Hamil 9 Bulan? Kenali Perubahan, Risiko, dan Keluhan yang Perlu Bunda Ketahui

Oleh: Morinaga Platinum

15 September 2021

Kala janin sudah memasuki usia sembilan bulan, saatnya Bunda untuk mempersiapkan hari kelahiran sang buah hati. Pada periode ini, ia akan mengalami pertumbuhan dan pematangan organ yang dibutuhkan setelah ia dilahirkan. Oleh karenanya, saat ini Bunda harus fokus terhadap berat badan janin di dalam kandungan. Pasalnya, jika saat lahir janin memiliki berat badan yang kurang, ia akan mengalami beberapa gangguan kesehatan.

Bagaimana Pertumbuhan Janin pada Masa Kehamilan 9 Bulan?

Memasuki kehamilan minggu ke-37, berat badan bayi mencapai 2,8 kg dan panjang 48,6 cm. Proses persalinan pada periode ini dianggap telah cukup umur karena perkembangan janin usia sembilan bulan sudah mencapai tumbuh kembang sempurna. Lalu bagaimana perkembangan janin di usia sembilan bulan? Berikut penjelasannya:

  • Perkembangan Janin 37 Minggu

Beratnya kini sudah mencapai 3 kg, dengan panjang tubuh kira-kira 36 cm. Paru-parunya terus berkembang untuk mematangkan sistem pernapasan dan lemaknya terus menebal untuk menghangatkannya ketika ia lahir. Janin di usia ini sudah siap dilahirkan karena organ tubuhnya sudah matang dan dapat bekerja sendiri.

  • Perkembangan Janin 38 Minggu

Pada minggu ke-38, apabila Bunda belum melahirkan, berat badan bayi akan mencapai sekitar 3,1 kg dengan panjang 48 cm. Rambutnya bertambah panjang 5 cm, kulitnya sudah mulai berwarna merah jambu, dan kukunya juga bertambah panjang. Di usia ini, bayi telah menyimpan lemak yang cukup di tubuhnya sehingga suhu tubuhnya akan bisa bertahan stabil pada saat lahir. Antibodi yang bayi terima melalui plasenta juga dapat membantunya melewati beberapa bulan awal kehidupannya dalam kondisi kesehatan yang baik.

  • Perkembangan Janin 39 Minggu

Di usia ini pertumbuhan bayi sudah sempurna. Beratnya sekarang mencapai 3,2 kg dengan panjang 49 cm. Di minggu ke-39 ini, Bunda harus siap siaga karena tiap saat ada kemungkinan untuk melahirkan.

  • Perkembangan Janin 40 Minggu

Saat minggu ke-40, jika Bunda belum melahirkan, berat badan janin sembilan bulan dalam kandungan mungkin sudah mencapai sekitar 3,3 kg dan panjangnya sekitar 50 cm. Jangan terlalu cemas jika Bunda melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Hanya sekitar 5% dari ibu hamil yang melahirkan tepat pada HPL-nya dan dokter mungkin belum akan merekomendasikan induksi atau caesar seminggu atau 2 minggu ke depan, kecuali jika Bunda atau bayi berada dalam kondisi yang berbahaya.

Jika setelah 40 minggu Bunda belum juga melahirkan tetaplah tenang dan lakukan kegiatan yang bisa membantu induksi alami. Bunda bisa melakukan hubungan intim dengan suami, mengonsumsi kurma, minyak zaitun, makanan yang pedas, melakukan yoga hamil, atau melakukan akupunktur untuk memperlancar proses persalinan.

Kemungkinan Perubahan yang Terjadi pada Bunda Saat Hamil 36 Minggu (9 Bulan)

Bukan hanya perkembangan pada janin, namun tubuh Bunda juga mengalami beberapa perubahan saat usia kehamilan 36 minggu atau telah menginjak 9 bulan. Apa saja sih perubahan yang akan terjadi pada Bunda? Berikut adalah beberapa poin penjelasannya:

