Siaga 2 Penyakit yang Sering Muncul Setelah Liburan

Oleh: Morinaga Platinum

Coba, deh, Bunda perhatikan … tiap kali liburan selesai, Si Kecil hampir selalu terbaring sakit. Biasanya, ada dua penyakit yang kerap berkunjung setelah musim libur berakhir, yaitu diare dan pilek. Diduga penyebab terjadinya antara lain kelelahan, jadwal yang padat, dan makanan yang kurang dijaga.

Diare

Diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan kuman atau racun. Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan keluarnya feses berkonsistensi cair lebih dari tiga kali dalam sehari. Umumnya, diare terjadi sebagai akibat dari mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala diare juga dapat berupa demam, mual, muntah, kembung, dan nyeri perut.

Diare pada Si Kecil paling sering disebabkan oleh infeksi virus, yaitu rotavirus. Di samping virus, diare juga dapat diakibatkan oleh bakteri seperti Salmonella dan parasit seperti Giardia. Tidak hanya karena infeksi saja, diare bisa juga disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, misalnya antibiotik dalam jangka waktu lama. Pengobatan tersebut dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus, sehingga memicu diare. Berbagai studi mengungkapkan bahwa pemberian probiotik (bakteri baik seperti Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M-16 V yang difortifikasi ke dalam susu) dapat membantu penyembuhan diare.

Perawatan mandiri di rumah yang bisa Bunda lakukan ketika Si Kecil diare adalah memastikan ia mendapat cukup cairan. Jika perlu, berikan juga cairan pengganti seperti oralit. Mengonsumsi pisang juga membantu meredakan diare.

Waspadai gejala dehidrasi seperti lemas, cenderung mengantuk, mata kering dan cekung, mulut dan kulit kering, serta volume air seni yang sedikit. Jika Si Kecil mengalami gejala tersebut, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Batuk Pilek (selesma)

Sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna membuat Si Kecil rentan terkena selesma. Bayangkan saja, pada Si Kecil usia prasekolah, selesma bisa dialami sebanyak sembilan kali setahun. Sedangkan, Si Kecil yang duduk di bangku TK umumnya dapat terkena selesma hingga dua belas kali dalam setahun.

Selesma bisa disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus berbeda, namun penyebab terseringnya adalah rhinovirus. Selesma bukanlah termasuk penyakit yang berbahaya, kecuali untuk Si Kecil yang baru lahir. Tidak perlu pengobatan khusus untuk menyembuhkannya karena selesma akan hilang sendiri dalam 4-10 hari.

Selesma tidak hanya berupa gejala batuk dan pilek saja tetapi juga bisa berupa nyeri tenggorokan, demam, lemas, muntah, dan diare. Agar Si Kecil tidak mudah tertular penyakit ini, terapkan kebiasaan sehat di rumah yaitu biasakan selalu mencuci tangan sebelum makan, sepulang bepergian, sehabis menggunakan toilet, dan bermain. Ini harus diterapkan oleh seluruh anggota keluarga, ya, Bunda.

Tak ketinggalan, Si Kecil harus diajarkan untuk selalu menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk. Gunakan tisu sekali pakai atau siku bagian dalam. Setelahnya, ia harus membuang tisu dan mencuci tangan.

Cara mudah menjaga agar Si Kecil tidak tumbang sakit adalah dengan memberikannya makanan bergizi lengkap seimbang serta tidur yang cukup. Tunjang daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi nutrisi yang mengandung nukleotida serta laktoferin yang akan melindunginya dari berbagai infeksi seperti selesma.

Milestone Lainnya