Pentingnya Asupan Makanan untuk Tumbuh Kembang Janin

Morinaga Platinum ♦ 27 Oktober 2021

Selama masa kehamilan, rutin memantau tumbuh kembang janin dengan pemeriksaan USG memang harus Bunda lakukan minimal 4 kali dalam masa kehamilan. Namun, tak kalah pentingnya, memenuhi asupan makanan untuk tumbuh kembang janin juga tidak boleh dilewatkan. Pasalnya, makanan yang Bunda makan akan memengaruhi tumbuh kembang janin karena makanan-makanan yang dikonsumsi akan diserap oleh janin dalam kandungan. Yuk, simak makanan untuk tumbuh kembang janin yang wajib Bunda konsumsi!

Tumbuh Kembang Janin dalam Kandungan

Wah, selamat ya Bun sudah dinyatakan positif hamil! Tahukah Bunda bahwa tumbuh kembang janin dimulai saat minggu ke-3 yaitu saat sel telur membentuk sebuah kantong yang berisi embrio atau bakal janin dan plasenta. Pada trimester pertama, tumbuh kembang bayi terjadi cukup pesat pada usia kehamilan pada minggu ke-6 hingga minggu ke-12.

Wajah sudah mulai terbentuk berikut dengan mata, hidung, mulut, telinga, serta rahang bawah. Selain itu, pada akhir trimester pertama otak bayi akan berkembang dengan pesat, ginjalnya mulai mengeluarkan urine dan jari-jarinya telah bisa mengepal seperti tinju. Awal trimester pertama adalah masa kehamilan yang rentan keguguran. Seiring dengan organ-organ mulai tumbuh dan berkembang, pada akhir trimester ini  Bunda sudah melewati masa kritis dari tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Memasuki trimester kedua, risiko keguguran sudah semakin menurun.Tumbuh kembang janin semakin baik karena janin sudah semakin kuat.  Bagian tengkorak dan tulang pada tubuh semakin terbentuk dan mengeras. Kemampuan mendengarnya pun ikut berkembang. Bunda mungkin bisa merasakan beberapa tendangan, ekspresi, maupun detak jantung kala melakukan pemeriksaan USG.

Pada akhir trimester kedua, gerakan Si Kecil akan semakin aktif. Si Kecil mulai bisa menghirup dan mengeluarkan cairan plasenta (air ketuban) sebagai latihan pernapasannya. Selain itu, janin dalam kandungan Bunda sudah dapat membuka dan menutup matanya, menghisap jari-jarinya, bahkan cegukan.

Masuk pada trimester ketiga, otot, sistem saraf pusat, dan kepalanya semakin tumbuh berkembang seiring dengan pertumbuhan sel saraf yang terjalin dan saling terhubung. Berat badan Si Kecil juga akan terus bertambah pada trimester ini. Biasanya pada trimester ketiga, Bunda mulai merasa tidak nyaman karena rahim yang kian membesar. Bunda juga akan merasakan kontraksi palsu sekitar minggu 33 sampai 35.

Menjelang kelahiran, tumbuh kembang janin yang semakin matang membuat Si Kecil mulai turun ke arah panggul. Bunda diharapkan waspada dengan gejala-gejala preeklampsia yaitu tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urin, sakit kepala hebat terus menerus, dan sesak napas hingga lemas. Selain itu, jika air ketuban Bunda pecah di minggu ke 39, itu tandanya Bunda akan memasuki proses bersalin. Segera pergi ke pusat kesehatan terdekat dan minta tolong pada bidan atau dokter ya Bun!

Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Janin

Selain memantau tumbuh kembang janin melalui USG, memenuhi asupan makanan untuk tumbuh kembang janin agar optimal juga penting lho Bun! Bahkan saat merencanakan kehamilan, Bunda dianjurkan mengonsumsi nutrisi penting yang kaya akan gizi serta vitamin dan mineral agar proses tumbuh kembang janin nantinya akan optimal. Nah, apa saja makanan untuk tumbuh kembang janin agar sehat dan optimal ya? Simak yuk!

