Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Mengatasinya

Morinaga Platinum ♦ 1 Januari 2020

Tanda bayi kurang ASI penting untuk diketahui Bunda, karena bisa mengganggu kenyamanan serta kesehatan Si Kecil. Mengingat selama 6 bulan pertama, ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi yang bisa diterima oleh Si Kecil. 

Bagaimana cara mengetahui bayi cukup ASI? Bunda bisa mengetahui bayi yang cukup ASI apabila ia tidak mengalami tanda-tanda berikut ini.

Tanda Bayi Kurang ASI

Berat badan bayi tidak bertambah

Normalnya, pertambahan berat badan Si Kecil yang cukup ASI terjadi pada hari ke-5 hari hingga hari ke-7 setelah ia dilahirkan. Tapi, ketika berat badannya tak kunjung bertambah atau malah cenderung menurun, Bunda wajib waspada dan sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Hal ini bisa saja terjadi bukan hanya karena asupan ASI-nya tidak cukup, tapi juga kualitas air susu Ibu yang kurang baik.

Kotoran bayi berwarna gelap

Salah satu tanda lain dari Si Kecil yang kekurangan ASI adalah kotoran yang dikeluarkannya baik feses dan urin berwarna kuning pekat atau kecoklatan (gelap). Selain itu, intensitas buang air kecilnya pun terbilang cukup jarang yang menandakan bahwa Si Kecil kekurangan cairan hingga dehidrasi.

Payudara tidak menyusut setelah menyusui

Bentuk payudara akan menyesuaikan setelah Bunda melahirkan. Biasanya akan berubah menjadi lebih besar dan kencang karena mulai memproduksi air susu untuk Si Kecil. Oleh karena itu, setelah selesai menyusui payudara Bunda akan terasa lebih kempes dari sebelumnya. Tapi jika tidak terjadi hal demikian, tandanya Si Kecil tidak mendapatkan air susu yang cukup. Di beberapa kasus juga sering terjadi pembengkakan akibat ASI yang tidak keluar secara maksimal.

Si Kecil lebih rewel dan lemas

ASI menjadi makanan utama bayi ketika berusia 0-6 bulan. Itulah sebabnya, jika ia tidak mendapatkan makanan yang cukup, pastinya ia akan menjadi lebih rewel dan lemas. Tidak cukupnya asupan ASI yang didapatkannya juga menyebabkan Si Kecil mudah sekali tertidur saat menyusui.

Mulut dan mata Si Kecil menjadi kering

Apabila bayi mengalami dehidrasi karena tidak mendapat air susu yang cukup, mulut dan matanya akan kelihatan mengering. Kinerja organ tubuhnya menjadi terganggu, terlebih lagi berat badannya yang masih rendah sehingga membuat bayi lebih sensitif jika kehilangan cairan.

Apabila Bunda melihat beberapa tanda di atas pada Si Kecil, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar dapat ditindaklanjuti sebelum terlambat. Kurangnya ASI sejak dini dapat mengganggu tumbuh kembang bayi di masa mendatang dan hal tersebut tentu tidak dapat Bunda sepelekan. 

Frekuensi Mengganti Popok Berkurang

Tanda bayi kurang ASI juga bisa dilihat dari frekuensi popok kotor yang harus diganti setiap harinya. Umumnya, semakin banyak ASI yang dikonsumsi baik maka Si Kecil akan semakin sering buang air kecil dan buang air besar. 

Cara Agar Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

Untuk memastikan ia mendapatkan ASI yang cukup, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan perlekatan mulut Si Kecil sesuai pada puting payudara Bunda dan ia dapat menghisap ASI dengan baik.
  • Pantau berat badan serta intensitas buang air besar dan kecil. Jika perlu, hitung jumlah popok yang digunakan Si Kecil setiap harinya. Jangan lupa perhatikan perubahan warna yang terjadi.
  • Perhatikan juga reaksi yang diperlihatkan oleh Si Kecil saat sedang menyusu. Apakah ia gelisah, rewel, tenang, dan sebagainya.
  • Selama proses menyusui, sadari sensasi “kesemutan” yang menandakan refleks keluarnya ASI lancar dan dapat memenuhi kebutuhan Si Kecil.

Sebagai satu-satunya makanan yang dapat dicerna dan diterima Si Kecil di 6 bulan awal kelahirannya, peranan ASI tentunya sangat penting bagi Si Kecil. Karena itu, jangan biarkan ia kekurangan asupan ASI, karena kekurangan ASI berarti Si Kecil berpotensi untuk mengalami kekurangan gizi. Makanya kebutuhan nutrisi Si Kecil wajib dipenuhi ya Bun, salah satunya ya dengan ASI.

Lihat Artikel Lainnya