Yuk Bunda, Kenali Tumbuh Kembang Anak Sehat Dari Ukuran Lingkar Kepala

Morinaga Platinum ♦ 5 Agustus 2021

Setiap orang tua tentu berharap agar Si Kecil mengalami perkembangan yang sempurna mulai dari dalam kandungan hingga beranjak dewasa. Karena itu sejak janin dinyatakan hidup di dalam rahim bunda, maka perkembangan fisiknya terus dipantau dari hari ke hari.

Berat dan ukuran bayi dalam kandungan dapat diukur menggunakan dua cara, yang pertama dengan menggunakan alat bantu atau sering disebut dengan Ultrasonografi atau USG. Kemudian yang kedua dengan cara menghitung secara manual yaitu menggunakan  rumus Johnson di mana Taksiran Berat Badan Janin (TBJ) = (SFH (dalam cm)-n ) x 155.

Selain dua cara di atas, normalitas pertumbuhan Si Kecil juga dapat ditentukan dengan menggunakan metode yang disarankan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Namun, perlu diketahui bahwa metode ini dapat dilakukan ketika bayi telah berusia 1 tahun.

Dilansir dari laman resmi IDAI, Bunda cukup memperhatikan apakah berat badannya mencapai 3 kali berat lahir, panjang badan naik 50% dari panjang lahir, dan lingkar kepala naik sekitar 10 cm.

Namun, Bunda juga harus mengetahui bahwa setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda. Perlu diketahui pula bahwa ukuran lingkar kepala bayi laki-laki dan perempuan pun juga berbeda.

Ukuran normal lingkar kepala bayi perempuan pada usia 6-12 bulan yaitu  sekitar 42-45 cm. Sedangkan ukuran normal lingkar kepala bayi laki-laki pada usia 4-12 bulan memiliki ukuran normal sekitar 43-46 cm.

Tumbuh kembang bayi setelah keluar dari rumah sakit akan terus dipantau oleh dokter dengan tiga elemen penting yaitu berat badan, tinggi badan serta lingkar kepala. Pengukuran lingkar kepala dimaksud untuk mendeteksi gangguan tumbuh kembang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah deteksi  hidrosefalus (penumpukan cairan di otak) dan mikrosefalus atau kepala kecil, yakni tanda bahwa otak tidak berkembang dengan baik. 

Nah Bunda, Jika ingin memantau perkembangan lingkar kepala anak dari usia 0 – 36 bulan, berikut tabel ukuran kepala bayi menurut WHO (World Health Organization) :

  • Bayi baru Lahir 0 bulan

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki bentuk kepala yang berbeda – beda ada yang bulat, lonjong, kerucut, peyang bahkan tidak beraturan. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena bentuk kepala saat bayi lahir dipengaruhi oleh saat bayi dilahirkan akan tetap mengikuti perkembangannya bentuk kepala bayi akan berubah dengan sendirinya. Kepala bayi akan berbentuk bulat sempurna saat 2-3 minggu setelah  dilahirkan dan ketika baru dilahirkan akan memiliki ukuran lingkar kepala sekitar 33 – 35 cm. Ukuran lingkar kepala bayi baru lahir yang masih dalam batas normal yaitu 32 – 38 cm.

  • Bayi Usia 1 – 3 bulan.

Perkembangan bayi dari usia 0 – 3 bulan akan mengalami kenaikan lingkar kepala sebanyak 2 cm setiap bulannya. Rentang ukuran lingkar kepala bayi normal untuk usia 0-3 bulan adalah Untuk bayi usia 1 bulan yaitu 34 – 41 cm, untuk bayi usia 2 bulan yaitu 36 – 42.5 cm dan untuk bayi usia 3 bulan yaitu 37.5 – 44 cm.

  • Bayi usia 4 – 6 bulan.

Untuk bayi usia 4 – 6 bulan biasanya akan mengalami penambahan ukuran lingkar kepala sebesar 1 cm saja per bulannya. Berikut rentang ukuran lingkar kepala bayi normal untuk usia 4 – 6 bulan yaitu untuk bayi usia 4 bulan yaitu 38.5 – 45 cm, untuk bayi usia 5 bulan yaitu 39.5 – 45.5 cm, untuk bayi usia 6 bulan yaitu 40 – 46 cm.

  • Bayi usia 7 – 12 bulan 

Untuk bayi usia 7 – 12 bulan biasanya akan mengalami penambahan ukuran lingkar kepala sebesar 0.5 cm saja setiap bulannya. Berikut rentang ukuran lingkar kepala bayi normal untuk usia 7 -12 bulan yaitu untuk bayi usia 7 bulan yaitu 40.5 – 47 cm, untuk bayi usia 8 bulan yaitu 41 – 47.5 cm, untuk bayi usia 9 bulan yaitu 41.5 – 48 cm , untuk bayi usia 10 bulan yaitu 42 – 48.5 cm , untuk bayi usia 11 bulan yaitu 42.5 – 49 cm, untuk bayi usia 12 bulan yaitu 43 – 49.5 cm.

