Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Bayi Sering Gumoh? Berikut Penyebabnya!

Morinaga Platinum ♦ 12 Mei 2022

Pada dasarnya, bayi sering gumoh adalah kondisi normal dan tidak berbahaya. Namun, jika terlampau sering akan berdampak negatif pada Si Kecil. Untuk itu, penting sekali untuk mengetahui penyebab gumoh, ciri-ciri gumoh normal dan berbahaya, makanan yang perlu dihindari, serta perbedaan gumoh dan mutah. Lanjutkan membaca, yuk. 

Penyebab bayi sering gumoh

Bayi sering gumoh karena otot kerongkongan dan lambung pada Si Kecil masih lemah. Dikutip dari Klikdokter, pada umumnya Si Kecil akan berhenti gumoh pada usia 12 sampai dengan 14 bulan. 

Dilansir dari Mayoclinic, selama 3 bulan pertama kehidupan Si Kecil, semua bayi mengalami isi perut mereka kembali ke kerongkongan, yang dikenal sebagai gastroesofagus, atau refluks bayi. 

Adakalanya Si Kecil dapat gumoh melalui hidung. Hal ini disebabkan karena tenggorokan dan hidung saling terhubung sehingga gumoh dapat terjadi. 

Ciri-ciri gumoh yang normal 

Lantas, bagaimana tanda-tanda gumoh bayi yang normal? Di bawah ini adalah ciri-cirinya:

  • Kenaikan berat badan yang normal
  • Gumoh terjadi selama menyusui atau setelahnya
  • Gumoh tidak menyebabkan tangisan 
  • Gumoh tidak disertai dengan sesak nafas

Pada dasarnya gumoh pada bayi tidak berbahaya, karena fungsi pencernaannya yang belum sempurna. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir ya Bunda. 

 Ciri-ciri gumoh yang berbahaya 

Berikut merupakan tanda atau ciri-ciri gumoh pada Si Kecil yang berbahaya, seperti yang dilansir dari Mayoclinic. 

  • Berat badan Si Kecil yang tidak naik
  • Meludah secara paksa
  • Meludahkan cairan berwarna hijau atau kuning
  • Meludahkan darah
  • Menolak untuk menyusui berulang kali
  • Terdapat darah di tinja
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Gumoh pada usia Si Kecil 6 bulan atau lebih
  • Menangis lebih dari 3 jam sehari dan lebih mudah marah
  • Popok basah yang lebih sedikit dari biasanya

Jika Bunda mendapati ciri-ciri gumoh Si Kecil di atas, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Makanan yang perlu dihindari saat menyusui agar bayi tidak sering gumoh

Berikut merupakan daftar makanan yang perlu dihindari Bunda saat menyusui agar Si Kecil tidak sering gumoh, yaitu sebagai berikut:

  • Makanan pedas

Nah bagi Bunda yang suka makanan pedas, sebaiknya untuk sementara waktu hindari terlebih dahulu. Pasalnya, makanan pedas yang dikonsumsi Bunda dapat menyebabkan Si Kecil kolik dan diare. JIka Bunda ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai kolik, baca artikel berikut ini yuk: Bunda, Yuk Kenali Apa Itu Kolik Pada Si Kecil 

  • Kafein

Selain makanan pedas, kafein juga merupakan salah satu yang sebaiknya dihindari saat Bunda menyusui Si Kecil. Pencernaan Si Kecil yang belum sempurna untuk mencerna kafein, jika terjadi penumpukan pada sistem pencernaannya, dapat menyebabkan sakit dan masalah tidur. Dilansir dari Web Md, ibu menyusui dibatasi konsumsi kafein sebesar 300 mg per hari. 

  • Alkohol

Selanjutnya yang perlu dihindari Bunda saat menyusui adalah alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan jumlah ASI menurun sebesar 20 persen. Selain itu, juga dapat berpengaruh pada pola tidur bayi, dan keterlambatan kognitif Si Kecil di kemudian hari. 

  • Ikan

Ikan merupakan salah satu sumber protein yang penting bagi tubuh. Namun pastikan Bunda hindari mengkonsumsi ikan yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi seperti ikan makarel. Pasalnya, merkuri dapat berpengaruh pada sistem saraf Si Kecil. Bunda dapat mengkonsumsi salmon yang lebih aman. 

Perbedaan antara gumoh dan muntah 

Terdapat perbedaan antara Si Kecil gumoh dan muntah. Melansir dari Mayoclinic, gumoh merupakan aliran pelan isi perut Si Kecil melalui mulut. Gumoh pada bayi dapat dikatakan normal, jika Si Kecil masih menunjukkan tanda-tanda bayi sehat, dapat makan dengan normal, dan memiliki kenaikan berat badan yang stabil. 

Sedangkan, muntah adalah ketika aliran yang keluar dari mulut kuat. Muntah dapat terjadi, ketika Si Kecil sedang mengalami sakit seperti contoh diare, infeksi pencernaan ataupun mabuk kendaraan. 

Jika Si Kecil mengalami gumoh atau muntah, berilah asupan air yang lebih karena dikhawatirkan Si Kecil mengalami dehidrasi atau hilangnya cairan dalam tubuh. 

Nah, itulah merupakan ulasan mengenai penyebab dan ciri-ciri gumoh pada Si Kecil. Ketika terdapat gejala-gejala gumoh yang berbahaya, Bunda sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut. Namun, jika Si Kecil mengalami gumoh normal, Bunda dapat menanganinya secara mandiri di rumah dengan cara yang ada di artikel berikut: Perbedaan Muntah dan Gumoh pada Bayi serta Cara Mengatasinya

Lihat Artikel Lainnya