Vaksin dan Asi, Duet Benteng Pertahanan Tubuh Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Agar Si Kecil bisa memerangi kuman dan terjaga dari berbagai sumber penyakit ia membutuhkan kekebalan tubuh yang baik. Ternyata, sumber pertahanan tubuh sudah disiapkan sejak Si Kecil masih ada dalam kandungan Bunda, lho.

Dalam trimester terakhir kehamilan, antibodi dari tubuh Bunda dialirkan ke Si Kecil melalui plasenta. Antibodi inilah sumber kekebalan tubuh yang Si Kecil dapatkan di awal kehidupannya. Jenis antibodi yang didapatkan selama dalam kandungan bervariasi antara satu bayi dengan bayi lainnya. Misalnya, jika Bunda banyak terpapar cacar air dalam masa akhir kehamilannya, maka Si Kecil akan memiliki antibodi terhadap cacar air dari Bunda.

Aliran antibodi yang diberikan Bunda pada masa akhir kehamilan membuat Si Kecil yang lahir prematur lebih rentan terhadap penyakit. Hal ini dikarenakan sumber pertahanan tubuhnya belum sempurna ia peroleh sebelum dilahirkan.

Setelah lahir, secara perlahan antibodi ini akan mulai berkurang. Sistem pertahanan tubuh Si Kecil kemudian akan ditunjang oleh antibodi yang banyak terkandung dalam ASI.

Kolostrum, cairan berwarna kekuningan yang diproduksi pada tahap akhir kehamilan dan keluar setelah Si Kecil lahir, merupakan ASI yang paling banyak mengandung antibodi sebagai sistem pertahanan tubuh lanjutan. Masih banyak Ayah dan Bunda yang salah kaprah menganggap kolostrum tidak baik untuk bayi dan kemudian dibuang. Padahal justru ASI inilah yang amat dibutuhkan Si Kecil.

Melihat pentingnya ASI sebagai sumber nutrisi dan sistem kekebalan tubuh Si Kecil, WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama hidup Si Kecil. Setelah usia 6 bulan, Si Kecil bisa diberikan makanan pendamping sambil tetap diberikan ASI hingga ia berusia 2 tahun. Jika ini berhasil dilakukan, maka pertahanan tubuh dari ASI dapat secara sempurna diterima Si Kecil. 

Selain dari asupan makanan, Si Kecil juga membutuhkan dukungan lain untuk pertahanan tubuhnya, yaitu vaksinasi. Vaksinasi adalah program pencegahan penyakit menular dengan cara memberikan vaksin sehingga seseorang memiliki ketahanan terhadap penyakit tersebut. Si Kecil akan diberikan vaksin berisi jenis bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan guna merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi di tubuhnya. Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi akan melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri tersebut di masa yang akan datang.

Vaksin Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT) serta Haemophilus Influenza tipe B (HiB) adalah vaksin yang akan diberikan saat Si Kecil berusia dua bulan. Vaksin ini diberikan awal, karena pertahanan tubuh Si Kecil terhadap kuman-kuman ini sangat cepat menurun setelah ia dilahirkan dan harus segera ditambahkan.

Sebaliknya, pertahanan tubuh Si Kecil terhadap cacar, mumps, dan rubella (MMR) adalah sistem pertahanan tubuh yang paling lama bertahan dalam tubuhnya setelah ia dilahirkan, bahkan hingga satu tahun. Oleh karena itu, vaksin MMR direkomendasikan diberikan setelah Si Kecil berusia satu tahun.

Manfaat vaksinasi untuk sistem pertahanan tubuh Si Kecil adalah agar dapat memerangi kuman-kuman yang ada di lingkungan. Anak yang tidak mendapatkan imunisasi akan lebih sulit melakukan hal tersebut dan cenderung lebih berat bila terkena penyakit dibandingkan dengan anak lain yang secara lengkap mendapat vaksinasi.

Milestone Lainnya