Parameter Keterlambatan Berjalan dan Bicara Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Bunda waswas karena Si Kecil tak kunjung mahir berjalan? Belum lagi kemampuan bicaranya berbeda sekali dengan teman sebayanya. Perlu dipahami bahwa perkembangan Si Kecil tidak harus sama dengan teman sebayanya. Rentang usia pencapaian keterampilan berjalan dan berbicara pun cukup besar. Meski demikian, tetap ada parameter perkembangan yang harus Bunda perhatikan.

Untuk berjalan, Si Kecil mulai dapat berjalan di usia 12-15 bulan. Ada yang lebih cepat (secepat usia 8 bulan), ada pula yang lebih lambat. Apabila Si Kecil sudah berusia 18 bulan dan belum bisa berjalan, Bunda sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter anak.

Terlambat berjalan bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain otot yang lemah, trauma kepala, ataupun penyakit cerebral palsy (lumpuh otak). Jika perkembangan lain Si Kecil normal, mungkin saja ia belum berjalan karena kurangnya stimulasi. Si Kecil yang terlalu sering digendong atau sering berpergian jauh sehingga harus menggunakan kereta dorong cenderung kurang berkesempatan mengeksplorasi ruangan dan menggerakkan ototnya.

Gangguan perkembangan lain yang sering dijumpai adalah terlambat bicara. Sekitar 1 dari 5 anak mengalami keterlambatan ini namun tidak membutuhkan penanganan khusus. Berikut adalah beberapa tanda yang harus Bunda waspadai:

  • Usia 12 bulan: Si Kecil belum bisa menyebutkan kata “mama” dan “papa”, serta tidak mengerti atau memberikan tanggapan ketika diajak bicara.
  • Usia 18 bulan: Belum mengucapkan satu kata pun
  • Usia 24 bulan: Si Kecil hanya mengucapkan beberapa kata. Ia sering berkomunikasi dengan cara menunjuk sesuatu.
  • Usia 30 bulan: Ia hanya menggunakan satu suku kata atau hanya menguasai maksimal 50 kosakata.
  • Usia 36 bulan: Orang asing tidak dapat mengerti ucapan Si Kecil atau ia hanya berbicara menggunakan dua kata sederhana.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan Si Kecil terlambat bicara, yakni penggunaan lebih dari satu bahasa di rumah, gangguan pengontrol bicara, infeksi telinga, atau autistic spectrum disorder.

Agar tumbuh kembang Si Kecil optimal, ia perlu dukungan nutrisi lengkap dan seimbang serta stimulasi yang sesuai dengan usia juga perkembangannya. Berikan nutrisi yang mengandung omega-3, omega-6, serta alfa-laktalbumin yang bermanfaat untuk perkembangan sistem sarafnya, juga kalsium dan vitamin D yang akan menjaga kepadatan tulang serta gigi.

Untuk stimulasi, ajak Si Kecil melakukan aktvitas yang dapat mengasah kemampuan motoriknya seperti membuat dan menerbangkan pesawat terbang karton dan lompat geometri. Permainan kreatif tersebut dan berbagai ide bermain lainnya bisa Bunda temukan di Morinaga Multiple Intelligence Play Plan. Di situs tersebut, tak hanya ada ide permainan yang bisa menstimulasi kemampuan motorik saja tetapi juga kecerdasan lain seperti linguistik, logika matematika, musikal, visual spasial, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan moral.   

Apabila Bunda merasa ada hal yang tidak sesuai parameter pada perkembangan Si Kecil, jangan segan untuk berdiskusi dengan dokter spesialis anak.

Milestone Lainnya