  • Bayi usia 12 – 24 bulan.

Berikut rentang ukuran lingkar kepala bayi normal untuk usia 12 – 24 bulan yang perlu menjadi perhatian bunda yaitu Untuk bayi usia 12 bulan yaitu 43 – 49.5 cm, untuk bayi usia 15 bulan yaitu 43.5 – 49.5 cm, untuk bayi usia 18 bulan yaitu 44 – 50.5 cm, untuk bayi usia 21 bulan yaitu 44.5 – 51 cm, untuk bayi usia 24 bulan yaitu 45 -51.5 cm.

  • Bayi usia 24 – 36 bulan

Berikut ukuran lingkar kepala bayi normal untuk usia 24 – 36 bulan yang wajib untuk diperhatikan yaitu saat bayi usia 24 bulan yaitu 45 – 51.5 cm, saat bayi usia 30 bulan yaitu 45.5 – 52 cm, saat bayi usia 36 bulan yaitu 45.5 – 52.5 cm. 

Sedangkan ukuran lingkar kepala balita hingga remaja dapat dilihat dari tabel grafik berikut :

  • Anak Usia 3 tahun

Keterangan

Laki-laki

Perempuan

Kecil

45.2 cm

44.3 cm

Normal Bawah

46.6 cm

45.7 cm

Ideal Bawah

48 cm

47.1 cm

Ideal

49.5 cm

48.5 cm

Ideal Atas

50.9 cm

49.9 cm

Normal Atas

52.3 cm

51.3 cm

Besar

53.7 cm

52.7 cm

  • Lingkar kepala Remaja

Menurut penelitian berbagai ahli, pertumbuhan manusia akan terus berlanjut hingga usia 17 tahun. Saat itulah lingkar kepala tetap harus dipantau sejak berusia 5 tahun. Pada kelompok usia 5-11 tahun terhadap kelompok usia 12-16 tahun yaitu 3,04 cm dan perubahan ukuran lingkar kepala dari kelompok usia 12-16 tahun terhadap kelompok usia 17-25 tahun adalah 1,30 cm.

Perlu Bunda ketahui, selain memperhatikan tinggi badan dan berat badan anak yang terus berkembang, ukuran lingkar kepala juga harus diperhatikan. Nah, berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi lingkar kepala anak :

  • Adanya tumbuh kembang otak dan ukuran tulang kepala bergantung pada pertumbuhan di dalam otak. Apabila otak tidak berkembang dengan normal, maka kepala akan lebih kecil dari ukuran yang seharusnya. Sejak dalam kandungan otak mulai terbentuk pertama kali pada bagian tabung saraf, kemudian dilanjutkan dengan membentuk milyaran neuron dalam otak. 

Setelah lahir otak bayi hanya berukuran 60 % daripada otak dewasa kemudian terus berkembang sampai dewasa. Pada masa perkembangannya dalam otak terdapat mielin, yakni zat berlemak yang mengisolasi akson otak untuk membantu sinyal bergerak lebih cepat, berada di dekat sumsum tulang belakang. Area otak ini bertanggung jawab atas fungsi-fungsi dasar, seperti makan, bernapas, dan mengendalikan detak jantung.

Menginjak usia tiga tahun otak anak sudah mencapai sekitar 80 persen dari ukuran orang dewasa dalam hal volume dan sel-sel otak. Kemudian muncul sinapsis (titik temu antara terminal akson dengan neuron lain) 200 persen lebih banyak ketimbang orang dewasa. Kemudian menginjak usia remaja, tubuh telah memproduksi mielin dari bagian belakang otak ke bagian depannya. Area terakhir yang dipenuhi mielin adalah lobus frontal, yang berperan penting dalam pengambilan keputusan, empati, dan kontrol impuls.

  • Faktor maternal pada penelitian terhadap BBLR Bayi Berat Lahir Rendah, albumin maternal memiliki korelasi positif terhadap lingkar kepala bayi baru lahir. Sebaliknya, berat badan, IMT Indeks Massa Tubuh, dan fibronektin maternal memiliki korelasi negatif dengan lingkar kepala bayi baru lahir Mohsen dan Wafay, 2007.

Hal ini dapat disimpulkan, bahwa bayi yang memiliki lingkar kepala yang tidak normal dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti lahir pada usia kurang dari 37 minggu sehingga bayi lahir dalam keadaan prematur, intrauterine growth restriction atau IUGR yaitu janin tidak tumbuh dengan baik di dalam perut Bunda, karena ada masalah dengan plasenta, kesehatan bunda, atau masalah lain pada janin.

