Si Kecil memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat “menyerap” pengalaman-pengalaman melalui sensorinya.

Lalu pada usia setengah tahun sampai kira-kira tiga tahun, karakteristik anak usia dini mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya, seperti berbicara, bercakap-cakap. Karakteristik anak usia 3-4 tahun tergambar dari gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasikan dengan baik, misalnya untuk berjalan maupun untuk banyak bergerak yang semi rutin dan yang rutin, berminat pada benda-benda kecil, dan mulai menyadari adanya urutan waktu yaitu pagi, siang, sore, malam.

Terakhir, karakteristik anak usia dini pada rentang usia tiga sampai enam tahun, Si Kecil mulai peka terhadap stimulus sensoris, semakin memiliki kepekaan terhadap beragam indera. Sedangkan karakteristik anak usia 5-6 tahun, tergambar dari Si Kecil yang memiliki kemampuan untuk menulis dan membaca.

Lihat Artikel Lainnya