Tanda Bahaya Gangguan Tumbuh Kembang Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Tak jarang orang tua tidak menyadari ketika Si Kecil mengalami gangguan tumbuh kembang. Proses tumbuh kembang tiap anak berbeda, hal tersebut mengakibatkan kecepatan pencapaian perkembangan pun berbeda juga. Kisaran waktu pencapaian tiap tahap perkembangan biasanya juga cukup besar. Misalnya kategori normal untuk anak dapat berjalan adalah di antara usia 10-18 bulan. Sehingga sering terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Oleh karenanya, Bunda harus mengenal dan memahami tanda bahaya tumbuh kembang  Si Kecil.   

Gangguan tumbuh kembang Si Kecil dapat terjadi di satu aspek perkembangan saja atau dapat pula terjadi di lebih dari satu aspek perkembangan. Aspek tumbuh kembang Si Kecil terdiri atas bicara, penglihatan, keterampilan motorik kasar, keterampilan motorik halus, keterampilan sosial emosional serta bahasa.

Secara umum, Bunda sebaiknya mengenali tanda bahaya tumbuh kembang anak. Dengan mengetahui tanda bahaya secara dini maka bisa dicari penyebab keterlambatannya dan menyusun strategi solusi yang tepat. Berikut adalah tanda bahaya beberapa aspek tumbuh kembang Si Kecil yang perlu Bunda cermati:

Tanda Bahaya Gangguan Bicara

Terlambat bicara adalah gangguan perkembangan yang paling sering terjadi pada anak. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini, antara lain:

  • Dalam aktivitas sehari-hari, Si Kecil terbiasa mendengar lebih dari satu bahasa
  • Kelainan otot sekitar mulut dan lidah
  • Kelainan pendengaran. Misalnya infeksi telinga, masalah saraf pendengaran, atau kelainan bawaan.
  • Autisme

Tanda Bahaya Gangguan Penglihatan

Sampai usia enam bulan, penglihatan bayi masih belum sempurna. Namun, selepas usia tersebut, penglihatan akan berangsur sempurna. Kelainan penglihatan umumnya mulai terlihat ketika Si Kecil memasuki bangku sekolah dan dapat disebabkan oleh:

  • Kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme)
  • Mata malas atau disebut juga amblyopia
  • Katarak
  • Retinopati (kelainan pada retina)
  • Juling

Tanda Bahaya Keterampilan Motorik Kasar

Tanda bahaya yang harus diwaspadai antara lain:

  • Gerakan tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
  • Gangguan tonus otot
  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol

Keterlambatan dapat terjadi karena:

  • Ataksia (kelainan koordinasi otot rangka)
  • Cerebral palsy
  • Kelainan penglihatan
  • Spina bifida (kelainan pada saraf tulang belakang)

Tanda Bahaya Keterampilan Motorik Halus

Tanda bahaya yang mungkin terjadi misalnya:

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
  • Adanya dominasi satu tangan sebelum usia 1 tahun
  • Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan

Tanda Bahaya Keterampilan Sosial Emosional

  • 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
  • 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
  • 12 bulan: tidak merespons saat dipanggil namanya
  • 15 bulan: belum dapat berucap kata apa pun
  • 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
  • 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
  • Segala usia: tidak adanya babbling, bicara, dan kemampuan berinteraksi

Tanda Bahaya Keterampilan Kognitif

  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
  • 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
  • 9 bulan: belum babbling kata sederhana tanpa arti seperti mama, baba
  • 24 bulan: belum ada kata berarti
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

Jika Bunda mencurigai Si Kecil mengalami keterlambatan dalam salah satu atau beberapa aspek di atas, segeralah berkonsultasi kepada dokter spesialis anak agar mendapatkan evaluasi dan terapi lebih dini.

Milestone Lainnya