Penyebab Keringat Berlebihan Pada Anak Usia 2 Tahun

Oleh: Morinaga Platinum

23 September 2021

Masih banyak permasalahan pada anak yang belum para orang tua ketahui. Salah satu permasalahan tersebut yaitu keringat berlebihan pada anak usia 2 tahun. Meskipun tampak tidak biasa, rupanya hal tersebut kerap terjadi sehingga Bunda tidak perlu merasa cemas.

Terlebih jika Bunda mendapati keringat berlebihan di kepala pada anak usia 2 tahun. Permasalahan tersebut bisa dijelaskan dalam dunia medis karena sejumlah faktor. Umumnya, kepala anak yang sering berkeringat disebabkan oleh beberapa faktor.

Jika kepala Si kecil sering berkeringat, keadaan tersebut tergolong wajar. Sebab anak-anak terlebih bayi baru lahir hanya mempunyai kelenjar keringat di bagian kepalanya. Dengan begitu jika terjadi peningkatan suhu di lingkungan sekitarnya maka hanya bagian kepala yang berkeringat.

Apalagi anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur dibandingkan terjaga yang membuat bagian kepala panas dan berkeringat saat tertidur. Belum lagi kegiatan menyusui yang membuat area kepala menempel pada dada ibu. Hal inilah memberikan rasa hangat pada kepala daripada bagian tubuh anak lainnya yang terasa dingin.

 

Penyebab Keringat Berlebihan di Kepala Anak Umur 2 Tahun

Kondisi keringat berlebihan pada anak usia 2 tahun baik di tubuh ataupun kepala yang bukan karena aktivitas olahraga apalagi suhu panas bisa saja menjadi pertanda terdapat masalah pada metabolisme neurologis maupun gangguan lainnya. Anak yang banyak mengeluarkan keringat setelah olahraga maupun berada di tempat panas tentu wajar. 

Namun Bunda patut waspada jika Si kecil mengalami keringat berlebih padahal ia tidak melakukan aktivitas fisik berat, atau bahkan berada dalam lingkungan dengan cuaca sejuk atau dingin. Dalam dunia medis, keringat yang berlebihan dikenal dengan sebutan hiperhidrosis. Dimana keringat terlalu aktif bekerja. Kondisi tersebut akan semakin parah jika ia mengalami stres ataupun tekanan.

Beberapa bagian tubuh yang kerap mengeluarkan keringat antara lain ketiak, tangan ataupun kaki. Balita juga mempunyai kelenjar keringat lebih banyak yang sebanding dengan bobot tubuhnya. Selain itu penyebab keringat berlebihan yang terjadi pada balita dapat juga karena mereka tidur begitu nyenyak.

Penyebab lainya kemungkinan disebabkan ketidakseimbangan pada hormon anak atau telah terjadinya infeksi dalam tubuh. Namun ada penyebab yang lebih spesifik yang menyebabkan keringat berlebihan pada anak usia 2 tahun. Penyebab tersebut antara lain kelenjar keringat yang sangat aktif sampai adanya penyakit kronis pada Si Kecil.

Untuk mengetahui apakah penyebab keringat yang berlebihan pada anak merupakan hal yang wajar atau tidak. Maka Bunda perlu melakukan cek fisik. Tes fisik tersebut berguna untuk mengetahui bagian tubuh mana saja yang kerap mengeluarkan keringat. Kemudian para ahli bisa mencari diagnosa keadaan tersebut. Tes yang kerap dilakukan untuk penyebab keringat berlebihan pada anak usia 2 tahun yaitu :

Tes Menggunakan Kertas

Saat melakukan tes ini, biasanya dokter akan menempatkan kertas khusus pada area yang mengeluarkan keringat berlebihan. Nantinya kertas tersebut akan menyerap keringat yang keluar dari tubuh Si Kecil. Setelah kertas khusus itu menyerap keringat yang keluar, kemudian dokter menimbang-nimbang guna mengetahui jumlah keringat yang tubuh keluarkan.

Tes Dengan Pati Yodium

Dokter akan memberikan larutan jenis yodium ke daerah tingkat yang banyak mengeluarkan keringat. Kemudian dokter akan menaburkan pati pada bagian atasnya. Jika area yang ditaburi pati mengalami perubahan warna menjadi biru tua maupun ungu, hal tersebut menunjukkan Si Kecil mengalami gejala penyakit hiperhidrosis.

 

Penyebab kepala Bayi Panas dan Berkeringat Saat Tidur

Kondisi keringat berlebihan pada anak usia 2 tahun juga kerap terjadi di bagian kepala. Pada dasarnya identifikasi kondisi keringat berlebihan di kepala normal atau membahayakan tergolong mudah. Bunda bisa melihat pada ruangan yang sama apakah merasa panas atau sebaliknya. Jika Bunda merasa panas dan berkeringat maka Si Kecil tentu merasakan hal serupa. 

Kalau Si Kecil merasa kepanasan hingga berkeringat padahal suhu ruangan normal, Bunda dapat mengidentifikasi kondisi berikutnya. Kondisi tersebut apakah Si Kecil mengalami kesulitan bernapas, nafsu makan jadi berkurang, kulit kering sampai berat badan menurun. Jika iya, segera bawa ke dokter guna pemeriksaan lebih detail. Pada sejumlah kasus, kondisi anak berkeringat di kepala menjadi gejala penyakit berbahaya.

Penyakit Sleep Apnea

Penyakit satu ini umumnya terjadi pada bayi yang lahir prematur. Kondisi tersebut yakni berhentinya bernafas secara tiba-tiba selama 20 detik. Hal tersebut akan berpengaruh pada anak dengan keluarnya keringat berlebih di kepala daripada anak lainnya.

 

Cara Menghilangkan Keringat Berlebih Pada Bayi

Kondisi keringat berlebihan pada anak usia 2 tahun tidak hanya akan mengganggu aktivitas kesehariannya. Namun juga akan mengganggu rasa percaya diri Si Kecil. Belum lagi adanya gangguan fisik yang timbul akibat kondisi tersebut seperti infeksi kulit, biang keringat, panu, eksim sampai radang kulit.

Karena hal inilah sebaiknya Bunda membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sehingga Si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. Penanganan keringat berlebihan yang umumnya diberikan dokter bermacam-macam, diantaranya:

  • Pemberian anti perspirant yang terdapat obat guna mengurangi jumlah produksi keringat anak.
  • Obat antikolinergik yaitu obat yang berpengaruh terhadap syaraf.
  • Terapi jenis iontophoresis pada anak
  • Penyuntikan botoks untuk keringat berlebihan anak
  • Upaya lainnya yaitu operasi pengangkatan kelenjar keringat pada anak

Kondisi keringat berlebihan pada anak usia 2 tahun tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Jika kondisi tersebut berkelanjutan sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter anak ahli. Perlu diingat, semua tindakan untuk mengatasi keringat berlebih di atas harus dilakukan oleh dokter.

Milestone Lainnya