Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Susu Formula Tidak Boleh Diminum Setelah 2 Jam, Mengapa?

Morinaga Platinum ♦ 14 April 2022

Untuk perkembangan dan tumbuh anak yang optimal, nutrisi tambahan dibutuhkan untuk Si Kecil. Salah satunya adalah melalui pemberian susu formula. Akan tetapi, setelah susu diseduh, tidak boleh diminum lagi setelah 2 jam. Simak pembahasan artikel di bawah ini mengenai alasan susu formula yang tidak boleh diminum setelah 2 jam diseduh. 

Berapa lama susu formula bertahan?

Seperti yang dilansir dari situs laman Kalcare, susu formula harus dikonsumsi dalam waktu dua jam setelah diseduh. Hal ini disebabkan karena formula dibuat dengan bahan dasar susu, jika disimpan dalam suhu ruangan lebih dari beberapa jam, akan mempengaruhi kualitasnya menjadi buruk, sehingga akan berbahaya bagi Si Kecil. 

Ciri-ciri susu formula yang basi

Banyak faktor dapat menyebabkan susu menjadi cepat basi. Antara lain adalah jumlah bakteri yang ada dalam susu, suhu susu disimpan, serta paparan cahaya pada susu. Semakin banyak terpapar cahaya, maka susu formula akan lebih cepat basi. 

Berikut merupakan tanda-tanda jika susu formula sudah basi, yaitu sebagai berikut:

  • Bau susu yang berubah

Sebelum Bunda memberikan susu formula pada Si Kecil, pastikan untuk mencium baunya terlebih dahulu. Ketika bau susu berubah menjadi busuk, itu berarti sudah basi dikarenakan bakteri yang sudah berkembang dalam susu. 

  • Susu menjadi asam rasanya

Ciri-ciri yang kedua adalah rasa susu berubah menjadi lebih asam. Rasa asam yang ditimbulkan ini berasal dari bakteri penghasil asam dalam susu. Jika Bunda mendapati ini, segera buang ya Bunda. Agar tidak menyebabkan sakit pada Si Kecil.

  • Warna susu yang berubah 

Jika Bunda mendapati susu formula sudah berubah warna menjadi kekuningan, dan tekstur susu menjadi berlendir, itu berarti, susu formula sudah basi dan sudah tidak layak konsumsi. Termasuk, jika tekstur susu bubuknya yang sudah menggumpal. 

Akibat konsumsi susu yang sudah basi

Jika Si Kecil sudah mengkonsumsi susu formula yang sudah tidak layak konsumsi, maka akan mengakibatkan hal-hal seperti di bawah ini:

  • Diare

Dilansir dari Healthline, diare merupakan salah satu akibat pada pencernaan jika Si Kecil mengkonsumsi susu yang sudah basi. Hal ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang masuk melalui susu yang sudah tidak layak konsumsi.

Gejala yang ditunjukkan antara lain, feses lebih cair, badan Si Kecil yang demam, sakit kepala, dan mual. Pastikan Bunda mencukupi asupan cairannya ketika Si Kecil mengalami hal ini.

  • Muntah-muntah

Akibat selanjutnya adalah Si Kecil dapat muntah-muntah karena susu yang sudah basi. Jika hal ini terjadi, maka segera bawa Si Kecil ke dokter untuk penanganan dan pengobatan lebih lanjut. 

  • Kram perut 

Efek terakhir yang disebabkan oleh konsumsi susu formula yang basi adalah Si Kecil dapat mengalami kram perut. Gejala ini diakibatkan karena keracunan susu formula yang sudah basi. 

Itulah akibat yang bisa terjadi jika Si Kecil mengkonsumsi susu yang sudah basi. Segera bawa Si Kecil ke dokter jika kondisinya semakin buruk. 

