Vitamin D untuk Anak: Manfaat dan Sumber Terbaiknya

Oleh: Morinaga Platinum

10 September 2021

Di masa pertumbuhan Si Kecil, Bunda harus memastikan bahwa sumber makanan Si Kecil memiliki asupan vitamin yang tercukupi. Salah satunya vitamin yang cukup berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak adalah vitamin D. Vitamin D bisa ditemukan di berbagai jenis makanan bahkan bisa didapat secara alami.

Sayangnya, tidak semua sumber vitamin D memiliki porsi yang pas untuk anak. Pasalnya, kebutuhan akan vitamin D pada anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Jadi, berapa dosis vitamin D yang tepat untuk anak dan seberapa pentingnya manfaat vitamin D untuk anak? Yuk simak pembahasan berikut Bunda

 

Pentingnya Vitamin D untuk Anak

Vitamin D sering dikaitkan dengan kesehatan tulang. Alasannya karena adanya kandungan fosfor dan kalsium di dalamnya. Oleh karenanya,  vitamin D juga sangat diperlukan oleh Si Kecil di masa pertumbuhannya. Namun, tahukah Bunda bahwa vitamin D tidak saja baik untuk tulang Si Kecil? Lebih dari itu, mengutip dari Journal of Nutrition, vitamin D Ibu selama masa kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan dan daya ingat Si Kecil.

Bukan hanya tulang, vitamin D juga memiliki beragam manfaat yang baik untuk anak, seperti mengurangi risiko sejumlah penyakit berbahaya seperti kanker prostat, diabetes, penyakit tiroid, radang usus, psoriasis, penyakit crohn, hingga gangguan saraf seperti depresi. 

Manfaat lain vitamin D juga disebutkan oleh National Institutes of Health’s Office of Dietary Supplements, yang mengatakan vitamin D sangat bagus untuk meningkatkan penyerapan kalsium yang  menyebabkan cacat tulang. Tidak cukup sampai disitu, Medical News Today, juga menyebut vitamin D dapat memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkan kesehatan gigi, mengoptimalkan kekebalan tubuh, kekebalan otak dan saraf, menjaga fungsi paru-paru dan jantung. 

Apa yang terjadi jika Si Kecil kekurangan vitamin D? Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Children's Hospital & Research Center, Amerika Serikat, anak-anak yang kekurangan vitamin D cenderung mengalami kesulitan berbahasa dan bertingkah laku.



Sumber Vitamin D

Sumber alami vitamin D yang sering kita temui adalah sinar matahari pagi. Sinar matahari yang masuk ke dalam kulit secara otomatis akan menciptakan vitamin D sendiri dalam tubuh manusia. Berjemur di bawah sinar matahari pagi juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh kita. Maka wajar kita temui banyak ibu yang menjemur bayinya di bawah terik matahari pagi.

Meski sekitar 80 persen sumber vitamin D berasal dari sinar matahari, bukan berarti Bunda harus menjemur Si Kecil sepanjang waktu. Pasalnya, Bunda dan Si Kecil bisa mendapatkan vitamin D dari sumber lain, seperti ikan salmon, sarden, telur, susu, jamur, makarel, minyak ikan cod, yoghurt, dan ikan tuna. 

 

Kebutuhan Vitamin D pada Anak

Kebutuhan asupan vitamin D pada anak tentu berbeda sesuai usianya ya Bunda. Jika melebihi dosis, maka akan berakibat fatal terhadap kesehatan Si Kecil seperti terjadinya gangguan ginjal, mulut kering, tubuh mudah lelah, sakit kepala, sembelit, mual, muntah, tidak nafsu makan, hingga gangguan pada jantung. Untuk itu, diperlukan adanya dosis yang tepat serta batasan asupan vitamin D setiap harinya.

Berikut adalah panduan pemberian vitamin D yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang bisa Bunda gunakan sebagai pedoman. Pada bayi, kebutuhan vitamin D yang direkomendasikan adalah 400 UI (international unit), atau sekitar 10 mikrogram. Sementara ASI hanya mengandung vitamin D 25 IU per liternya. Maka, disarankan meningkatkan vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Sementara anak yang telah mendapatkan MPASI tentu dapat dibantu dengan asupan makanan yang kaya akan vitamin D.

Bagi Si Kecil yang sudah berusia setahun lebih, direkomendasikan mendapat 600 IU per harinya. Bunda bisa membantu meningkatkan vitamin D harian dengan sering mengajak anak terpapar sinar matahari pagi, dibantu asupan makanan seperti hati sapi, jamur, dan susu segar. Penting diketahui pula bahwa asupan suplemen hanya sebagai pelengkap dan tidak boleh digunakan sebagai konsumsi utama vitamin D ya Bunda.

Untuk menghindari kelebihan dosis karena penggunaan suplemen, Bunda harus mengetahui batasan asupan vitamin D harian anak. Untuk bayi usia 0-6 bulan batas maksimal ialah 1.000 per hari. Usia 7-12 bula 1.500 UI per hari. Usia 1-3 tahun 2.500 UI per hari. Usia 4-8 tahun 3.000 UI per hari. Serta usia 9-70 ke atas 4.000 UI per hari.

Bagaimana Bunda? Sudah paham tentang pentingnya memberi asupan vitamin D ke anak dengan dosis  yang tepat. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D dibantu dengan berjemur di bawah matahari pagi tentu meningkatkan manfaat vitamin D secara maksimal.  Jika Bunda belum yakin tentang dosisnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter

Milestone Lainnya