Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Mengenal Macam Aktivitas Fisik Anak, Apa Saja Kegiatan yang Bisa Dilakukan?

Morinaga Platinum ♦ 9 Februari 2022

Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh karena kerja otot rangka dan meningkatkan pengeluaran tenaga juga energi. Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), aktivitas ini mencakup aktivitas anak-anak di sekolah, kegiatan di dalam rumah, hingga aktivitas lain yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang sehari-hari. Aktivitas fisik berguna untuk melatih tubuh dan pikiran.

Sebagai orangtua, Bunda sebaiknya membiasakan Si Kecil untuk aktif secara fisik sejak dini. Aktivitas fisik memiliki sejumlah manfaat, baik untuk kesehatan fisik atau kondisi non-fisik si Kecil. Melansir dari situs IDAI, manfaat fisik dari olahraga adalah meningkatkan lean body mass, kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kesehatan jantung, dan lain-lain. Sedangkan beberapa manfaat non-fisiknya adalah meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan belajar dan berlatih, meningkatkan kesehatan mental psikologis, dan membantu anak mengurangi stres.

Melansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Si Kecil membutuhkan sekitar 60 menit berolahraga fisik setiap harinya. Total 60 menit ini tidak harus didapatkan dalam satu waktu yang sama, tetapi dapat dijumlahkan dalam sehari menjadi 60 menit. Adapun aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bervariasi, tentunya disesuaikan dengan perkembangan usia anak.

Bunda dapat mengakali aktivitas fisik anak dengan membaginya dalam dua periode masing-masing selama 30 menit atau empat kali masing-masing selama 15 menit dalam sehari. Perlu dipahami bahwa aktivitas fisik tak hanya disesuaikan dengan usia, melainkan termasuk jenis kelamin, tahap perkembangan fisik dan emosional si kecil. Lantas, apa manfaat aktivitas fisik pada anak-anak?

Manfaat aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang dilakukan si kecil memberikan segudang manfaat, seperti mengurangi risiko obesitas. Selain itu, aktivitas fisik anak berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang dan otot yang bisa berlangsung dengan baik.

Aktivitas fisik dengan cara bermain juga akan mengasah perkembangan otak si kecil, keterampilan gerak pada anak, hingga interaksi sosial. Anak yang melakukan aktivitas fisik sejak dini akan membentuk si kecil menjadi orang dengan gaya hidup aktif. Lalu, apa saja aktivitas fisik yang dapat dilakukan anak-anak?

Jenis aktivitas fisik

Kegiatan beraktivitas anak terdiri dari aktivitas di rumah dan di lingkungan luar. Untuk itu, orangtua harus mempertimbangkan kegiatan si kecil dengan menyesuaikan terhadap usianya. Aktivitas anak dimulai sejak usia dini, dengan menuntunnya untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Aktivitas di rumah

Terdapat beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk mendukung aktivitas fisik anak di rumah. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan berkolaborasi antara orangtua dengan anak. Aktivitas-aktivitas menyenangkan yang dilakukan secara bersama, juga bisa meningkatkan bonding terhadap si kecil.

1. Usia 1 tahun

Terdapat beragam aktivitas fisik anak berusia satu tahun di rumah. Tidak perlu aktivitas berat untuk kelompok usia ini, melainkan yang ringan-ringan saja. Bunda dapat mengajak anak menari bersama, bermain air, hingga main rumah-rumahan. Ciptakan suasana yang menyenangkan saat melakukan kegiatan bersama, agar si kecil semakin bersemangat.

2. Usia 2 tahun

Di usia ini, Bunda bisa mulai melatih si kecil untuk menjaga keseimbangan. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan yakni dengan mengajari anak berjalan di atas garis lurus. Selain itu, orangtua dapat memberikan inovasi aktivitas untuk anak seperti melakukan permainan bola tangan dan mencari barang yang disembunyikan.

3. Usia 3 tahun

Kegiatan fisik anak usia 3 tahun dapat dengan menyusun puzzle. Bermain puzzle membantu melatih kemampuan berpikir anak. Selain itu, Bunda dapat mengajak anak bermain petak umpet, hingga bersepeda santai bersama. Selalu awasi setiap aktivitas fisik anak, termasuk memastikan kegiatannya dilakukan di lingkungan yang aman.

