Tips Mengajarkan Sopan Santun pada Si Kecil

Morinaga Platinum ♦ 21 Oktober 2020

Bun, sopan santun adalah bekal penting yang wajib diajarkan kepada Si Kecil sejak dini. Sikap sopan santun dan perilaku yang baik akan sangat berguna bagi Si Kecil di masa depannya. Dengan belajar sopan santun, Si Kecil akan memiliki kecerdasan emosional serta kepekaan terhadap perasaan orang lain sehingga akan memudahkan ia untuk bersosialisasi di kehidupannya.

Sopan santun dan tata krama dapat diajarkan kepada Si Kecil ketika ia mulai aktif berbicara. Karena ketika ia akan mulai bersekolah dan mulai berinteraksi dengan orang lain, sopan santun adalah modal utama agar ia dapat bersosialisasi dengan baik dan memiliki banyak teman.

4 Prinsip Dasar Sopan Santun

Mengajarkan sopan santun kepada Si Kecil memang diperlukan kesabaran dan waktu yang tidak sebentar, Bun. Namun, Bunda dapat mengajarkan hal sederhana ini kepada Si Kecil secara perlahan-lahan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, sebelum mengajarkan sopan santun kepada Si Kecil, yuk ketahui terlebih dahulu 4 prinsip dasar sopan santun berikut ini, Bun.

1.      Prinsip cinta dan kasih sayang

Setiap orangtua pasti memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kasih sayang kepada anaknya. Namun, jika Bunda menunjukkan kasih sayang kepada Si Kecil dengan secara nyata seperti pelukan, cium kening, dan senyum setiap hari, Si Kecil pun akan belajar bahwa menyayangi orang lain adalah sesuatu yang menyenangkan.

2.      Prinsip kejelasan dan kejujuran

Prinsip kejujuran merupakan hal yang penting diajarkan kepada Si Kecil sejak dini. Untuk mengajarkan nilai kejujuran ini, Bunda dapat meminta Si Kecil untuk menaati peraturan yang ada di rumah. Saat Si Kecil melanggar, minta Si Kecil untuk berkata jujur dan menjelaskan alasan kenapa ia melanggarnya. Hindari langsung memarahi Si Kecil tanpa tahu penyebab ia melakukan kesalahan. Kebiasaan ini justru akan mendorong Si Kecil untuk berbohong dan terbiasa untuk menyembunyikan kesalahan nantinya.

3.      Prinsip punishment and reward

Membiasakan prinsip punisment and reward atau hukuman dan hadiah akan membuat Si Kecil belajar dengan mudah mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang buruk. Namun, prinsip ini harus diajarkan secara bijak dan terarah untuk menumbuhkan sikap sopan santun pada Si Kecil. Jangan sampai prinsip ini justru disalah artikan Si Kecil menjadi ‘berperilaku baik untuk dapat hadiah’ dan menjadi lupa tentang etika sopan santun.

4.      Prinsip memberikan contoh yang baik

Bun, di masa tumbuh kembangnya, Si Kecil ibarat spons yang menyerap segala hal yang ada di sekitarnya. Untuk itu, sikap sopan santun tentu akan lebih mudah dipahami Si Kecil jika orang-orang di sekitar Si Kecil melakukan hal yang sama. Bunda dapat mencontohkan etika sopan santun dan sikap peduli dengan sesama dalam keseharian agar Si Kecil menirunya dengan baik.

Baca juga: Penting! Begini Cara Ajarkan Sopan Santun pada Anak Sejak Dini

Tips Mengajarkan Sopan Santun pada Si Kecil

Sebenarnya sikap sopan santun sudah dapat diajarkan sejak Si Kecil berusia 1,5 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia ini, Si Kecil sudah dapat memahami bahwa orang lain juga memilki perasaan seperti yang ia rasakan. Walaupun pada usia ini Si Kecil belum sepenuhnya memahami maksud dari kata-kata yang ia dengar, Bunda dapat mengajarkan sopan santun dengan memberikan contoh dalam keseharian di rumah.

Berikut ini beberapa sikap sopan santun dan tata krama yang dapat Bunda ajarkan kepada Si Kecil sejak dini:

·         Membiasakan kata ‘terima kasih’, ‘tolong’, dan ‘maaf’

Pastikan Bunda mengajarkan tiga kata ajaib ini dalam kehidupan Si Kecil sehari-hari. Meskipun awalnya Si Kecil belum sepenuhnya mengerti penggunaan tiga kata ini, namun jika Bunda mengajarkan kata ‘terima kasih’, ‘tolong’ dan ‘maaf’ setiap hari, perlahan-lahan pasti  Si Kecil pasti akan terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

·         Table manners

Table manners atau cara makan yang baik dapat Bunda perkenalkan kepada Si Kecil saat ia memasuki usia 3 tahun. Pada usia ini, seharusnya Si Kecil sudah mampu duduk dengan tenang dan menggunakan sendok dan garpu dengan baik. Bunda juga dapat mengajarkan Si Kecil untuk mengelap mulutnya sendiri dengan tisu atau sapu tangan serta tidak membuang makanan ke lantai.

·         Bicara yang sopan

Etika bicara yang sopan dapat Bunda ajarkan kepada Si Kecil dengan melatih ia untuk menatap lawan bicaranya, menjawab ketika orang lain bertanya, dan tidak menginterupsi ketika orang berbicara. Jangan lupa juga untuk mengajarkan cara berbicara dengan nada bicara yang baik, tidak berteriak dan tidak bicara kata-kata kasar.

·         Menjaga ketenangan

Salah satu sikap sopan santun lain yang perlu diajarkan kepada Si Kecil sejak dini adalah menjaga ketenangan. Bunda dapat melakukannya dengan cara tidak membiarkan Si Kecil berlarian di restoran atau tempat umum dan tidak membiarkan Si Kecil berteriak serta membuat kegaduhan.

Baca juga: Trik Atasi Tantrum Si Kecil

·         Tersenyum

Walaupun terdengar sepele, tersenyum merupakan hal yang penting dalam etika sopan santun. Senyum yang tulus dapat memberikan kesan yang ramah serta menjadi tanda seseorang yang memiliki budi pekerti yang baik. Bunda dapat mengajarkan Si Kecil tersenyum ketika berjumpa seseorang yang dikenal Si Kecil, tersenyum ketika disapa, atau tersenyum saat ia diajak berbicara atau dimintai tolong.

Itulah beberapa tips mengajarkan sopan santun yang dapat Bunda coba dalam menjalankan keseharian bersama Si Kecil. Ingat Bun, sikap sopan santun sangat penting diajarkan kepada Si kecil sedini mungkin agar Si Kecil diterima dan dihargai oleh orang-orang sekitarnya kelak. Perilaku ini pun akan terbawa terus sampai nanti Si Kecil tumbuh dewasa. Semoga informasinya bermanfaat, Bun!

Lihat Artikel Lainnya