  • Berat badan Bunda saat ini kurang lebih bertambah 11-13,5 kg. Bunda mungkin merasa sesak napas dan mengalami gangguan pencernaan, karena rahim berada tepat di bawah tulang rusuk.
  • Perut yang makin besar mungkin menjadikan Bunda cukup sulit berjalan, sering sakit punggung, serta merasa cepat lelah. Bunda mungkin sering merasakan kaki dan pergelangan kaki yang membengkak saat sore hari. Hal ini biasanya diakibatkan oleh edema atau penumpukan cairan.
  • Pada saat hamil 36 minggu, Bunda juga akan lebih sering buang air kecil karena rahim yang menekan kandung kemih. Tetapi, sebaiknya jangan kurangi konsumsi air mineral agar tidak mengalami dehidrasi. Bunda hanya perlu mengurangi minuman yang justru memicu dehidrasi, seperti teh dan kopi.
  • Kondisi janin yang semakin besar membuat porsi makan Bunda menjadi lebih sedikit. Agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi, Bunda bisa menambah frekuensi makan lebih sering dengan porsi yang sedikit tersebut.

Risiko dan Keluhan Kehamilan 36 Minggu (9 Bulan)

Pada usia kehamilan ini, sejumlah risiko mulai dari ringan sampai yang membahayakan nyawa bisa saja terjadi. Berikut ini adalah keluhan kehamilan 36 minggu yang sering terjadi:

  • Nyeri dan kesemutan area panggul

Banyak wanita pada masa ini sering mengalami kesemutan dan kebas di area panggul. Sebagian mungkin juga mengalami nyeri pada bagian ini ketika berjalan, karena sendi panggul melonggar sebagai persiapan dari proses persalinan. Apabila dirasa sangat mengganggu, sebaiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter.

  • Pendarahan dari vagina

Perdarahan bisa menjadi sebuah pertanda kondisi serius pada kehamilan trisemester 3. Segera lakukan pengecekan ke dokter kandungan jika Bunda mengalami kondisi ini.

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang terjadi saat hamil 36 minggu biasanya ditandai dengan sakit kepala atau pandangan kabur. Bunda bisa melakukan kontrol setiap ke dokter untuk memantau perubahan tekanan darah.

  • Gatal-gatal parah

Meningkatnya suplai darah ke kulit menjadi penyebab munculnya rasa gatal pada tubuh Bunda. Gunakan pelembap kulit untuk meredakan gatal dan minum air putih dengan cukup agar kelembapan kulit terjaga.

  • Kontraksi palsu

Kondisi ini normal terjadi pada kehamilan trisemester 3. Kondisi ini sekaligus sebagai persiapan rahim untuk menjalani persalinan. Apabila Bunda merasakan kontraksi palsu yang makin sering datang dan terasa menyakitkan, Bunda bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan.

  • Pecah ketuban lebih awal

Sekitar 10% wanita merasakan pecah ketuban sebelum waktunya. Kondisi tersebut ditandai dengan air yang mengalir melalui sela-sela paha. Kondisi ini sangat sering terjadi di tempat tidur. Kemungkinan Bunda akan bingung membedakan urin dengan cairan ketuban. Jika kondisi semacam ini terjadi saat hamil 36 minggu, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. Pecahnya kantung ketuban tanpa adanya penanganan tepat bisa mengakibatkan infeksi yang berisiko membahayakan janin.

Panduan Selama Masa Kehamilan

  • Apabila ketuban sudah pecah, Bunda harus segera berangkat ke rumah sakit.
  • Apabila ini merupakan kehamilan pertama dan Bunda sudah mengalami kontraksi tetapi belum terlalu intens dan ketuban belum pecah, tunggu sampai kontraksi menjadi lebih sering dan gejala persalinan semakin terlihat.
  • Segera ke rumah sakit jika kontraksi sangat kuat, berlangsung terus selama 45 detik hingga 1 menit, dan terjadi setidaknya 5 menit sekali.

Jika rumah Bunda berada cukup jauh dari rumah sakit, sebaiknya Bunda sudah berangkat saat kontraksi belum terasa 5 menit sekali. Begitu juga bila anak yang dikandung adalah anak kedua dan seterusnya yang umumnya prosesnya lebih cepat dibandingkan anak pertama. Jika proses persalinan dilakukan di rumah, segera hubungi pihak medis yang dapat membantu proses persalinan.

Melahirkan adalah sebuah proses yang ditempuh bayi untuk lahir ke dunia. Hal yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan keselamatan bayi dan Bunda. Selamat menanti pertemuan indah dengan Sang Buah Hati, Bun.

Milestone Lainnya