Semua Yang Perlu Bunda Ketahui Dari Demam

Oleh: Morinaga Platinum

Demam adalah kondisi di mana suhu tubuh meningkat melebihi normal (temperatur normal tubuh berkisar antara 36o- 38o C). Si Kecil bisa dikatakan mengalami demam apabila:

  • Suhu diukur dengan termometer pada anus melebihi 38oC
  • Suhu diukur dengan termometer pada mulut melebihi 37,6oC
  • Suhu diukur dengan termometer pada ketiak (aksila) melebihi 37oC

Demam merupakan bagian dari proses sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus, bakteri, atau parasit sehingga tidak selalu berbahaya. Demam adalah suatu gejala, bukan penyakit. Lalu, bagaimanakah cara tepat mengukur suhu tubuh Si Kecil? 

Mengukur suhu dengan menggunakan tangan pada dahi, pipi, atau perut Si Kecil bukanlah cara mengukur demam. Gunakan termometer untuk mengukur peningkatan suhu tubuh Si Kecil. Bunda bisa gunakan termometer raksa, digital (cepat), dan termometer timpanik (diletakkan pada telinga). Cara pengukuran termometer raksa di antaranya adalah :

  • Untuk bayi dan balita: Cara terbaik adalah menggunakan termometer yang diletakkan pada ketiak (aksila). Taruh ujung termometer pada pertengahan ketiak, pegang dengan satu tangan dan gunakan tangan yang lain untuk menahan lengan Si Kecil agar tidak terbuka. Tahan termometer selama 3-4 menit.
  • Usia 5 tahun ke atas: Sebaiknya dilakukan menggunakan termometer yang diletakkan pada mulut. Apabila Si Kecil baru makan sesuatu yang dingin atau panas, tunggu 10 menit baru mengukur suhu. Baringkan Si Kecil, taruh termometer di bawah lidahnya, beritahukan Si Kecil untuk menutup mulutnya namun jangan menggigit. Tahan termometer selama 2-3 menit.

Bunda bisa memandikan Si Kecil atau menyeka tubuhnya menggunakan lap basah hangat untuk menurunkan demamnya. Kadang, kombinasi dari mandi air hangat dan minum obat penurun demam bisa mengurangi rasa tidak nyaman yang ia rasakan.

Bagaimana cara menangani demam pada Si Kecil?

Tanpa obat

  • Jika Si Kecil tetap aktif, makan, dan minumnya pun normal, kemungkinan ia tidak perlu diberikan obat penurun panas.
  • Pakaikan baju yang tipis atau pakaikan hanya pakaian dalam sehingga panas bisa dilepaskan lewat kulitnya
  • Kompres Si Kecil dengan menggunakan air hangat pada dahi, leher, ketiak, dada. Jangan biarkan kompres mengering di badannya, angkat kompres ketika setengah kering, celup kembali di air hangat, peras, letakkan kembali di badannya.
  • Hindari penggunaan alkohol sebagai kompres. Alkohol dapat menyebabkan kehilangan panas terlalu cepat sehingga menyebabkan keracunan alkohol
  • Tutupi Si Kecil dengan selimut tipis apabila ia kedinginan atau menggigil
  • Ajak Si Kecil beristirahat karena aktivitas dapat meningkatkan demam
  • Berikan banyak cairan, misalnya air, jus, susu.

Dengan obat

  • Obat penurun demam akan membuat Si Kecil merasa lebih nyaman tetapi tidak menghentikan demam
  • Berikan PARASETAMOL setiap empat jam sekali ( 6x sehari)
  • Berikan obat sesuai dengan berat badan Si Kecil
  • Pemberian ibuprofen harus didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.

Bawa Si Kecil ke dokter apabila

  • Usia Si Kecil di bawah 3 bulan
  • Suhu tubuhnya mencapai 39oC atau lebih
  • Demam disertai hilangnya nafsu makan, sakit kepala, muntah atau nyeri perut, nangis melebihi biasa, nyeri tenggorokan, sesak napas, nyeri pada telinga, dan nyeri saat buang air kecil.

Infeksi bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan memastikan kebutuhan nutrisi Si Kecil tercukupi dengan baik. Pola hidup bersih akan mengurangi ekspos terhadap penyakit menular yang sering menyebabkan demam. Bunda juga bisa memberikan nutrisi tambahan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaganya dari berbagai infeksi, misalnya nukleotida dan laktoferin, sehingga Si Kecil tak mudah sakit.

Milestone Lainnya