Pengaruh Bakteri Baik pada Pencernaan Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Tentunya sudah menjadi harapan Bunda agar Si Kecil tumbuh sehat dan cerdas. Namun sayangnya, proses tumbuh kembang Si Kecil tidak jarang mendapat tantangan dari gangguan kesehatan. Masalah diare dan alergi banyak dialami oleh Si Kecil yang masih balita di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Apabila tidak segera diatasi, dampak diare dan alergi bisa mengganggu proses tumbuh kembang Si Kecil.

Sebenarnya diare dan alergi bisa dicegah dengan probiotik. American Academy of Pediatrics (AAP) mempublikasi jurnal meta analisis yang menemukan bahwa pemberian probiotik prenatal atau pada awal kehidupan Si Kecil dapat menurunkan jumlah total IgE (faktor utama yang menyebabkan alergi). Selain itu juga bisa melindungi Si Kecil dari sensitisasi atopi atau alergi.

Sensitisasi adalah proses pembentukan antibodi terhadap penyebab alergi. Ketika Si Kecil terpapar pencetus alergi, gejala alergi belum tentu timbul pada saat itu juga. Reaksi mungkin saja timbul saat terjadi paparan kedua. Sensitisasi alergi berkurang signifikan jika probiotik diberikan saat Si Kecil masih dalam kandungan dan setelah dilahirkan.

Hasil penelitian yang dilakukan Prof Bengt Björkstén dari Institut Karolinska Swedia Björksté n pada 2001 membuktikan, Si Kecil yang menderita alergi terbukti mempunyai lebih sedikit Bifidobacterium pada fesesnya hingga mereka berusia lima tahun.

Menurut Bengt Björkstén, pengaruh kondisi awal kelahiran, termasuk cara kelahiran dan penggunaan antibiotik, mempunyai efek sangat besar terhadap pola mikroflora (jasad renik berukuran kecil seperti bakteri dan jamur) saluran cerna. Ia menegaskan bahwa mikroflora diperlukan untuk merangsang sistem daya tahan tubuh dalam kondisi normal.

Bakteri baik seperti Bifidobacterium (bakteri baik atau probiotik di saluran cerna) yang diperoleh pada periode awal kelahiran, diperlukan untuk mengenali dan membentuk toleransi terhadap zat-zat asing yang masuk ke tubuh. Dominasi Bifidobacterium dalam saluran cerna terbukti bisa menekan pertumbuhan bakteri patogen sehingga bisa membantu kekebalan lokal di daerah pencernaan Si Kecil.

ASI merupakan sumber alami probiotik. Ini menunjukkan pentingnya peranan probiotik sejak awal kelahiran. Si Kecil yang lahir normal dan diberi ASI akan makin sehat karena bakteri probiotik mendominasi mikrobiota saluran cernanya. Pemberian probiotik tidak bisa sembarangan dilakukan, hanya probiotik yang sudah diuji dan terbukti amanlah yang boleh diberikan untuk Si Kecil. Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M16-V merupakan contoh probiotik yang sudah dinyatakan aman.

Sebagian besar riset tentang probiotik untuk Si Kecil difokuskan pada pencegahan diare, kolik intoleransi laktosa, baru kemudian alergi. Pada tahun 1994, Saavedra dkk melaporkan penurunan drastis angka kejadian diare pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang diberi probiotik dibandingkan kelompok yang tidak memperoleh probiotik.

Dengan banyaknya bukti bakteri baik dapat menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil, mengurangi risiko diare dan alergi maka tak salah lagi jika Bunda memberikannya nutrisi yang mengandung probiotik Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M16-V dan prebiotik laktulosa (makanan untuk bakteri baik). Kesehatan saluran cerna Si Kecil akan membantu optimalisasi proses tumbuh kembangnya.

Milestone Lainnya