Pertumbuhan Gigi Si Kecil: Fase, Waktu Periksa, dan Pencegahan Penyakit

Morinaga Platinum ♦ 9 Maret 2022

Kapan sebaiknya Bunda mengajak Si Kecil memeriksakan gigi pertama kalinya ke dokter gigi? Idealnya, waktu periksa gigi Si Kecil untuk pertama kalinya ada di antara usia 6-12 bulan. Saat itu, dokter gigi dapat memberi informasi tentang banyak hal, seperti bagaimana pemberian makan bayi, cara membersihkan mulut, wawasan seputar pertumbuhan gigi Si Kecil, dan lain sebagainya.

Alasan mengapa usia 6-12 bulan jadi waktu ideal adalah karena di usia itu, gigi pertama mulai muncul. Walaupun sebenarnya, ada berbagai macam variabilitas kapan gigi pertama mungkin muncul. Beberapa bayi bisa tidak memiliki gigi pada ulang tahun pertama mereka. Biasanya, gigi pertama yang tumbuh hampir selalu gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah), dan kebanyakan anak biasanya akan memiliki semua gigi susu pada usia 3 tahun.

Perkembangan gigi sulung Si kecil biasanya dimulai sejak dari dalam kandungan. Saat usia kehamilan 5 minggu, kuncup perdana gigi sulung sudah muncul di rahang Si Kecil. Saat lahir pun, secara umum, bayi mempunyai 20 gigi sulung lengkap yang terpendam di bawah gusi. 20 gigi sulung terpendam itu terdiri dari 10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah. Akan tetapi, agar gigi sulung muncul dan terlihat dengan jelas dibutuhkan waktu yang cukup lama.

Fase pertumbuhan gigi

Gigi merupakan komponen yang unik. Salah satu keunikannya adalah ada 3 fase pertumbuhan gigi yang harus dilalui Si Kecil hingga dewasa nanti. Ketiga fase tersebut meliputi fase gigi sulung, fase campuran gigi sulung-gigi tetap, dan fase gigi tetap.

  • Fase Pertama: Tahap Gigi Primer

Tahap gigi sulung dimulai dari gigi pertama yang muncul pada usia sekitar 6-8 bulan sampai sekitar usia 2-3 tahun, proses ini juga dikenal sebagai “tumbuh gigi”. Gigi ini tinggal di mulut Si Kecil sampai mereka berusia sekitar 6 tahun. Di fase tersebut, rongga mulut Si Kecil yang normal hanya terdiri dari 20 gigi sulung, terdiri dari 10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah.

  • Fase Kedua: Tahap Gigi Bercampur

Selama tahap gigi bercampur, gigi permanen pertama akan muncul sekitar usia 6 tahun, sering disebut 'geraham enam tahun'. Fase kedua dimulai saat ada tahap “campuran” gigi permanen (dewasa) dan gigi sulung (bayi). Tahap ini berlangsung sampai gigi susu terakhir tanggal yang umumnya terjadi di usia sekitar 10-12 tahun.

  • Fase Ketiga: Tahap Gigi Permanen

Tahap gigi permanen adalah ketika semua gigi susu hilang, biasanya pada usia sekitar 10 hingga 12 tahun di mana mereka akan memiliki 28 gigi. Akan ada total 32 gigi di dalam mulut pada sekitar usia 21 tahun ketika gigi terakhir, geraham ketiga atau juga dikenal sebagai “gigi bungsu” tumbuh.

Menjaga kesehatan gigi

Kasus kerusakan gigi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Kerusakan gigi sulung Si Kecil bisa mengganggu pertumbuhan fisiknya, seperti terhambatnya pertumbuhan sendi, rahang, atau susunan giginya. Tidak hanya berpengaruh secara fisik, kerusakan yang terjadi di gigi juga akan berdampak pada psikis Si Kecil, karena mempengaruhi kepercayaan diri akibat penampilan yang mengganggu.

Adapun kerusakan gigi yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah karies gigi atau gigi berlubang. Untuk itu, sikat gigi harus menjadi bagian dari proses belajar Si Kecil, dan penting bagi Bunda untuk mengajarkan pembersihan rongga mulut dengan sikat gigi sejak dini.

Menyikat gigi adalah dasar dari perawatan dan pencegahan mulut yang baik. Sikat gigi efektif menghilangkan plak mulut yang menyebabkan kerusakan dan penyakit.. Sedangkan untuk pembersihan rongga mulut di area gusi yang belum tumbuh gigi dan lidah, Bunda bisa menggunakan kain kasa steril. Bunda bisa melakukan aktivitas membersihkan area mulut Si Kecil, minimal, 2-3 kali sehari.

Saat mulai terjadi tanda-tanda awal tumbuhnya gigi sulung, lakukan pembersihan di area yang tumbuh dengan sikat gigi berbulu lembut. Begitu gigi sudah muncul, lakukan dengan menggunakan sikat gigi sesungguhnya. Lakukan pembersihan secara rutin karena membersihkan gigi untuk menjamin kondisi kesehatan.

Karies gigi pada anak

Karies gigi atau gigi berlubang menjadi salah satu penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi, terutama pada anak-anak. Penyebab karies beragam, tapi utamanya disebabkan oleh host (gigi), substrat (makanan), mikroorganisme (bakteri), dan waktu.

