Penyebab dan Penanganan Si Kecil yang Terlambat Berjalan

Oleh: Morinaga Platinum

Konon semakin cepat Si Kecil belajar berjalan, maka semakin baik pula tingkat kecerdasannya. Lalu bagaimana, dong, dengan Si Kecil di rumah yang masih asyik merangkak dan belum memerlihatkan tanda-tanda akan berjalan? Benarkah kecerdasan Si Kecil terpengaruh oleh cepat atau tidaknya ia mulai berjalan?

Tak perlu waswas, Bunda. Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Zurich Children’s Hospital dan dipublikasikan dalam jurnal Acta Paediatrica memerlihatkan bahwa anak pada usia 9 bulan sudah bisa berjalan tidak terbukti lebih pandai atau lebih mahir mengkoordinasikan tubuhnya dibandingkan dengan anak yang baru bisa berjalan beberapa bulan kemudian.

Faktanya, perkembangan kemampuan setiap anak berbeda-beda, termasuk kemampuannya untuk berjalan. Tidak ada batas yang mutlak untuk mengukur kemampuan Si Kecil berjalan. Meski rata-rata  rata-rata anak umumnya sudah dapat berjalan adalah 12 bulan, namun hal itu tidak mutlak terjadi karena banyak sekali faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan tubuh Si Kecil. Sehingga, dibuatlah usia 18 bulan sebagai batas anak bisa berjalan. Jika memang Si Kecil belum bisa berjalan pada usia tersebut, sebaiknya Bunda berkonsultasi kepada dokter spesialis anak. Ada beberapa penyebab yang perlu Bunda perhatikan.

Penyebab Si Kecil Terlambat Jalan

Beberapa penyebab Si Kecil terlambat berjalan antara lain adanya kelainan organik pada otot, saraf, atau tulang. Umumnya, kondisi yang terjadi adalah tonus otot yang terlalu lemah (otot teraba lembek) atau terlalu tinggi (otot teraba kencang atau kaku). Meski demikian, sebagian besar kasus anak terlambat berjalan bukanlah didasari oleh kelainan organ.

Salah satu faktor yang juga cukup berpengaruh terhadap kemampuan berjalan Si Kecil adalah dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Pertumbuhan kekuatan otot Si Kecil sangat dipengaruhi aktivitas yang ia lakukan bersama Bunda dan Ayah di rumah. Jika Bunda dan Ayah jarang melakukan aktivitas bersama atau lebih sering membiarkannya duduk dan tidur, otot-otot Si Kecil kemungkinan butuh waktu lebih lama untuk bisa melakukan langkah pertamanya. Selain itu, penggunaan baby walker juga membuat otot Si Kecil kurang terlatih karena pergerakan otot saat ia berjalan ditopang oleh baby walker.

Bahkan, watak atau sifat Si Kecil juga bisa jadi alasan Si Kecil terlambat jalan, Bun. Misalnya, Si Kecil lebih senang merangkak untuk bergerak karena merasa lebih lincah. Maka dari itu, Bunda tak perlu langsung khawatir jika Si Kecil terlambat jalan. Apabila perkembangan lain Si Kecil, misalnya bicara, memahami omongan orang lain, dan lainnya berjalan normal artinya mungkin saja ia masih belum siap untuk melangkahkan kakinya.

Tetapi jika Bunda merasa ada yang tidak wajar dari postur Si Kecil, misalnya ukuran kepala terlalu kecil, badannya terlalu kecil dan pendek, mengalami keterlambatan bicara, serta terlambat berjalan, segera bawa Si Kecil konsultasi dan menjalani pemeriksaan ke dokter.

Penanganan untuk Si Kecil yang Terlambat Jalan

Apabila dokter mengatakan kesehatan Si Kecil baik-baik saja, artinya Bunda harus melakukan berbagai stimulasi untuk memacunya belajar berjalan. Langkah-langkah yang perlu Bunda lakukan antara lain, hindari terlalu sering menggendong Si Kecil agar ia lebih banyak menggunakan otot tungkainya. Bantu dan rangsang Si Kecil untuk berjalan merambat. Bunda bisa menopang tubuhnya dari belakang, sementara ia memperkuat otot-otot tungkainya.

Pijatan ringan dan lembut di telapak kaki Si Kecil juga bisa dilakukan untuk merangsang kemampuan berjalan Si Kecil. Gunanya agar sistem motorik semakin kuat, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan kekuatan otot Si Kecil sehingga mempersiapkan kakinya untuk berjalan.

Peter Rosenbaum, seorang profesor pediatri dari Universitas McMaster, Kanada juga mengatakan bahwa sebaiknya Bunda dan Ayah lebih fokus pada kualitas gerakan Si Kecil dibandingkan kemampuannya berjalan. Jadi, saat Si Kecil masih lincah merangkak, nikmati saja proses pertumbuhannya itu, Bun. Apresiasi dan rayakan setiap pencapaiannya sambil terus memerhatikan kemajuan yang Si Kecil peroleh.

Selain memperhatikan aspek stimulasi, jangan lupa selalu pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi ya, Bun. Pastikan Si Kecil mengonsumsi asupan nutrisi yang optimal, salah satunya Morinaga Platinum MoriCare Zigma yang mengandung Alfa Laktalbumin, AA, dan DHA untuk nutrisi otaknya, Serat Pangan GOS dan Probiotik Triple Bifidus untuk pertahanan tubuh gandanya, serta vitamin dan mineral untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Milestone Lainnya