Panduan Menyusui Bagi Bunda yang Baru Melahirkan

Oleh: Morinaga Platinum

ASI adalah makanan terbaik yang bisa diberikan untuk Si Kecil. Kandungan ASI yang lengkap dapat memenuhi kebutuhan harian Si Kecil secara eksklusif selama 6 bulan pertama hidupnya. Oleh karena itu WHO merekomendasikan pemberian ASI saja untuk Si Kecil yang baru lahir hingga usianya enam bulan.

Si Kecil yang mendapatkan ASI terbukti jarang mengalami sakit dan alergi. Beberapa penelitian pun membuktikan bahwa anak yang disusui ASI memiliki skor kecerdasan lebih tinggi ketimbang yang tidak disusui ASI. Dengan demikian, sangat penting untuk Bunda mengetahui cara menyusui yang benar agar tumbuh kembang Si Kecil optimal.

Proses menyusui dimulai saat Si Kecil baru dilahirkan dengan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Awalnya, payudara Bunda akan menghasilkan kolostrum, cairan kuning kental kaya protein dan zat kekebalan tubuh, yang sangat penting untuk Si Kecil.

Bunda tak perlu khawatir Si Kecil tidak mendapatkan cukup ASI pada hari-hari pertama kehidupannya. Ukuran lambung Si Kecil yang baru lahir sangat kecil, hanya bisa menampung 5-7 ml pada hari pertama. Pada hari ketiga, daya tampung meningkat menjadi 30 ml. Hari ketiga adalah hari di mana pada umumnya ibu baru mengeluarkan ASI yang sebenarnya. Si Kecil yang lahir dalam kondisi sehat dapat bertahan selama 72 jam tanpa makanan.

Saat memersiapkan diri untuk menyusui, tenangkan dulu pikiran Bunda kemudian cari tempat dan posisi yang nyaman. Agar Si Kecil dapat ditopang dengan baik, Bunda bisa menggunakan bantal. Tak ada pakem mengenai posisi menyusui, Bunda tentukan sendiri, apakah nyaman dengan duduk atau berbaring.

Dekap Si Kecil dengan posisi dadanya bertemu dada Bunda lantas sentuhkan puting ke mulutnya. Secara refleks ia akan membuka mulut, dekatkan tubuhnya agar puting bisa masuk seluruhnya ke dalam mulutnya.

Kunci sukses menyusui salah satunya terletak pada perlekatan mulut dan payudara Bunda. Mulut Si Kecil harus menutupi seluruh areola (daerah gelap sekitar puting), bukan pada putingnya saja. Apabila terjadi kesalahan pada perlekatan mulut bayi, biasanya akan timbul lecet pada puting.

Susui Si Kecil sesering mungkin agar merangsang produksi ASI yang lebih banyak lagi. Dalam 24 jam, Bunda harus menyusui setidaknya 8 kali. Apabila Si Kecil tidur tanpa menyusu selama 4 jam, Bunda harus membangunkannya.

Pada masa menyusui, Bunda harus memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang. Jangan kaget kalau Bunda sering merasa lapar saat menyusui Si Kecil. Ibu menyusui membutuhkan 200 hingga 500 kalori lebih banyak dibandingkan ibu yang tidak menyusui. Siasati dengan menyantap makanan dalam porsi kecil tapi sering. Bunda juga bisa mencoba makan camilan bergizi saat merasa lapar di antara waktu makan.

Gunakan atasan yang memudahkan Bunda menyusui Si Kecil saat bepergian. Bunda juga bisa membawa nursing apron. Pilih bra menyusui yang nyaman juga dapat dibuka tutup dengan mudah. Jangan lupa breast pad untuk menahan ASI yang keluar meski Bunda sedang tidak menyusui, agar tidak membasahi baju.

Perlengkapan lain yang dibutuhkan adalah alat pompa ASI, baik yang manual maupun elektrik. Alat pompa ini akan memudahkan proses memerah ASI ketika Bunda akan kembali bekerja.  

Apabila Bunda menemui kendala dalam menyusui, jangan berkecil hati. Hal tersebut wajar dialami. Semakin tinggi jam terbang menyusui Bunda akan menemukan ritme dan semakin mahir.

Tapi jika masih menemui kesulitan dan kondisi Si Kecil terpengaruh olehnya, misalnya berat badan menyusut drastis, segeralah konsultasi dengan ahli laktasi atau dokter spesialis anak.

Milestone Lainnya