Seputar USG 4D yang Perlu Bunda Ketahui

Oleh: Morinaga Platinum

7 Desember 2020

Ultrasonografi (USG) merupakan teknik untuk menampilkan keadaan bagian dalam tubuh yang memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi. Alat medis ini biasanya digunakan para ibu hamil untuk melihat perkembangan janin di dalam perut. Mulai dari panjang, berat badan, bentuk hidung hingga jenis kelamin bisa terlihat dengan menggunakan alat ini.

Seiring perkembangan zaman, USG ini pun mengalami perkembangan dan semakin canggih. Kalau dulu hanya bisa melihat gambar 2D atau 3D. Kini Bunda bisa melihat calon bayi Bunda secara 4D. Tentunya USG paling modern ini memiliki banyak keunggulan, sehingga dapat memberi manfaat lebih untuk para ibu hamil.

Lalu, apa itu USG 4D?

USG 4D sebenarnya hampir sama dengan USG 2D dan USG 3D cara kerjanya sama yakni dengan menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi. Hanya saja, USG 4D ini menghasilkan gambar yang lebih detil dan Bunda bisa melihat janin secara lebih jelas karena menghasilkan gambar bergerak dibandingkan USG 2D atau USG 3D yang hanya menghasilkan gambar diam. Jadi, Bunda sebagai orang awam dapat memahami apa saja yang terjadi di dalam rahim.

Alasan memilih USG 4D

Sebenarnya, USG 4D sangat disarankan bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi, seperti hamil di atas usia 35 tahun, memiliki riwayat kelainan lahir, mengidap diabetes, dan ditemukan masalah kehamilan saat pemeriksaan USG 2D atau USG 3D. Namun mengingat keunggulannya, banyak ibu hamil tanpa masalah tersebut pun menginginkan USG 4D. Langkah bijaknya, Bunda bisa konsultasikan hal ini ke dokter kandungan Bunda. Apakah Bunda perlu USG 4D atau tidak. Apabila dokter mencurigai ada masalah dan merekomendasikan USG 4D Bunda bisa melakukan USG 4D. Dalam situasi ini, USG 4D akan sangat membantu untuk mengetahui masalah yang terjadi pada janin Bunda secara lebih akurat.

Lain halnya jika dokter dapat menjelaskan secara detail mengenai kondisi janin dan kondisinya baik-baik saja. Bunda tidak perlu melakukan USG 4D. Seluruh informasi mengenai kondisi janin sudah bisa diketahui dengan USG 2D atau USG 3D. Jika tujuan Bunda semata-mata hanya ingin melihat wajah calon bayi dan melihat pergerakannya, boleh memilih USG 4D. Hanya saja USG 4D ini tidak perlu dilakukan secara terus menerus.

Baca juga: Cara Meningkatkan Berat Badan Janin di dalam Kandungan

Waktu yang tepat untuk melakukan USG 4D

Baik USG 2D, 3D dan 4D semua aman dilakukan pada usia kehamilan berapa pun. Umumnya, USG dilakukan sebanyak 4 kali selama masa kehamilan yakni 1 kali di trimester 1 dan 2, dan 2 kali di trimester 3. Namun jumlah ini tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan, semua tergantung kondisi kehamilan Bunda dan pemeriksaan dokter kandungan.

Meski USG 2D, 3D maupun 4D bisa dilakukan dalam usia kehamilan berapa pun, namun para ahli menyarankan USG khususnya USG 4D di usia kehamilan 26 – 30 minggu. Dalam usia ini, Bunda sudah bisa melihat wajah bayi dengan lebih jelas. Tapi jika USG 4D dilakukan sebelum usia tersebut, janin hanya memiliki sedikit lemak di bawah kulit sehingga pemeriksaan tidak bisa optimal. Lain halnya jika dilakukan saat usia kehamilan lebih dari 30 minggu, kepala janin biasanya sudah mulai masuk ke dalam jalur lahir sehingga Bunda juga tidak bisa melihat wajah Si Kecil secara jelas.

Baca juga: Nutrisi Penting untuk Kehamilan Trimester Ketiga

Kelebihan dan kekurangan USG 4D

Banyak calon orangtua yang memilih USG 4D meski tidak memiliki risiko apapun dalam kehamilannya. Alasannya pun tidak lain karena keunggulan yang dimiliki USG 4D yang tidak dimiliki oleh USG 2D atau USG 3D. Apa saja keunggulan dari USG 4D ini?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ketimbang USG 2D atau 3D, USG 4D telah menyajikan tampilan video jadi Bunda seperti melihat film. Bunda bisa melihat seluruh aktivitas yang dilakukan janin di dalam rahim seperti tersenyum, menguap, dan gerakan lainnya dengan lebih jelas. Enggak hanya itu, Bunda juga bisa lebih jelas melihat bagian-bagian tubuh dari Si Kecil.

Untuk dokter, USG 4D ini sangat memudahkan untuk mendeteksi berbagai kelainan yang mungkin terjadi pada janin, misalnya: bibir sumbing, kelainan jantung bawaan, cacat pada celah mulut, kelainan bentuk tulang belakang, jumlah jari tangan dan kaki yang berlebih, serta kelainan bentuk rahang (mikrognatia). Apabila dokter menemukan salah satu dari kondisi tersebut, maka bisa segera dilakukan penanganan lebih cepat dan akurat.

Di balik manfaat yang bisa didapatkan dengan melakukan USG 4D terutama untuk mendeteksi kelainan pada janin atau penyakit lainnya, biaya USG 4D ini tergolong cukup mahal. Maka disarankan untuk memakai USG 4D ini jika diperlukan atas saran dokter. Jika tidak ada masalah dan anjuran dokter, Bunda cukup menggunakan USG yang 2D atau 3D saja.

Setelah mengetahui seputar USG 4D, bagi Bunda yang sedang dalam masa kehamilan bisa lebih bijak dalam memilih jenis USG. Namun perlu diingat, keputusan Bunda dalam memilih jenis USG ini pun harus dikonsultasikan ke dokter kandungan Bunda. Pastikan juga Bunda rajin konsultasi ke dokter kandungan selama masa kehamilan untuk memantau kondisi janin dan kesehatan Bunda.

Baca juga: Makanan yang Bisa Mengatasi Berbagai Keluhan Saat Hamil

Milestone Lainnya