9 Nutrisi Dukung Tumbuh Kembang Si Kecil Lebih Optimal

Oleh: Morinaga Platinum

13 Oktober 2020

Berbicara seputar asupan nutrisi, ternyata asupan nutrisi seimbang tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa. Justru memerhatikan asupan nutrisi seimbang memiliki peran lebih besar untuk anak-anak usia dini dibandingkan bagi orang dewasa.Jika asupan nutrisi pada orang dewasa hanya sekedar agar tubuh tetap sehat dan daya tahan tubuh tetap kuat, lain halnya untuk anak-anak. Katakanlah bagi usia balita, asupan nutrisi seimbang tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya, tapi berperan sebagai penunjang tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun perkembangan kecerdasannya.

Lalu, nutrisi seimbang yang seperti apa agar tumbuh kembang anak lebih optimal? Yuk, simak 9 nutrisi yang harus ada dalam menu harian Si Kecil.

 

Baca juga:4 Nutrisi Penting untuk Optimalkan Kecerdasan Si Kecil

 

Protein

Protein menjadi salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan Si Kecil dalam masa tumbuh kembangnya. Mengingat salah satu fungsi protein sebagai pendukung pertumbuhan fisik Si Kecil karena protein berperan untuk memproduksi sel baru dalam tubuh Si Kecil. Selain itu, protein juga berperan sebagai pemecah makanan menjadi energi, membawa oksigen, melawan infeksi, untuk memelihara dan memperbaiki jaringan-jaringan tubuh Si Kecil.

Bunda juga tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan protein Si Kecil. Banyak bahan makanan yang sarat dengan protein tinggi, misalnya: daging, ikan, susu, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe dan olahan kedelai lainnya. Bunda bisa membuat aneka menu kreatif dari bahan-bahan tersebut agar Si Kecil tidak bosan dengan menu makanannya dan kebutuhan protein hariannya pun tetap bisa terpenuhi.

Karbohidrat

Nutrisi kedua yang tidak kalah pentingnya dari protein yakni karbohidrat. Sebagaimana yang Bunda ketahui, karbohidrat merupakan sumber energi terpenting untuk Si Kecil. Setiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi Si Kecil, akan menghasilkan 4 kalori. Karbohidrat juga berperan membantu tubuh Si Kecil menggunakan lemak dan protein untuk memperbaiki jaringan tubuh. Sumber karbohidrat bisa Bunda temukan dalam beras, gandum, kentang, singkong, atau gula.

Lemak

Seperti yang dijelaskan di atas, karbohidrat merupakan sumber energi. Tapi tahu kah Bunda, kalau lemak ternyata penyumbang energi 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan karbohidrat, lho. Lemak juga punya peran sebagai pelarut vitamin A, D,E, dan K. Apabila Si Kecil mengonsumsi lemak dengan cukup juga dapat membantu tumbuh kembangnya baik fisik maupun otaknya. Bunda mencukupi kebutuhan lemak Si Kecil lewat sumber makanan seperti daging, ikan, susu, kacang-kacangan dan alpukat.

Kalsium

Asupan yang mengandung kalsium bermanfaat untuk membantu pembentukan gigi dan menjaga kepadatan tulang Si Kecil. Kalsium juga membantu pembekuan darah dan menjaga fungsi saraf, otot dan jantung. Bunda bisa menemukan asupan yang mengandung kalsium dalam susu, keju, kuning telur, brokoli, bayam, tofu, dan lain-lain.

Zat besi

Zat besi merupakan salah satu mineral yang menjadi komponen utama dari pembentukan hemoglobin yakni bagian dari sel darah merah yang berperan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika Si Kecil kekurangan zat besi maka bisa menyebabkan anemia. Jadi, Bunda perlu memastikan kebutuhan zat besi hariannya tercukupi. Asupan yang mengandung zat besi diantaranya: daging merah, daging ayam, dan kacang-kacangan.

 

Baca juga:Mengapa Kolin dan Zat Besi Penting Untuk Si Kecil?

 

Folat

Folat tidak hanya penting bagi calon ibu, namun penting juga untuk menopang tumbuh kembang Si Kecil. Folat merupakan bentuk vitamin B komplek larut dalam air yang diperlukan untuk meningkatkan produksi sel-sel darah merah dan mempercepat pertumbuhan sel, menjaga kesehatan otot dan saraf serta memperkuat sistem imun terlebih bagi bayi. Makanan yang mengandung folat seperti lentil (sejenis kacang-kacangan), buncis, bayam, asparagus, kacang merah, dan lain-lain.

