Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi

Morinaga Platinum ♦ 25 Agustus 2021

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental anak juga penting untuk diperhatikan lho Bunda, terlebih selama masa pandemi seperti sekarang ini. Pasalnya, kesehatan mental termasuk salah satu faktor penting yang mempengaruhi tumbuh kembang Si Kecil. Selain itu, kondisi mental juga mempengaruhi seseorang dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. Contohnya, anak yang mengalami masalah kesehatan mental akan berpengaruh dengan bagaimana cara ia bersosialisasi.

Pada dasarnya, antara kesehatan mental dan kesehatan fisik saling berhubungan satu sama lain. Nah, selain mampu menghadapi tantangan hidup dengan kesehatan mental yang baik Si Kecil dapat tumbuh dengan sempurna. Oleh karena itulah, Bunda perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatan mental Si Kecil. Lalu faktor apa saja yang mempengaruhi kesehatan mental, contoh dan cara mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kesehatan Mental menurut WHO

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah kondisi dari kesejahteraan setiap individu yang mencakup kemampuan diri untuk berfikir, mengelola stres, mengatasi tekanan, bekerja secara produktif, berempati, berinteraksi, mengambil keputusan dan memiliki peran di dalam komunitas mereka. Adapun jenis kesehatan mental menurut WHO yang perlu Bunda ketahui yaitu:

Depresi

Jenis gangguan mental yang pertama adalah depresi. Terdapat berbagai macam gejala depresi yang bisa Bunda perhatikan diantaranya adalah hilangnya semangat dalam beraktivitas, rasa sedih yang terus-menerus, gangguan tidur juga makan dan juga kelelahan. Depresi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya psikologis, biologis, trauma hingga rasa kehilangan yang mendalam.

Psikosomatis dan Bipolar

Psikosomatis adalah munculnya penyakit fisik yang diperparah oleh kondisi mental yang kurang baik seperti rasa cemas dan stres. Sedangkan bipolar merupakan penyakit kesehatan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati sehingga penderitanya mengalami perubahan emosional yang cepat. Terkadang mereka merasa sedih pada momen tertentu dan sangat bahagia pada hari berikutnya.

Gangguan Mental Anak dan Remaja

Anak-anak dan remaja menjadi kelompok individu yang paling rentan mengalami masalah kesehatan mental. Umumnya, masalah kesehatan mental pada kelompok usia ini disebabkan beberapa faktor diantaranya, keinginan untuk lebih mandiri, tuntutan untuk dapat menghadapi segala kondisi, hingga penggunaan teknologi. Berdasarkan statistik WHO, 10 hingga 20% anak-anak dan remaja mengalami gangguan kejiwaan pada usia 14 dan 20 tahun. 

Bahkan, mengutip dari JAMA Pediatrics, selama masa pandemi sebanyak 22,6% anak-anak usia sekolah mengalami gejala depresi dan 18,9% lainnya menunjukkan gejala kecemasan. Anak dan remaja yang mengalami masalah kesehatan mental perlu mendapat penanganan khusus. Jika tidak, maka hal tersebut dapat menghilangkan potensi pada diri Si Kecil dan juga dapat menurunkan produktivitas mereka. 

 

Faktor-Faktor Kesehatan Mental

Selain mengenal berbagai macam jenis kesehatan mental, ada baiknya jika Bunda juga mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatan mental Si Kecil. Menurut ahli kesehatan Merriam Webster, kesehatan mental adalah keadaan psikologis dan emosional yang dapat memanfaatkan kemampuan emosi dan kognitif, memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga bermanfaat bagi komunitas. Lalu, apa saja faktor-faktor penting yang harus Bunda perhatikan pada Si Kecil? Berikut ulasannya.

Biologis

Faktor yang pertama adalah biologis. Seperti namanya, faktor ini dipengaruhi oleh hal-hal biologis yang dialami yakni fisik, genetik, sensorik, otak hingga kondisi saat kehamilan berlangsung. Faktor yang satu ini dapat Bunda konsultasikan dengan dokter sehingga mengetahui dan tepat sasaran ketika ingin menanganinya.

Psikologis

Psikologis menjadi faktor kedua yang berhubungan erat dengan emosional Si Kecil baik dengan teman maupun keluarga, emosi yang belum matang dan juga kemampuan kognitif dalam belajar. Bunda perlu mengetahui berbagai hal yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis pada Si Kecil agar tahu bagaimana cara menyelesaikannya dengan baik dan juga benar.