1. Asam Folat

Saat merencanakan kehamilan, Bunda wajib memenuhi kebutuhan asam folat harian agar mencegah risiko cacat lahir pada bayi, kelainan otak dan sumsum tulang belakang. Tak hanya itu, asam folat dapat membantu mencegah risiko keguguran, kelahiran prematur, dan anemia saat hamil.

Dikutip dari Mayo Clinic, kebutuhan asam folat harian ibu hamil adalah 400-1000 mikrogram (mcg) asam folat per hari sebelum maupun selama kehamilan. Makanan untuk tumbuh kembang janin yang mengandung asam folat adalah jeruk, lemon, mangga, stroberi, kacang-kacangan, bayam, dan brokoli,

2. Zat Besi

Saat kehamilan, dikutip dari American Pregnancy Association, tubuh memerlukan pasokan darah dua kali lipat dibandingkan saat tidak hamil. Hal ini disebabkan karena janin dalam kandungan memerlukan suplai darah, oksigen, dan nutrisi untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang janin agar organ-organ dan sel saraf tumbuh dengan sempurna.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, ibu hamil membutuhkan 9 miligram (mg) zat besi di trimester pertama dan 18 mg di trimester kedua hingga trimester ketiga. Penuhi asupan makanan untuk tumbuh kembang janin yang mengandung zat besi dapat mencegah bayi berat badan rendah dan kelahiran prematur. Bunda bisa mendapatkan asupan zat besi dengan mengonsumsi zat besi yang berasal dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, kacang merah, bayam, kubis, dan sayuran hijau lainnya.

3. Vitamin C

Vitamin C berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Namun, ada baiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan minuman yang mengandung kalsium. Sebab, kalsium justru akan menghambat proses penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat membantu Bunda menjaga daya tahan tubuh, memelihara kesehatan tulang dan gigi baik Bunda maupun janin, serta menjaga kesehatan pembuluh darah dan sel darah merah.

Dikutip dari Mayo Clinic, kebutuhan vitamin C untuk ibu hamil usia 19-29 tahun yakni sebanyak 85 mg per hari dan Bunda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi jeruk, lemon, mangga, kiwi, melon, strawberi, brokoli, tomat, dan kentang.

4. Kalsium

Asupan makanan untuk tumbuh kembang janin lainnya adalah kalsium. Sebab, janin akan mengambil kebutuhan kalsiumnya dari cadangan kalsium tubuh Bunda. Risiko terkena osteoporosis, preeklampsia dan gangguan tumbuh kembang janin akan lebih besar jika kebutuhan kalsium harian tidak terpenuhi.

Dilansir dari Klikdokter, Bunda diwajibkan mencukupi kebutuhan kalsium sebanyak 1200 mg kalsium per hari selama kehamilan. Makanan untuk tumbuh kembang janin yang mengandung kalsium bisa Bunda dapatkan dari susu, yogurt, keju, jus jeruk yang diperkaya kalsium, kacang almond, ikan salmon, bayam, dan brokoli.

5. Vitamin D

Nutrisi ibu hamil yang tak kalah penting adalah Vitamin D. Vitamin ini dapat membantu penyerapan kalsium sehingga membantu pertumbuhan tulang dan gigi janin. Cukup dengan berjemur setiap pagi (di bawah jam 9 pagi) selama 10-15 menit untuk mendapatkan manfaat alami dari vitamin D. Dilansir dari Klikdokter, Ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan tinggi vitamin D sebanyak 15 mcg per hari.

