Perut Anak Sering Kembung? Yuk Cari Tahu Penyebabnya

Oleh: Morinaga Platinum

27 Oktober 2021

Buang angin merupakan hal yang lumrah dilakukan baik anak-anak maupun orang dewasa. Biasanya, setelah buang angin, perut menjadi lebih lega. Namun, ada kalanya anak sering kembung sehingga lebih sering buang angin atau malah susah buang angin. Pada kasus serius, anak sering kembung dapat menyebabkan diare, nyeri pada area perut, buang air besar yang bercampur darah, nafsu makan berkurang, hingga turun berat badan secara drastis.

Perut anak sering kembung dan sakit dapat mengganggu aktivitas Si Kecil dan merasa tidak nyaman. Selain rewel, Si Kecil tentu akan terlihat lemas karena merasa perutnya penuh. Ada beragam penyebab anak sering kembung yang jarang disadari lho! Untuk itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui penyebab perut anak sering kembung dan berbunyi. Simak penjelasannya berikut ini yuk Bun!

Penyebab Anak Sering Kembung

Dikutip dari About Kids Health, kembung adalah suatu kondisi dimana terjadi penumpukan gas di saluran pencernaan. Perut kembung tentu menyebabkan perut anak tidak nyaman, sehingga anak menjadi lebih rewel bahkan malas makan karena perut terasa penuh. Meski umum terjadi dan dapat sembuh sendiri, kondisi ini tidak bisa diabaikan, karena bisa saja menandakan penyakit yang berbahaya. Berikut beberapa penyebab anak sering kembung.

1. Makan Sambil Bermain

Si Kecil pasti senang bermain ya Bun? Tak jarang, pada saat makan pun anak tetap bermain, baik dengan action figure kesukaannya atau boneka beruang kesayangannya. Namun ternyata, hal ini dapat menjadi salah satu penyebab anak sering kembung dan sakit perut lho! Sebab, bermain atau melakukan aktivitas sambil makan bisa menyebabkan anak menelan udara terlalu banyak berbarengan dengan makanannya sehingga mengunci udara dalam perut dan pada akhirnya memicu perut kembung.

2. Susah Buang Air Besar

Konstipasi atau susah buang air besar dapat menjadi salah satu penyebab perut anak sering kembung. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada anak-anak usia prasekolah. Biasanya, anak-anak sering menahan buang air besar di sekolah karena tidak bisa buang air besar sendiri dan malu untuk meminta tolong gurunya. Otomatis, tinja yang berada dalam perut menjadi mengeras dan mengakibatkan susah buang air besar. Bila kebiasaan ini tidak segera ditangani maka perut anak sering kembung dan sakit saat buang air besar.

3. Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Mengandung Gas

Si Kecil senang jajan di luar rumah? Eits, hati-hati ya Bun! Sebab ada beberapa makanan dan minuman yang dapat memicu produksi gas berlebih pada usus. Hal ini akan mengakibatkan anak sering kembung. Makanan yang sebaiknya dikurangi adalah kubis, kacang, dan brokoli. Sedangkan untuk minuman sebaiknya menghindari jus kemasan dan minuman bersoda.

4. Intoleransi Laktosa

Anak sering kembung ternyata dapat diakibatkan karena Si Kecil memiliki intoleransi laktosa lho Bun. Hal ini dikarenakan tubuh menghasilkan gas berlebih karena usus tidak mampu mencerna gula yang terkandung dalam susu sapi. Gejala dari intoleransi laktosa biasanya tidak akan langsung terlihat. Si Kecil bisa saja baru menunjukkan gejala, termasuk perut kembung, dalam 6-10 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang memicu intoleransi laktosa seperti es krim, yoghurt, dan keju. Jadi sebaiknya dihindari ya Bun!

5. Memiliki Penyakit Tertentu

Jika Si Kecil mengidap penyakit celiac, ada kemungkinan hal ini memicu anak sering kembung. Dikutip dari Klikdokter, penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang terjadi akibat konsumsi gluten. Makanan yang mengandung gluten banyak ditemukan ada biji-bijian jenis gandum hitam.

Selain penyakit celiac, ada pula penyakit crohn yang juga dapat menyebabkan anak sering kembung. Penyakit crohn merupakan kondisi gangguan kesehatan kronis yang disebabkan oleh peradangan pada lapisan sistem pencernaan. Biasanya, penyakit ini menyerang usus besar hingga anus.

