Kenali Speech Delay pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

Oleh: Morinaga Platinum

9 November 2020

Setiap anak tentu memiliki kemajuan tumbuh kembang yang berbeda termasuk dalam hal belajar bicara. Tahapan belajar bicara pada anak biasanya dimulai dari usia 6-9 bulan. Di usia ini, Si Kecil akan mulai bisa babbling atau mengulang suku kata yang sama, seperti “ma-ma-ma-ma” atau “pa-pa-pa”. Lalu saat Si Kecil memasuki usia 12 bulan atau satu tahun, ia pun sudah biasa mengucap “mama” atau “papa” dan mulai bisa mengeluarkan satu atau dua kata yang bermakna. Setelah itu, kosa kata Si Kecil pun akan bertambah seiring pertumbuhannya sampai ia benar-benar bisa berbicara.

Tahapan belajar berbicara Si Kecil merupakan salah satu proses yang perlu diperhatikan orang tua. Namun Bunda juga perlu ingat, bahwa tahapan kemajuan perkembangan setiap anak berbeda dan tak sedikit anak yang mengalami keterlambatan berbicara atau yang biasa disebut dengan speech delay.

Speech delay merupakan salah satu gangguan komunikasi yang wajar terjadi pada Si Kecil di masa pertumbuhannya. Namun jika hal ini dibiarkan, speech delay dapat menjadi gangguan serius yang berpengaruh pada kecerdasan dan juga perilaku Si Kecil di masa depan.

Speech delay adalah gangguan yang paling umum terjadi pada anak usia 3-16 tahun. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh National Centre for biotechnology Information, prevalensi gangguan speech delay pada anak berkisar 1 hingga 32 persen pada populasi normal.

Tanda-tanda Speech Delay pada Anak

Untuk mengidentifikasi speech delay pada anak, Bunda perlu memperhatikan beberapa tanda yang dapat menjadi gejala speech delay pada Si Kecil, seperti:

  1.   Tidak mengoceh saat memasuki usia 15 bulan.
  2.   Anak tidak berbicara saat usianya 2 tahun.
  3.   Tidak mampu untuk mengucapkan kalimat pendek ketika usianya 3 tahun.
  4.   Kesulitan mengikuti petunjuk.
  5.   Artikulasi atau pengucapan buruk.
  6.   Sulit menyatukan kata-kata dalam sebuah kalimat.
  7.   Meninggalkan kata-kata dari sebuah kalimat.

 

Penyebab Speech Delay pada Anak

Speech delay pada anak dapat diakibatkan oleh beberapa kemungkinan. Berikut ini beberapa penyebab speech delay yang dapat terjadi pada Si Kecil:

1.      Gangguan berbiacara dan bahasa

Keterlambatan bahasa merupakan kondisi ketika Si Kecil kesusahan dalam menyusun frasa yang dapat dimengerti. Sementara keterlambatan berbicara adalah sebaliknya, yaitu saat Si Kecil berkomunikasi non-verbal, tetapi tidak dapat mengucapkan banyak kata.

 

Baca juga: Kenali Gangguan Bicara dan Bahasa Pada Si Kecil

 

2.      Masalah pada mulut

Salah satu faktor penyebab speech delay pada anak adalah masalah pada mulut, lidah atau langit-langit mulut Si Kecil. Kondisi ini disebut juga dengan istilah ankyloglossia yang menyebabkan lidah tidak bebas bergerak karena frenulum lidah yang terlalu pendek. Kondisi ini akan menyulitkan Si Kecil untuk membuat suara tertentu terutama huruf D,L,R,S,T,Z, dan Th. Hal ini pun akan menyulitkan bayi kesulitan dalam saat menyusu.

3.      Gangguan pendengaran

Si Kecil yang tidak dapat mendengar dengan baik cenderung memiliki permasalahan dalam berbicara. salah satu gejala gangguan pendengaran pada Si Kecil terlihat ketika ia tak mampu menamai objek tapi baru bisa memahaminya saat orang lain memberitahunya lewat gerakan.

4.      Autism spectrum disorder

Autisme dapat menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Beberapa tandanya antara lain adalah frasa yang berulang-ulang, perilaku berulang, gangguan komunikasi verbal dan nonverbal, gangguan interaksi sosial dan penurunan kemampuan bicara dan berbahasa.

5.      Masalah psikologis

Penyebab lain yang dapat menyebabkan Si Kecil mengalami speech delay adalah masalah psikologis. Dalam kasus ini, Bunda dapat mengatasinya dengan membawa Si Kecil ke psikolog anak agar Si kecil dapat menjalani terapi dan juga mendapatkan stimulasi yang tepat.

 

Cara Mengatasi Speech Delay

1.      Sering ajak Si Kecil mengobrol

Mengobrol dengan Si Kecil merupakan salah satu terapi anak speech delay yang cukup efektif. Selain itu, cara ini juga dapat meningkatkan keakraban antara Bunda dan Si Kecil. Hal ini sebaiknya dilakukan sejak Si Kecil masih bayi. Ajak Si Kecil mengobrol kapanpun dan dimanapun. Contohnya seperti mengajaknya untuk menyebutkan nama-nama benda yang dilihat, tebak warna, dan lain-lain. Saat mengobrol dengan Si Kecil, Bunda tidak perlu menggunakan kalimat yang panjang. Gunakan kalimat kalimat sederhana yang mudah dimengerti Si Kecil sehingga ia tidak kesulitan menjawab pertanyaan Bunda.

2.      Membacakan cerita

Salah satu cara mengatasi speech delay pada anak dapat dilakukan dengan membacakan cerita atau dongeng yang dilengkapi gambar-gambar menarik. Hal ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan daya imajinasi dan menambah kosakata Si Kecil.

3.      Batasi screen time

Seiring perkembangan teknologi, terkadang gadget menjadi benda yang sulit sekali dipisahkan dari Si Kecil. Tapi ternyata, penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat menurunkan kemampuan bicaranya. Menurut para ahli, anak berusia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan gawai dalam bentuk apapun, kecuali untuk tujuan video call atau panggilan video. Untuk Si Kecil yang berusia 2-5 tahun, penggunaan gadget sebaiknya maksimal 2 jam per hari, itu pun harus dibawah pengawasan orang tua.  

Baca juga: Pendidikan Teknologi untuk Si kecil dalam Era VUCA

4.      Minum dengan sedotan

Terapi untuk mengatasi speech delay lainnya adalah dengan membiasakan minum dengan menggunakan sedotan. Minum dengan sedotan dapat membantu menguatkan otot-otot mulut Si Kecil sehingga kemampuan berbicaranya menjadi semakin meningkat. Tapi jangan lupa gunakan sedotan yang bisa dipakai ulang (reusable) dan juga ramah lingkungan ya, Bun!

5.      Konsultasi dengan dokter/tenaga ahli

Ketika Si Kecil belum mulai mengoceh atau tidak belum berkata apapun pada usia 1 tahun, sebaiknya Bunda membawa Si Kecil ke dokter spesialis anak atau psikolog anak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Itulah beberapa informasi speech delay yang perlu Bunda ketahui. Deteksi dini speech delay  adalah hal yang penting dilakukan untuk mengatasi keterlambatan bicara pada Si Kecil. Gangguan speech delay yang tidak ditangani dengan semestinya dapat berdampak besar pada kehidupan Si Kecil di masa depan. Selain itu, jangan lupa untuk berikan nutrisi terbaik kepada Si Kecil agar ia tumbuh dengan optimal. Semoga informasinya bermanfaat, Bunda

Milestone Lainnya