6. Kolin

Saat hamil, Bunda membutuhkan makanan untuk tumbuh kembang janin agar tumbuh sehat sesuai usianya. Salah satu yang Bunda butuhkan adalah kolin. Zat ini dibutuhkan untuk  membantu mencegah bayi dari cacat lahir atau masalah pada otak dan tulang belakangnya. Tak hanya itu, dikutip dari American Pregnancy Association, asupan harian kolin dibutuhkan Bunda sebesar 450 mg per hari. Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan otak janin dalam kandungan. Makanan untuk tumbuh kembang janin agar tetap sehat yang mengandung kolin bisa Bunda dapatkan dari telur, ikan salmon, ayam, brokoli, dan buah-buahan.

7. Seng

Seng merupakan salah satu nutrisi yang juga penting dan dibutuhkan ibu hamil. Sebab, seng dapat membantu tumbuh kembang sel dalam janin dan tumbuh kembang otaknya. Makanan untuk tumbuh kembang janin yang mengandung seng bisa Bunda dapatkan dari daging merah, kepiting, yogurt, sereal gandum, dan lainnya. Dilansir dari National Health Service United Kingdom, kebutuhan seng untuk ibu hamil sebesar 10 mg per hari untuk trimester pertama dan 12 mg di trimester kedua dan trimester ketiga.

8. Lemak

Asupan makanan untuk tumbuh kembang janin yang tidak kalah penting adalah lemak. Zat ini penting untuk memelihara kondisi plasenta dan cairan ketuban selama kehamilan. Selain itu, lemak berfungsi untuk perkembangan otak dan matanya, membesarkan otot rahim, peningkatan volume darah, dan untuk memperbesar jaringan payudara sebagai persiapan masa menyusui nantinya. Pilih sumber lemak yang baik seperti alpukat, kacang-kacangan, dan ikan salmon. Dikutip dari Klikdokter, kebutuhan lemak ibu hamil sebesar 67,3 gr per harinya.

9. Protein

Untuk mendukung tumbuh kembang otaknya, janin memerlukan bantuan protein dari cadangan protein ibu. Selama masa kehamilan, makanan untuk tumbuh kembang janin yang mengandung protein bisa didapatkan dari daging sapi, ayam ikan, telur, susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Kebutuhan protein ibu hamil sebesar 61-90 gram (gr) per hari, dikutip dari Mayo Clinic.

10. Yodium

Mineral yang satu ini dapat membantu tumbuh kembang janin, perkembangan otak dan sistem saraf bayi, juga untuk mencegah keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth). Yodium merupakan nutrisi bagi ibu hamil yang juga penting untuk mencegah pertumbuhan anak pendek (stunting), cacat mental, dan gangguan pendengaran (tuli) pada bayi.

11. Asam Lemak Omega 3 dan Omega 6

Asam lemak omega 3 terbagi menjadi asam eikosapentanoat (EPA) dan asam dokosaheksanoat (DHA) yang terbukti dapat memberikan manfaat bagi ibu dan bayi dalam kandungan. Asam lemak yang baik bagi tumbuh kembang janin ini sangat dibutuhkan terutama diperlukan untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi.

Secara umum, dikutip dari American Pregnancy Association, asupan makanan untuk tumbuh kembang janin yang mengandung asam lemak dapat mengurangi risiko kelahiran prematur. Kebutuhan asam lemak omega 3 yang dibutuhkan per harinya adalah 650 mg dan 300 mg kebutuhan DHA untuk ibu hamil.

Sumber asam lemak omega 3 bisa Bunda dapatkan dari makanan laut, telur, alpukat, bayam, dan lainnya. Tak hanya omega 3, asupan asam lemak omega 6 juga tidak kalah penting selama kehamilan. Asam lemak omega 6 dibutuhkan janin untuk mendukung perkembangan saraf bayi di dalam kandungan.

Penting untuk mengonsumsi makanan bervariasi dengan gizi seimbang sesuai kebutuhan Bunda dan bayi agar tumbuh kembang janin sempurna dan optimal. Jangan lupa jaga pola makan dengan mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit namun sering untuk menghindari mual. Tak kalah penting, periksakan secara rutin kandungan Bunda ya!

Lihat Artikel Lainnya