Naikkan Berat Badan Si Kecil dengan Cara Ini

Oleh: Morinaga Platinum

Tidak jarang terjadi Si Kecil bertambah tinggi lebih cepat ketimbang pertambahan berat badannya. Akibatnya, ia memiliki berat badan di bawah normal pada kurva pertumbuhan. Apabila hal tersebut terjadi, Bunda harus berkonsultasi ke dokter anak untuk mengetahui cara penanganannya. Umumnya, dokter akan merekomendasikan peningkatan kalori pada pola makan Si Kecil untuk memastikan ia mendapat asupan yang cukup.

Apakah selesai sampai di situ? Tentu belum. Proses menaikkan berat badan Si Kecil adalah perkara yang susah-susah gampang. Bunda sudah melakukan semua hal yang telah direkomendasikan tetapi jarum timbangan sepertinya selalu condong ke kiri. Jangan panik, ya, Bunda … Simak kiat jitu berikut untuk menaikkan berat badan Si Kecil:

Asupan kalori yang cukup

Berat badan akan naik jika jumlah kalori yang masuk lebih besar dibandingkan jumlah kalori yang dikeluarkan. Artinya jumlah asupan makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori Si Kecil.

Untuk Si Kecil usia 1-3 tahun, kebutuhan kalorinya adalah sekitar 100 kkal/kg BB ideal*. Sedangkan untuk Si Kecil berusia 4-6 tahun, kebutuhannya adalah sekitar 90 kkal/kg BB ideal*.

(*BB ideal = berat badan seharusnya untuk Si Kecil dengan jenis kelamin dan tinggi badannya saat ini).

Menu makanan bervariasi 

Saat ingin menaikkan berat badan Si Kecil tak hanya Bunda harus memikirkan kuantitasnya tetapi juga kualitas menu yang diberikan. Si Kecil harus diberikan diet gizi seimbang, mengandung semua makronutrien dan mikronutrien yang dibutuhkan Si Kecil. 

Contoh makronutrien adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Untuk mudahnya, berilah makanan sehat dengan jenis yang bervariasi agar mengandung berbagai macam nutrisi.
Bunda juga bisa memberikannya susu pertumbuhan yang telah difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang dibutuhkan Si Kecil seperti kolin, DHA, kalsium serta vitamin D.

Berikan makanan dengan cara tepat

Seringkali jumlah target kalori sulit dicapat karena Si Kecil sulit makan. Siasati hal tersebut dengan makan bersama-samanya, menyajikan makanan dalam bentuk menarik serta berikan menu yang variatif sehingga tidak membosankan.

Buat jadwal pemberian makan untuk Si Kecil. Berikan makan pada jam-jam tertentu secara konsisten, misalnya 3 kali makan besar dan 2 kali camilan. Hindari memberikan camilan di luar jadwal tersebut agar Si Kecil mengenal rasa lapar dan paham bahwa makan adalah kebutuhan, bukan kewajiban.

Cukup istirahat

Si Kecil membutuhkan waktu istirahat yang cukup karena tubuh bertumbuh dengan optimal pada saat kita memejamkan mata. Untuk balita, waktu tidur yang dibutuhkan adalah minimal 8 jam sehari.

Untuk menciptakan manusia berkualitas, faktor nutrisi adalah unsur yang sangat penting untuk diperhatikan. Pastikan Bunda memberikan Si Kecil asupan gizi yang ia butuhkan. Jangan sia-siakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil karena hal itu akan menentukan kualitas dirinya di masa mendatang. 

Milestone Lainnya