Kekerasan dalam Keluarga

Kekerasan dalam keluarga dapat menjadi faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan mental Si Kecil. Tidak hanya fisik, terlalu mengontrol kehidupan sosial, kekerasan verbal, dapat memberikan dampak yang buruk terlebih jika Si Kecil terjebak pada situasi ini dalam jangka waktu yang panjang. Jadi, jangan sampai Si Kecil mengalami hal ini ketika berada di rumah bersama dengan keluarga.

Sosial Budaya

Faktor berikutnya adalah sosial budaya. Hal ini termasuk dalam status sosial, hubungan dengan keluarga, konflik sosial hingga hubungan sosial. Terlebih lagi, sosial budaya pada zaman modern seperti sekarang ini yang bisa saja muncul dari media sosial. Hal ini tentu berpotensi membuat kesehatan mental Si Kecil terganggu. Jadi, pastikan untuk selalu menemani mereka ketika sedang bersosialisasi ya Bunda.

Perundungan atau Bullying

Faktor lain yang turut mempengaruhi kesehatan mental anak adalah perundungan atau bullying. Meski terlihat sepele namun jika melihat dampaknya ini akan menjadi masalah serius. Adapun tanda ketika seorang anak mendapat perundungan atau bullying biasanya akan ditandai dengan beberapa sikap yang lain dari biasanya, seperti mengalami serangan kecemasan, emosi meledak-ledak da menghindari teman tertentu.

Lantas, apa yang bisa Bunda lakukan saat mendapati Si Kecil menjadi korban perundungan  atau bullying. Langkah pertama yang bisa Bunda lakukan adalah dengan memberikan semangat kepada anak. Yakinkan kepada Si Kecil bahwa Bunda akan selalu mendukungnya dalam menghadapi pengalaman tidak menyenangkan ini. Jika anak sudah merasa aman karena mendapat dukungan dari orang tuanya, selanjutnya Bunda bisa membantu Si Kecil dalam mencari solusi atau jalan keluar terbaik atas masalah tersebut.

Misalnya, jika Si Kecil mengalami perundungan atau bullying di sekolah, Bunda bisa berkonsultasi dengan pihak sekolah untuk memindahkannya ke kelas lain atau bahkan ke sekolah lain. Bila intimidasi terjadi di lingkungan bermain di sekitar rumah, Bunda bisa menjauhkan Si Kecil dari lingkungan tersebut.

Kehilangan yang Mendalam

Faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan mental Si Kecil adalah kehilangan yang mendalam. Terlebih lagi jika terdapat orang terdekat yang meninggal. Hal ini dapat memunculkan rasa sedih, marah, dan juga menyesal dalam satu waktu. Sehingga butuh waktu yang lama untuk berdamai dengan diri sendiri untuk menyembuhkannya. Jika dibutuhkan, Bunda juga dapat meminta bantuan profesional untuk mengatasinya.

Kesepian dan Isolasi Sosial

Kesepian dan isolasi sosial menjadi faktor berikutnya yang tidak boleh diremehkan. Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Jangan biarkan Si Kecil terlalu lama sendirian karena dapat memicu munculnya perasaan sedih begitu pula dengan isolasi sosial. Bunda dapat menciptakan lingkungan yang aktif bagi Si Kecil selama berada di rumah. Sehingga akan selalu ada interaksi walaupun tidak bisa bertemu langsung dengan teman maupun komunitas seperti biasanya.

Lingkungan

Faktor terakhir yang dapat memberikan dampak pada kesehatan mental Si Kecil adalah lingkungannya. Pastikan mereka memiliki lingkungan yang positif sehingga dapat berdampak baik pada kesehatan jiwa dan pikiran. Selain itu, pilihlah lingkungan yang bebas polusi hingga tidak mengganggu ketentraman di rumah karena tanpa disadari faktor ini juga dapat berdampak pada kesehatan mental Si Kecil.

Itulah beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kesehatan mental Si Kecil. Pastikan untuk mengetahui faktor yang sedang dialami Si Kecil agar Bunda bisa mencari tahu bagaimana cara mengatasinya. Tidak hanya itu, Bunda juga perlu memenuhi kebutuhan Si Kecil seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi, aktif berkegiatan fisik seperti olahraga ringan, menjaga hubungan baik satu sama lain, dan juga mulai memberikan pemahaman kepada Si Kecil untuk menerima juga menghargai diri sendiri. 

Lihat Artikel Lainnya