Aktivitas di Lingkungan

Aktivitas anak di luar rumah dapat dilakukan di lingkungan sekitar seperti dengan bermain atau berolahraga. Selain mempunyai segudang manfaat kesehatan, melakukan olahraga yang dilakukan bersama-sama juga akan meningkatkan kedekatan anak dengan orangtua. Sebagai orangtua, jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan emas memperkenalkan dunia olahraga ke anak sedini mungkin. 

Mengajarkan anak berolahraga juga memberikan keterampilan-keterampilan tertentu. Kendati begitu, Bunda tetap harus mempertimbangkan keamanan dan kegiatan si kecil, agar olahraga yang dilakukan tetap sesuai dengan usianya. Berikut beberapa jenis olahraga yang menyenangkan dan memberikan manfaat untuk si kecil:

1. Sepakbola

Tak hanya disukai orang dewasa, sepakbola menjadi salah satu olahraga yang digemari anak-anak. Sepakbola berguna bagi fisik maupun mental anak. Olahraga ini meningkatkan daya tahan kardiovaskular, memperkuat otot, fleksibilitas, koordinasi mata dan kaki, keseimbangan tubuh, dan kontrol berat badan. Sementara dalam sisi mental, anak dapat belajar disiplin, sportivitas, dan kerjasama.

2. Gimnastik

Ini menjadi salah satu olahraga yang direkomendasikan untuk anak-anak dikarenakan segudang manfaatnya. Senam akan melatih kekuatan dan kelenturan tubuh, termasuk fisik dan stamina anak dapat berkembang dengan baik. Selain itu, latihan ini baik dalam melatih keseimbangan tubuh agar tetap kukuh dan tidak mudah terjatuh.

3. Berenang

Anak-anak pasti suka bermain air, dan olahraga renang sangat baik diperkenalkan dan diajarkan sejak usia dini. Berenang dapat menambah keahlian anak tentang keamanan di air atau water safety. Untuk sisi kesehatan, berenang membantu mengatur stamina dan pernapasan, serta melatih kerja otot tubuh.Olahraga renang juga dapat membantu menyembuhkan penyakit asma pada anak, karena paru-paru akan dilatih dengan maksimal dan efisien saat melakukannya.

4. Bersepeda

Setiap anak akan sangat menyukai olahraga bersepeda. Tak hanya menyenangkan, bersepeda memberikan manfaat bagi anak untuk melatih keseimbangan tubuh. Bersepeda juga akan meningkatkan kekuatan kaki dan menjaga otot jantung si kecil agar tetap bugar.

5. Lari

Lari merupakan bentuk olahraga sederhana yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Bunda dapat mengajak si kecil berlari di taman atau tempat yang dirasa cocok, agar anak dapat bergerak dengan bebas. Aktvitias ini juga bisa diberikan variasi gerakan, misalnya dengan menyuruh anak beralih dari berlari ke lompat atau mencoba berlari di tempat dengan langkah kaki yang sangat dekat dengan tanah. Perlu diketahui, lari memberikan manfaat untuk memperkuat otot, melatih perkembangan otak, dan meningkatkan koordinasi tubuh si kecil.

6. Melompat

Anak-anak juga dapat diajarkan untuk gerakan melompat, yang bermanfaat menguatkan otot dan persendian. Beberapa gerakan lompatan yang dapat dilakukan anak seperti jumping jacks, tuck jumps dan hurdle hops.

Jumping jack dilakukan dengan melompat sambil membuka tangan dan kaki, lalu mengatupkannya kembali. Sementara hurdle hops dilakukan dengan melompati rintangan dengan dua kaki. Orangtua dapat menyiapkan rintangan dari peralon atau kayu dengan ketinggian disesuaikan usia anak, lalu si kecil dapat melompatinya.

Nah, apakah Bunda sudah mempunyai gambaran mengenai aktivitas fisik pada anak?

Lihat Artikel Lainnya