Sisa makanan atau minuman manis dan lengket yang menempel pada gigi, lama kelamaan akan diproses oleh bakteri menjadi asam.Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan keasaman di permukaan gigi, sehingga memudahkan pembentukan karies. Pembersihan gigi yang tidak optimal juga dapat meningkatkan risiko Si Kecil mengalami gigi berlubang.

Waktu pemeriksaan gigi

Menjelang usia 1 tahun, dapat dilakukan kontrol pertama ke dokter gigi. Menurut American Academy of Pediatric Dentistry, anak perlu dibawa ke dokter gigi untuk memonitor tumbuh kembang gigi geligi dan rahangnya. Selain itu, juga untuk mendeteksi dini adanya permasalahan pada gigi geligi dan jaringan pendukung di mulut Si Kecil. Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan, pemeriksaan gigi anak ke dokter spesialis gigi dianjurkan setiap 3-6 bulan sekali.

Perbedaan dokter gigi anak dan dewasa

Bunda yang ingin membawa Si Kecil ke dokter gigi, dapat memilih dokter spesialis kedokteran gigi anak. Dokter spesialis gigi anak memang dikhususkan untuk menangani pasien anak-anak sejak gigi pertamanya tumbuh. Para dokter gigi ini tidak hanya memeriksa kesehatan gigi anak, tapi juga memperhatikan tumbuh kembang anak, dari pertumbuhan otot, rahang, hingga tengkoraknya. Kendati begitu, tak apa-apa jika harus membawa anak ke dokter gigi umum, sebab tidak semua poli gigi mempunyai dokter gigi anak.

Terkait dengan biaya pemeriksaan gigi beragam, dan jika ingin melihat besarannya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi yang ingin dituju.

Mencegah Penyakit Gigi dan Mulut Si Kecil

Dituliskan dalam laman Kemenkes, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit gigi dan mulut, sebagai berikut:

  • Memelihara kebersihan mulut (menghilangkan plak dan bakteri)

Bunda dapat mencegah karies gigi, dimulai dari hal sederhana seperti menyikat gigi secara rutin dengan pasta gigi. Penyikatan gigi dapat dilakukan minimal dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Menggosok gigi secara rutin menjadi cara paling efektif, agar dapat memutus rantai penyebab terjadinya karies dan penyakit mulut lainnya.

  • Mengurangi konsumsi makanan yang manis dan lengket

Makanan yang dikonsumsi merupakan nutrisi penting untuk tubuh. Akan tetapi, sejumlah makanan memang tidak baik untuk kesehatan gigi dan mulut Si Kecil, contohnya seperti makanan yang lengket atau makanan yang manis. Selain itu, makanan yang mengandung karbohidrat tinggi atau makanan yang mengandung gula tinggi merangsang kondisi asam di area mulut, yang pada akhirnya akan merusak gigi. .

Dampak yang sama juga berasal dari kebiasaan mengkonsumsi minuman selain air putih, seperti minuman manis dalam kemasan. Jika mengonsumsi makanan yang manis dan lengket, sebaiknya setelah itu langsung menggosok gigi dengan bersih. Hal ini dilakukan agar sisa-sisa makanan tidak menempel pada sela-sela gigi yang akan mempercepat proses terjadinya karies dan penyakit mulut lainnya.

  • Membiasakan konsumsi makanan berserat dan menyehatkan gigi

Makanan berserat sangat bermanfaat bagi tubuh Si Kecil. Salah satu manfaat utamanya adalah untuk kesehatan gigi dan mulut. Sebagai contoh makanan berserat adalah buah-buahan, yang bermanfaat untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

  • Periksa gigi secara teratur

Melakukan pemeriksaan gigi secara teratur dapat menjaga gigi tetap sehat. Ada banyak manfaat membawa Si Kecil untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Beberapa alasannya adalah:

  • Mengajarkan kesehatan mulut yang baik sejak usia dini.
  • Lebih cepat mengetahui adanya masalah kesehatan mulut.
  • Memastikan perkembangan gigi dan mulut yang sehat untuk Si Kecil.

Gigi yang kokoh sangat penting untuk kesehatan umum Si Kecil. Gigi yang baik membantu Si Kecil makan dan berbicara. Melakukan pemeriksaan gigi Si Kecil secara teratur adalah kunci kebersihan dan kesehatan mulut. Jika kesehatan dan kebersihan gigi sudah dibiasakan sejak pada usia dini, maka kebiasaan tersebut akan tetap ada hingga dewasa.

Kebersihan dan kesehatan mulut akan mencegah berbagai penyakit gigi, termasuk kerusakan gigi. Efek negatif penyakit gigi bisa berdampak pada nutrisi, pertumbuhan, dan perkembangan pada Si Kecil. Sehingga, secara tidak langsung berdampak negatif pada kualitas hidup Si Kecil. Lebih jauh lagi, bila Si Kecil sering mengalami permasalah gigi, maka ia akan memiliki kesehatan mulut yang buruk saat dewasa.

Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium juga bisa memberi dukungan pertumbuhan gigi Si Kecil. Bunda bisa memberikan Morinaga Platinum karena sekarang Morinaga Platinum dengan kandungan Zero Sugar dan Lebih Tinggi Kalsium serta dilengkapi dengan vitamin D, dan magnesium untuk pertumbuhan gigi dan tulang Si Kecil. Selain susu, adapun makanan lain yang juga baik untuk menjaga kesehatan gigi anak yaitu buah apel, sayuran, keju, telur, ikan vitamin C dan kacang-kacangan.

Lihat Artikel Lainnya