Tiga Kebiasaan Buruk Si Kecil yang Dapat Merusak Gigi

Oleh: Morinaga Platinum

Sebagai orangtua, pasti Ayah dan Bunda ingin selalu melakukan dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Rutin memeriksakan diri ke dokter, memberikan menu makanan yang bergizi hingga memastikan Si Kecil cukup mendapatkan aktivitas fisik adalah cara yang ditempuh agar anak-anak tumbuh sehat. Namun, seringkali Si Kecil melakukan hal-hal tertentu yang kemudian menjadi kebiasaan dan berakibat buruk bagi kesehatannya. Misalnya mengisap jari, menggigit bibir dan mendorong lidah. Kebiasaan tersebut harus diperhatikan lebih lanjut oleh Ayah dan Bunda, apalagi jika sudah dilakukan Si Kecil sejak lama, karena dapat mengganggu perkembangan pertumbuhan gigi dan kesehatan rongga mulut.

Berikut adalah cara yang bisa Bunda dan Ayah terapkan untuk mengatasi kebiasaan buruk Si Kecil:

Minum Susu Botol

Walau masih gigi susu tapi bukan berarti gigi Si Kecil tidak dapat berlubang atau mengalami karies. Penyebab gigi berlubang bermacam-macam, salah satunya adalah kebiasaan minum susu botol. Kok, bisa, sih, minum susu dari botol menyebabkan gigi berlubang? Karies terjadi karena Si Kecil mengonsumsi larutan manis seperti susu dengan menggunakan botol yang cara pemberian, frekuensi, serta intensitasnya kurang tepat.

Umumnya, anak-anak punya kebiasaan menghabiskan susu dalam botol sebelum tidur. Padahal seharusnya anak berangkat tidur dalam kondisi gigi sudah dibersihkan. Sehingga tidak ada sisa makanan atau minuman yang berpotensi mengundang kuman yang dapat mengikis email gigi. Si Kecil sering tertidur dengan susu belum tertelan sepenuhnya? Ini juga membuat ia berisiko terkena karies. Apabila dibiarkan, karies akan menimbulkan nyeri yang bakal membuat Si Kecil susah makan dan mengunyah.  

Cara Mengatasi:

  • Hindari pemberian minum dengan menggunakan botol apalagi jika berisi minuman manis. Cukup berikan ia air biasa di dalam cangkir.
  • Biasakan untuk membersihkan sisa ASI atau susu pada mulut Si Kecil sebelum tidur.
  • Gunakan kasa basah untuk menyeka gigi dan gusi Si Kecil setelah makan. Hal ini dapat membantu menghilangkan plak dan bakteri.
  • Berkonsultasi kepada dokter mengenai kebutuhan fluoride Si Kecil. Fluoride sangat berguna untuk memperkuat email giginya.

Mengisap Jari

Mengisap jari adalah hal yang normal untuk bayi dan anak-anak usia prasekolah. Aktivitas ini tidak berisiko menimbulkan masalah pada rongga mulut, setidaknya hingga gigi permanen mulai tumbuh. Begitu gigi permanen mulai tumbuh—biasanya pada usia 4 hingga 6 tahun—mengisap jari dapat memengaruhi posisi gigi sehingga menjadi tidak rata. Hal tersebut dapat membuat Si Kecil kesulitan mengunyah. “Kebanyakan anak akan berhenti mengisap jari pada usia 4 tahun, tapi kalau anak Anda terus melakukan kebiasaan tersebut hingga usia di atas itu maka harus dilakukan pembetulan perilaku agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut,” jelas Richard P. Dugas, DDS, dokter gigi anak di Bourne, Massachusetts.

Ada tiga hal yang paling menentukan tingkat keparahan masalah gigi dan mulut yang ditimbulkan oleh kebiasaan mengisap jari, yaitu intensitas, frekuensi dan durasi pengisapan.

Cara Mengatasi:

Perlu diingat bahwa mengisap jari pada fase oral merupakan sesuatu yang normal. Namun, apabila Si Kecil masih mengisap jari lebih dari usia 4 tahun, maka Ayah dan Bunda disarankan untuk mulai menghentikannya dengan cara:

  • Mencari tahu sebabnya. Biasanya Si Kecil mengisap jari untuk mencari kenyamanan. Ketahui kebiasaan Si Kecil sehari-hari termasuk cara ia beradaptasi terhadap lingkungan sekitar.
  • Menguatkan Si Kecil. Jelaskan padanya mengapa ia harus menghentikan kebiasaannya ini.
  • Mengingatkan Si Kecil. Buatlah semacam agenda atau kalender yang mencatat keberhasilan Si Kecil untuk tidak mengisap ibu jari.
  • Berikan penghargaan. Bunda dan Ayah dapat memberikan pujian dan hadiah yang disenangi Si Kecil bila ia sudah berhasil menghilangkan kebiasaannya.

Ayah dan Bunda bisa melakukan trik berikut ini untuk mengatasi kebiasaan mengisap jari Si Kecil apabila ia masih kesulitan menghentikannya:

  • Oles jari yang sering Si Kecil isap dengan bahan yang tidak enak (pahit) dan tidak berbahaya. Banyak orangtua menggunakan ekstrak tanaman brotowali yang terkenal pahit untuk proses ini. Ekstrak ini termasuk aman karena banyak dipakai sebagai obat tradisional.
  • Beri jari Si Kecil satu atau dua plester anti air.
  • Penggunaan thumb guard atau finger guard.

Jika kebiasaan masih berlanjut hingga usia Si Kecil lebih dari 7 tahun, Ayah dan Bunda bisa bekerja sama dengan dokter gigi untuk menghentikannya. Dokter gigi akan membuat alat ortodonti untuk mencegah jari bersentuhan dengan langit-langit mulut sehingga kenikmatan mengisap jari akan terhalang. Perawatan ini baru dilakukan apabila metode pendekatan psikologis tidak berhasil.

Tongue Thrusting

Tongue Thrusting merupakan suatu kebiasaan menjulurkan lidah ke depan dan menekan gigi-gigi seri pada waktu istirahat, selama berbicara, atau menelan. Gerakan menelan dengan posisi lidah menjulur akan menyebabkan gigi seri terus-menerus terdorong ke arah depan—ke arah bibir—sehingga gigi-gigi seri akan terdorong maju. Kebiasaan ini bisa ditimbul antara lain karena adanya pembesaran amandel, bernapas melalui mulut, lengkung gigi atas yang menyempit atau karena aspek psikologis.

Cara Mengatasi:

Jika Si Kecil memiliki kebiasaan menjulurkan lidah, segeralah berkonsultasi dengan dokter.  Nantinya dokter akan melakukan serangkaian terapi dan perawatan, mulai dari mengontrol kebiasaan buruknya, ortodonsi hingga kemungkinan operasi apabila tingkat keparahannya tinggi. Tentunya, Si Kecil belum benar-benar mengenal mana yang baik dan tidak baik untuk kesehatannya. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda perlu mengajarkan Si Kecil untuk menjalani kebiasaan sehat dan melakukan pemeriksaan gigi rutin untuk menghindari masalah rongga mulut dan gigi.

Milestone Lainnya