Spa Bayi: Kebutuhan SI Kecil atau Keinginan Orang Tua

Oleh: Morinaga Platinum

Istilah “spa” mungkin tak asing lagi untuk para Bunda. Kata singkatan tersebut diambil dari bahasa Yunani “Solus Per Aqua” yang berarti melakukan perawatan tubuh dengan media air. Namun, sekarang aktivitas spa tak hanya diperuntukkan bagi Ayah dan Bunda saja. Si Kecil pun bisa menikmati layanan tersebut di gerai layanan jasa khusus yang belakangan ini banyak bermunculan. Sejauh apa manfaat spa bayi? Apakah hanya sekedar tren belaka?

Umumnya aktivitas di gerai spa bayi terdiri dari dua hal yaitu hidroterapi dan pijat bayi. Pada sesi hidroterapi, Si Kecil akan berenang mengapung di kolam khusus dengan bantuan ban yang melingkar di lehernya. Ia akan merasa nyaman berada dalam air karena telah terbiasa mengapung di dalam cairan ketuban Bunda selama 9 bulan. Manfaat hidroterapi antara lain:

  • Menguatkan fisik Si Kecil karena ia akan menggerak-gerakan tubuhnya selama berada di dalam air
  • Memupuk rasa percaya diri. Memperkenalkan air kepada Si Kecil sejak dini diharapkan ia akan terbiasa dan kelak tidak akan memiliki ketakutan terhadap air atau berenang.
  • Menunjang kemampuan koordinasi Si Kecil. Sebuah penelitian di Norwegia tahun 2009 lalu memerlihatkan bahwa hidroterapi dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan bayi untuk mengkoordinasi otot dan keseimbangannya.
  • Melatih otot lengan dan tungkai kaki. Menurut penelitian di Finlandia, para bayi yang menjalani hidroterapi terbukti dapat berjalan dengan lebih cepat karena otot tungkai yang lebih terlatih.
  • Membuat Si Kecil rileks, meningkatkan nafsu makan, juga memperbaiki pola tidur.

Selain hidroterapi, di gerai spa bayi Si Kecil juga akan menjalani sesi pijat. Bunda tentu sering mengalami situasi di manaSi Kecil rewel ketika ditaruh di tempat tidur namun, rewel langsung berganti dengan senyuman ketika Bunda mengangkat dan menggendongnya. Sentuhan Bunda menenangkannya. Bayangkan manfaat yang akan Si Kecil dapat jika ia mendapat sentuhan pijat.

Banyak studi memerlihatkan manfaat pijat bayi, antara lain dapat mengurangi ketidaknyamanan dan rewel, membantu Si Kecil tidur lebih lelap, serta mengurangi risiko terjadinya sembelit juga kolik. “Saat bayi diberikan pijatan, sistem saraf pusatnya terstimulasi. Ini adalah awal dari reaksi berantai: pijat membuatnya otak Si Kecil memproduksi lebih banyak hormon serotonin. Hasilnya, detak jantung Si Kecil perlahan menjadi lebih pelan, begitu juga dengan napasnya. Ia pun menjadi lebih rileks,“ jelas Tiffany Field, PhD, kepala Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine.

Pijat bayi juga dapat menstimulasi keluarnya hormon oksitosin yang dapat menimbulkan perasaan bahagia dan dicintai. Selain itu, pijat bayi dapat mempererat hubungan antara orangtua dan anak dengan penyaluran kasih sayang melalui sentuhan dan kontak kulit dengan kulit. Ini bisa dimanfaatkan oleh para Bunda yang mengalami baby blues atau depresi pascamelahirkan untuk lebih mendekatkan diri dengan Si Kecil.

Dalam sebuah studi oleh Field TM, bayi prematur yang diberikan stimulasi pijat menunjukkan kenaikan berat badan per hari 47 persen lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak diberikan stimulasi. Pijat bayi diduga berpengaruh pada peningkatan aktivitas sistem saraf vagal dan pergerakan lambung yang menyebabkan penyerapan nutrisi lebih efisien.

Melihat banyaknya manfaat spa bayi, tidak ada salahnya jika Bunda ingin mengajak Si Kecil mencobanya. Namun, sebaiknya pastikan gerai layanan memiliki tenaga terapis yang berpengalaman, ya, supaya manfaat spa bayi bisa didapat maksimal. Selamat mencoba!

Milestone Lainnya