6. Menangis Terlalu Lama

Ternyata, menangis terlalu lama dapat menjadi penyebab anak sering kembung lho Bun! Pasalnya, saat menangis Si Kecil membuka mulut lebar sambil meraung. Sehingga banyak udara yang tertelan. Hal ini dapat mengakibatkan anak sering kembung. Ada baiknya segera redakan tangis anak ketika Ia menangis dan akan mengurangi risiko anak sering kembung. Jangan lupa sendawakan anak dengan menepuk lembut punggungnya agar udara tidak terjebak dalam ususnya.

7. Intoleransi Karbohidrat

Jika Si Kecil mengidap intoleransi karbohidrat, hal ini dapat menjadi penyebab anak sering kembung lainnya. Pasalnya, ketika Si Kecil mengidap intoleransi karbohidrat menyebabkan pada usus rentan terhadap produksi gas dari fermentasi karbohidrat seperti fruktosa. Makanan yang mengandung fruktosa antara lain madu, sirup jagung, apel, dan anggur.

8. Pertumbuhan Bakteri Berlebih pada Usus

Ketika anak sering kembung, biasanya dikarenakan pertumbuhan bakteri usus yang berlebih (bacterial overgrowth). Bakteri yang berlebihan akan meningkatkan produksi gas di perut sehingga menyebabkan perut anak kembung dan berbunyi. Umumnya, kondisi ini terjadi pada bayi yang kurang gizi, mengalami gangguan peristaltik usus, serta penggunaan obat antibiotik jangka panjang.

9. Kelainan Saraf Usus Bagian Bawah

Penyebab perut anak kembung dan berbunyi adalah hirschsprung atau kelainan saraf pada usus bagian bawah. Kondisi ini menyebabkan perut anak sering kembung dan berbunyi. Tak hanya itu, bayi yang memiliki kondisi hirschsprung biasanya akan sulit mengejan. Pada kondisi ini, tidak terbentuk saraf pada usus bayi bagian bawah. Akibatnya ususnya tidak dapat berkontraksi sebagaimana usus normal.

10. Usus Terpuntir

Kondisi usus terpuntir bisa menyebabkan anak sering kembung karena kesulitan buang angin dan buang air besar. Usus terpuntir atau volvulus merupakan kelainan usus bawaan lahir. Kondisi ini menyebabkan penyumbatan pada usus si kecil baik secara total maupun sebagian.

Tips Mengatasi Anak Sering Kembung

Umumnya, anak sering kembung tidak memerlukan perawatan medis khusus. Ada beberapa cara mengatasi anak sering kembung, salah satunya adalah mengetahui penyebabnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka kembung pada anak bisa diminimalisir bahkan dihilangkan. Berikut beberapa tips mengatasi anak sering kembung:

  •       Mengubah pola makan
  •       Memberikan makanan dalam porsi secukupnya
  •       Memijat perut dan punggung dengan minyak telon
  •       Lakukan gerakan seperti mengayuh sepeda pada anak balita
  •       Pastikan Si Kecil tetap terhidrasi dengan baik
  •       Memberikan kompres hangat pada perut
  •       Konsumsi nutrisi yang mengandung probiotik dan prebiotik
  •       Sendawakan Si Kecil setelah minum ASI
  •       Jangan biarkan Si Kecil menangis terlalu lama
  •       Ganti susu sapi dengan susu kedelai jika Si Kecil intoleransi laktosa
  •       Ajari anak agar tidak mengunyah makanan terlalu cepat
  •       Berikan teh rendah kafein yang mengandung jahe untuk anak di atas 2 tahun

Selain itu, jika berat badan turun secara drastis, terlihat pembengkakan pada perut, diare lebih dari 7 hari, dan tinja mengandung darah, Bunda bisa langsung memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter anak agar ditangani lebih lanjut. Nah, itulah beberapa penyebab anak sering kembung yang perlu diwaspadai. 

Bagi Si Kecil yang tidak memiliki alergi susu sapi, Bunda bisa memberikan susu Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare Triple Bifidus yang kaya akan prebiotik dan probiotik Triple Bifidus, merupakan gabungan 3 bakteri baik Bifidobacterium longum BB536, Bifidobacterium breve M-16V, Bifidobacterium longum subsp. infantis M-63
dapat meningkatkan fungsi kesehatan saluran pencernaan & mendukung daya tahan tubuh yang optimal.

Bunda juga dapat memberikan susu soya Morinaga Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifidus yang diformulasikan khusus untuk anak yang alergi protein susu sapi atau intoleran terhadap laktosa. Dilengkapi dengan Isolat Protein Kedelai yang diperkaya dengan L-Metionin, Sistein, Taurin, Karnitin, dan Asam Amino Esensial lainnya untuk dukung Si Kecil mendapatkan kecerdasan Multitalenta, Pertahanan Tubuh Ganda dan faktor Tumbuh Kembang Optimal mendukung Si Kecil menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta.

Milestone Lainnya