Tiga Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Mengajarkan Si Kecil mengenai pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut dan gigi harus dimulai sejak dini. Gigi Si Kecil sudah berisiko karies dan berlubang sejak pertama kali tumbuh. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sekitar 19% anak berusia 2 hingga 19 tahun di Amerika Serikat memiliki kondisi gigi berlubang dan tidak mendapatkan perawatan yang semestinya. Dalam kasus yang cukup parah, gigi berlubang bisa mengakibatkan Si Kecil harus kehilangan giginya. Untungnya, gigi berlubang dapat dicegah dengan menanamkan kebiasaan baik menjaga kebersihan mulut dan gigi. Bagaimanakah caranya?

Untuk Si Kecil yang berusia di bawah 1 tahun, Bunda bisa menyeka gusinya menggunakan lap atau kasa yang sudah dibasahi dengan air matang. Sedangkan untuk Si Kecil yang berusia 12-24 bulan, Bunda sudah bisa menggunakan sikat gigi berbulu halus dan pasta gigi. Tak perlu banyak-banyak memakai pasta gigi, cukup di ujung sikat, sebesar kacang polong. Menurut American Academy of Pediatrics, waktu terbaik untuk membersihkan gigi Si Kecil adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Selain menanamkan kebiasaan menyikat gigi sejak dini, Bunda juga harus membiasakan Si Kecil beberapa hal berikut agar kesehatan giginya tetap terjaga baik:

Hindari konsumsi makanan dan minuman manis

Selalu sediakan makanan sehat yang tidak manis sebagai camilan di rumah. Bunda bisa menyajikan potongan buah untuk Si Kecil.

Hindari minum susu dari botol

Salah satu penyebab gigi berlubang adalah kebiasaan minum susu botol. Karies terjadi karena Si Kecil mengonsumsi larutan manis seperti susu dengan menggunakan botol yang cara pemberian, frekuensi, serta intensitasnya kurang tepat. Umumnya, Si Kecil punya kebiasaan menghabiskan susu dalam botol sebelum tidur. Padahal seharusnya ia tidur dalam kondisi gigi sudah dibersihkan. Sehingga tidak ada sisa makanan atau minuman yang berpotensi mengundang kuman yang dapat mengikis email gigi.

Rutin memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali

Universitas of Rochester Medical Center merekomendasikan agar kita rutin memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali. Apabila Bunda mengabaikan rekomendasi tersebut karena tampilan gigi Sbaik-baik saja maka Si Kecil berisiko mengalami karies. Dokter gigi tidak hanya bertugas menambal gigi yang berlubang tetapi juga melakukan tindakan pencegahan seperti pembersihan detail, diskusi mengenai kebiasaan menjaga kebersihan mulut dan gigi serta membuat Si Kecil nyaman dengan rutinitas konsultasi ke dokter gigi.

Apabila Bunda melihat gejala-gejala antara lain Si Kecil mengeluhkan rasa nyeri, ada flek putih pada gigi atau tanda gigi berlubang seperti titik berwarna coklat dan lubang kecil, segera bawa Si Kecil ke dokter gigi. Lubang pada gigi harus segera dirawat dan ditambal agar kondisinya tidak menjadi lebih parah. Konsultasikan juga kepada dokter mengenai kebutuhan fluoride Si Kecil. Fluoride sangat berguna untuk memperkuat email giginya.

 Tentunya, Si Kecil belum benar-benar mengenal mana yang baik dan tidak baik untuk kesehatannya. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda perlu mengajarkan Si Kecil untuk menjalani kebiasaan sehat dan melakukan pemeriksaan gigi rutin untuk menghindari masalah rongga mulut dan gigi.

Milestone Lainnya