Serat

Serat dipercaya baik untuk kesehatan pencernaan. Tidak hanya itu, mengonsumsi makanan yang tinggi serat membuat Si Kecil kenyang lebih lama sehingga berat badannya pun bisa terkontrol. Bunda bisa menemukan makanan yang kaya serat mulai dari buah-buahan, roti gandum, kacang-kacangan, dan lain-lain.

Vitamin A

Vitamin sangat terkenal akan fungsinya untuk menjaga kesehatan mata. Ya, vitamin A memang baik untuk mata terutama membantu mengembangkan penglihatan dalam kondisi cahaya rendah (redup). Bahan-bahan makanan yang kaya dengan vitamin A seperti wortel, bayam, apricot, brokoli, kubis, minyak ikan, kuning telur, dan lain-lain.

Vitamin C

Siapa sih yang tidak kenal akan manfaat vitamin C? Vitamin C cukup terkenal untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Namun lebih dari itu, vitamin C juga berperan untuk membantu memperkuat dinding pembuluh darah, membantu menyembuhkan luka dan penting untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin C, Si Kecil bisa megonsumsi jeruk, stroberi, papaya, mangga,  bunga kol, dan lain-lain.

Setelah Bunda mengetahui 9 nutrisi yang harus tercukupi selama masa tumbuh kembang Si Kecil, mulai sekarang Bunda bisa mempertimbangkan bahan apa saja yang harus masuk dalam menu harian Si Kecil. Bunda juga bisa melakukan inovasi menu agar Si Kecil tidak bosan dengan menu hariannya. Jika ia merasa bosan dengan menunya dan nutrisinya tidak tercukupi, maka dapat menimbulkan masalah dalam masa tumbuh kembangnya.

Perkembangan fisik

Menurut studi yang diterbitkan dalam “New England Journal of Medicine”oleh dokter H. Peter Chase dan Harold P. Martin, anak-anak yang nutrisinya tidak terpenuhi dalam masa tumbuh kembangnya membuat perkembangan fisiknya terhambat. Mereka cenderung memiliki fisik lebih kecil dibandingkan anak-anak di usia sebayanya dengan nutrisi yang tercukupi. Anak-anak yang memiliki nafsu makan banyak, namun nutrisinya tidak tercukupi pun akan menimbulkan masalah berat badan di kemudian hari.

Perkembangan intelektual

Nutrisi tidak hanya mendukung tumbuh kembangnya secara fisik, tapi juga termasuk intelektualnya. Banyak nutrisi yang berperan untuk menjaga kesehatan fungsi otak anak.Komite PBB di bidang nutrisi pun menyatakan bahwa anak-anak dengan nutrisi yang buruk memiliki kolerasi dengan menurunnya kemampuan akedemis dan kapasita mental anak-anak.

Perkembangan emosi, psikologi dan tingkah laku

Nutrisi yang buruk juga akan membawa dampak kepada masalah emosi, psikologi dan tingkah laku anak. Dr. Lawrence Wilson dari The Center for Develompment menyatakan bahwa beberapa mineral seperti kalsium telah terbukti sangat penting untuk perkembangan emosi anak.

Lebih lanjut, dalam penelitian yang dilakukan Dr. David E. Barrett seorang psikolog dari sekolah kedokteran Harvard dan Dr. Marian Radke –Yarrow, seorang psikolog pengembangan anak dari National Intitutes of Health Child Development Psychologist menyatakan bahwa perilaku sosial anak-anak usia 6-8 tahun dengan nutrisi yang tidak seimbang, cenderung kurang aktif dan kurang memberikan kontribusi di kehidupan sosialnya. Anak-anak ini merupakan anak-anak yang nutrisinya kurang tercukupi di 2 tahun pertama usianya.

Itulah nutrisi yang harus tercukupi selama masa tumbuh kembangnya. Bunda juga sudah tahu dampak yang kemungkinan bisa ditimbulkan ketika nutrisi tersebut tidak terpenuhi selama masa tumbuh kembangnya. Jadi mulai sekarang, jangan asal anak mau makan tapi Bunda juga harus memerhatikan keseimbangan nutrisinyanya, ya.

 

 Baca juga: Asah Kecerdasan Emosional Si Kecil Dengan Cara Ini

Milestone Lainnya