Penanganan ketika Si Kecil minum susu yang sudah basi

Jika Si Kecil sudah terlanjur minum susu formula yang sudah basi, berikut merupakan penanganan yang dapat Bunda lakukan untuk Si Kecil, yaitu sebagai berikut:

  • Memberi asupan air yang cukup

Karena mengonsumsi susu formula yang sudah basi, Si Kecil dapat mengalami penyakit diare yang mengakibatkan dehidrasi. Ketika hal ini terjadi, Bunda bisa memberikan asupan air secara konsisten setiap 30 menit. Jika Si Kecil tidak membaik, Bunda bisa membawanya ke dokter terdekat. 

  • Memberi air kelapa hijau

Selanjutnya, Bunda bisa memberi Si Kecil air kelapa hijau. Dilansir dari Klikdokter, kelapa hijau memiliki kandungan elektrolit yang bermanfaat untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Jadi, jika Si Kecil keracunan susu basi, air kelapa hijau dapat menjadi salah satu solusinya.

Aturan dalam memberikan susu formula pada Si Kecil

Berikut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan ketika memberikan susu formula kepada Si Kecil, yaitu sebagai berikut:

  • Pastikan tangan Bunda selalu bersih

Sebelum memberikan susu formula untuk Si Kecil, ataupun ketika mensterilkan peralatan minum seperti dot dan juga botol susu, pastikan Bunda menjaga tangan selalu bersih dengan mencucinya. Hal ini bertujuan agar peralatan minum Si Kecil tidak terkontaminasi bakteri. 

  • Selalu jaga kebersihan botol Si Kecil

Untuk menghindari dari bakteri yang berbahaya bagi Si Kecil, sebaiknya Bunda selalu menjaga kebersihan botol susu Si Kecil. Bunda juga dapat membersihkannya menggunakan alat sterilizer, untuk membantu membunuh kuman dan bakteri yang menempel pada dot dan botol susu Si Kecil. 

  • Perhatikan tanggal kadaluarsa susu formula

Selain itu, pastikan tanggal yang tertera dalam produk susu formula belum kadaluarsa. Jika Si Kecil mengkonsumsi susu formula yang telah kadaluarsa, akan mengakibatkan keracunan sehingga Si Kecil diare dan muntah-muntah. 

  • Takaran susu yang tepat

Pada umumnya, setiap susu formula terdapat takaran tertentu yang ditambahkan air dengan jumlah tertentu. Seperti contoh satu sendok takar susu dapat membuat susu 120 ml. Maka, satu sendok takar susu dilarutkan dalam 120 ml air. 

Cara Membuat Susu Formula yang Benar

  • Siapkan peralatan untuk membuat susu

Langkah yang perlu Bunda perhatikan sebelum membuat susu formula yaitu menyiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, Bunda dapat menyiapkan sendok takar, termometer, dan botol susu. Disamping itu, Bunda juga perlu memperhatikan bahwa meja yang digunakan untuk membuat susu formula sudah higienis atau dalam keadaan bersih.

  • Pastikan peralatan dan kedua tangan dalam kondisi higienis

Pastikan semuanya bersih dan higienis sebelum membuat susu formula untuk Si Kecil ya, Bun. Nah, salah satunya dan tak boleh luput dari perhatian adalah dengan mencuci tangan dengan sabun. Tak hanya itu, Bunda juga perlu memperhatikan peralatan yang digunakan untuk membuatnya dalam keadaan bersih.

Untuk memastikannya, Bunda dapat menggunakan piranti khusus seperti sterilisasi botol susu atau bisa juga dengan merebus botol dengan merendamnya ke dalam air dengan suhu panas. Perlu diketahui, merebus dan merendam botol pada air bersuhu panas tidak mensterilkan botol ya Bun, tetapi hanya mendisinfeksi. Sebagai informasi tambahan, bakteri pada botol dapat dimungkinkan masih hidup meskipun sudah direbus. Itulah mengapa sangat disarankan untuk menggunakan steriliser demi terhindar dari kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

  • Jerang air hingga dalam keadaan mendidih

Setelah beberapa peralatan yang digunakan untuk membuat susu formula sudah dalam keadaan steril, Bunda pun dapat menjerang air minum hingga mendidih. Jika air sudah dalam keadaan mendidih, biarkan air di dalam panci tertutup selama 10-15 menit hingga suhunya turun menjadi 70 derajat celcius. Hal tersebut digunakan agar susu tidak terlalu panas ketika disajikan kepada Si Kecil.

