Pengaruh Faktor Lingkungan untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Lingkungan merupakan faktor yang cukup penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil hingga ia dewasa. Faktor ini dapat memengaruhi peluang tercapainya potensi diri maksimal seseorang. Dan ternyata faktor lingkungan dapat memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil sejak ia berada dalam kandungan. Paparan penyakit dan zat yang berbahaya, misalnya rokok, alkohol, atau infeksi, dapat memicu terjadinya pertumbuhan abnormal janin.

Selain faktor lingkungan prenatal, terdapat juga faktor lingkungan post-natal atau setelah kelahiran Faktor ini dibagi menjadi:

  • Lingkungan biologis. Misalnya jenis kelamin, nutrisi, penyakit kronis, dan metabolisme
  • Lingkungan fisik. Misalnya kebersihan, cuaca dan keadaan rumah.
  • Lingkungan psikososial. Misalnya stimulasi, motivasi belajar, teman, dan stres
  • Lingkungan keluarga

Tentunya faktor genetik juga memiliki peran dalam perkembangan kecerdasan Si Kecil. Tetapi hal tersebut tidaklah mutlak. Anak-anak yang berasal dari keturunan sama tetapi dibesarkan dengan cara berbeda memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda.

Otak Si Kecil terdiri dari seratur miliar sel saraf, yang nantinya membentuk sinaps (sambungan antar sel saraf). Semakin banyak sinaps terbentuk, semakin cerdas anak tersebut. Stimulasi dari lingkunganlah yang membantu terjadinya pembentukan sinaps tersebut.

Sebagai langkah pertama, Ayah dan Bunda bisa memberikan stimulasi berupa cinta dan kasih sayang. Si Kecil yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang dan rasa aman akan menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan memiliki kemampuan kognitif, perilaku, dan emosional yang lebih baik.

Ayah dan Bunda juga perlu mendukung tumbuh kembang Si Kecil dengan memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik. Berikan Si Kecil makanan bernutrisi lengkap dan seimbang setiap harinya. Apabila gizi sudah tercukupi maka Si Kecil siap menerima stimulasi atau pembelajaran. Sebaliknya, Si Kecil yang tidak mendapat cukup nutrisi akan mudah lelah juga sakit, serta sulit berkonsentrasi. Tentunya hal ini dapat berpeluang menghambat proses belajar mengajar.

Dalam bersosialisasi, Ayah dan Bunda juga harus memberikan dukungan pada Si Kecil agar ia dapat membentuk pergaulan yang baik dan sehat. Dengan bersosialisasi, ia mengalami proses pembentukan EQ yang juga dibutuhkan dalam seluruh aspek hidupnya.

Melihat betapa pentingnya stimulasi untuk proses tumbuh kembang Si Kecil maka Ayah dan Bunda harus memastikan agar Si Kecil mendapatkan stimulasi yang cukup, tepat usia, dan berkualitas agar ia mencapai potensi maksimalnya.

Milestone Lainnya