Hal lain yang ikut mempengaruhi adalah kurangnya asupan gizi saat hamil, sehingga nutrisi yang diserap oleh bayi tidak optimal. Selain itu usia bunda yang terlalu muda saat mengandung juga ikut mempengaruhi adanya faktor Maternal sehingga menyebabkan perkembangan bayi kurang sempurna terutama pada lingkar kepala.

  • Status gizi Lingkar kepala dipengaruhi oleh status gizi anak sampai pada usia 36 bulan Matondang dkk., 2009. Sejak awal kehidupan satu – satunya asupan gizi terpenting adalah ASI eksklusif yang merupakan makanan dan minuman terbaik bagi bayi di usianya yang masih kurang dari enam bulan. Setelah itu barulah bayi membutuhkan MPASI yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang bayi sekaligus mencukupi kebutuhan gizi hariannya.

Saat menginjak usia balita, anak sudah dapat mengonsumsi layaknya orang dewasa. Namun, takaran dan kandungan nutrisinya harus diperhatikan seperti sumber karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, serta mineral. Nutrisi tersebut dapat berasal dari olahan ikan, sayuran hijau, buah – buahan serta multivitamin yang baik untuk pertumbuhan.

Tak hanya itu, aktivitas olahraga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta tidak melewatkan jadwal imunisasi merupakan tahapan terpenting agar status gizi tercukupi dengan baik. Bahkan pemerintah pun kini ikut serta turun tangan untuk menyukseskan pemenuhan gizi baik pada anak.

Tahukah Bunda, mengapa mengukur lingkar kepala sama pentingnya dengan ukuran berat dan juga tinggi badan ?

  • Deteksi Dini

Ukuran lingkar kepala saat lahir sampai usia 2 tahun berkisar antara   35 -  49 cm. Sedangkan, ukuran rata-rata ubun-ubun besar saat lahir adalah 2,1 cm yang akan mengecil dengan bertambahnya usia.   Ubun-ubun   besar akan menutup saat usia 13,8 bulan. Ubun-ubun besar yang lebar atau terlambat menutup dapat terjadi pada atrofi otak, akondroplasia, hipotiroid, sindrom Down, atau peningkatan tekanan intrakranial. Ubun-ubun besar yang membonjol disebabkan peningkatan tekanan intrakranial karena hidrosefalus atau tumor. Ubun-ubun cekung dapat terjadi pada atrofi otak dan dehidrasi. Ubun-ubun besar yang menutup dibawah usia 6 bulan atau belum menutup pada usia 18 bulan.

  • Menghindari penyakit  Mikrosefali dan makrosefali

Mikrosefali adalah kondisi neurologis yang langka di mana kepala bayi secara signifikan lebih kecil dibandingkan kepala bayi dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Kondisi mikrosefali dapat terdeteksi saat kelahiran dan diakibatkan oleh perkembangan otak yang tidak normal saat kehamilan dan tidak berkembang setelah lahir.

Mikrosefali dapat disebabkan oleh variasi genetik dan faktor lingkungan. Tidak ada pengobatan untuk mikrosefali tetapi intervensi awal dengan terapis seperti berkomunikasi, terapi tertentu, dapat membantu menambah perkembangan dan meningkatkan kualitas hidup.

Makrosefali merupakan kondisi di mana lingkar kepala bayi memiliki ukuran lebih besar daripada ukuran normal bayi pada umumnya dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Biasanya kondisi ini tidak terlalu membahayakan. 

Meskipun begitu, dalam sejumlah kasus, makrosefali dapat menandakan beberapa kondisi tertentu, seperti sindrom maupun tumor otak. Biasanya dokter menyatakan seorang anak memiliki makrosefali ketika ukuran kepalanya lebih besar daripada persentil ke-98.

Makrosefali disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, hal tersebut ditandai bila seorang anak dengan ukuran lingkar kepala yang besar memiliki riwayat keluarga dengan ukuran kepala yang lebih besar daripada umumnya, maka dokter pun akan mendiagnosis anak tersebut dengan benign familial macrocephaly. 

Nah, setelah membaca artikel ini, tentu sekarang Bunda dapat memahami bahwa lingkar kepala berperan besar untuk mengukur normalitas perkembangan Si Kecil. Selain turut memperhatikan pertumbuhan ukuran lingkar kepala bayi, Bunda pun juga dapat melakukan pemeriksaan atau konsultasi kesehatan untuk mengevaluasi tumbuh kembang Si Kecil.

Lihat Artikel Lainnya