Nah, jika air panas sudah turun dalam suhu tersebut, Bunda dapat menuangkan air ke dalam botol susu sesuai dengan takaran. Biasanya, pada botol susu terdapat garis takaran yang dapat digunakan oleh Bunda untuk memastikan agar perbandingan antara air dan susu sesuai ketentuan.

  • Masukkan susu bubuk sesuai dengan takaran

Setelah proses sebelumnya telah selesai dilakukan, Bunda dapat beralih ke langkah selanjutnya yakni menuangkan susu bubuk ke dalam botol susu sesuai dengan takaran. Agar rasa dan kandungannya tepat, Bunda dapat membaca petunjuk takaran yang biasanya telah tertera pada kemasan susu formula.  Mengapa perlu membuat susu formula dengan takaran yang telah disesuaikan? Ya, jika tidak menggunakan takaran yang tepat, maka hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan Si Kecil. Sebaliknya, ketidakpatuhan terdapat takaran pembuatan susu formula yang tepat juga berpotensi membuat kandungan nutrisinya berkurang.

  • Larutkan dan pastikan suhu tidak terlalu panas

Setelah air dan susu formula tercampur, Bunda dapat mengocok botol susu yang telah tertutup rapat agar dapat dipastikan larut sehingga Si Kecil menyukainya. Namun, sebelum susu formula tersebut diberikan kepada Si Kecil, Bunda perlu memastikan bahwa air sudah dalam kondisi tidak terlalu panas. Dalam hal ini, Bunda dapat meneteskan sedikit air susu tersebut kepada kulit. Jika suhu susu tersebut masih terasa terlalu panas untuk Si Kecil, Bunda dapat mendiamkannya sebentar hingga suhunya turun dan siap untuk dikonsumsi olehnya.

Cara Menyimpan Susu Formula yang Sudah Dibuat

Agar susu formula yang sudah dibuat tetap dapat dikonsumsi, berikut beberapa cara menyimpannya:

  • Simpan dalam botol steril

Bunda bisa menyimpan susu formula dalam botol yang steril, untuk mensterilkan botol cukup mudah. Bunda bisa mensterilkan botol dengan memanaskan air hingga mendidih, lalu rebus botol hingga kurang lebih 5 menit, lalu angkat botol pakai alat penjepit, lalu keringkan dan diamkan di tempat yang bersih. Dalam melakukan ini Bunda perlu hari-hati yaa, karena bila terlalu lama akan menyebabkan botol rusak.

  • Simpan ke dalam kulkas

Selanjutnya susu formula yang sudah ada dalam botol, Bunda masukkan ke kulkas. Susu formula akan bertahan selama 24 jam saja. Bila lebih maka bakteri berkemungkinan besar meningkat dan dapat menyebabkan susu basi.

  • Jangan panaskan susu kembali

Memanaskan susu kembali dapat memicu perkembangan bakteri lebih cepat, sehingga perlu dicatat ya Bun jangan berikan susu formula yang dipanaskan kembali.

Nah, itulah alasan mengapa susu formula tidak boleh diminum setelah 2 jam dalam suhu ruangan, dan cara menyimpan susu formula yang sudah dibuat. Pastikan Bunda memperhatikan kebersihan peralatan minuman Si Kecil, agar terhindar dari virus dan bakteri. Penting memastikan susu formula yang diminum Si Kecil dalam kondisi baik, demi kelancaran pemenuhan kebutuhan gizi Si Kecil. Semoga artikel kali ini bermanfaat, ya Bunda.

 



Lihat Artikel Lainnya